Blog

Home  /  blog  /  5 Cara Membuat Database dengan phpMyAdmin

5 Cara Membuat Database dengan phpMyAdmin

Dalam membuat database, kita akan mengenal yang namanya SQL. SQL adalah adalah sekumpulan perintah yang digunakan untuk mengakses data di dalam database relasional. Sedangkan secara teknis, SQL adalah sebuah bahasa komputer yang mengikuti standar American Nasional Standard Institute (ANSI) yang digunakan untuk manajemen database relasional. Dengan bahasa pemrograman SQL, kita dapat mengakses database, menjalankan query untuk mengambil data, menambahkan data, menghapus data, dan mengubah data di dalam database. Sekarang ini, hampir semua server database yang ada mendukung SQL untuk sebagai bahasa pemrograman manajemen datanya.

Untuk menguasai pengelolaan database, Anda harus menguasai bahasa SQL. Itu, mengapa, semua kampus IT terbaik di Indonesia mengajarkan pengelolaan database menggunakan SQL. Bahkan, bahasa SQL adalah bahasa yang diajarkan di dalam mata kuliah jurusan teknik informatika dan juga sistem informasi. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui cara-cara mengelola database menggunakan bahasa SQL.

Untuk menggunakan bahasa SQL, kita bisa menggunakan berbagai cara. Sebelum Anda mengelola database, Anda pasti perlu membuat database. Caranya gimana? Pada artikel kami sebelumnya, kami telah memberikan informasi cara membuat database dengan mySQL, relational database management system (RDBMS) yang diciptakan oleh Michael Widenius, sebelum akhirnya diakusisi oleh Oracle.

Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai cara membuat database dengan phpMyAdmin. Jika Anda tidak terbiasa menggunakan perintah di dalam Command Prompt, Anda bisa membuat database di localhost dengan phpMyAdmin.

phpMyAdmin adalah aplikasi GUI (Graphical User Interface) untuk MySQL yang berbasis web, sehingga kita bisa membuat, menghapus, dan melakukan (hampir) semua perintah MySQL melalui tampilan web dengan mudah. phpMyAdmin mendukung banyak operasi di MySQL dan MariaDB, seperti pengelolaan database beserta komponen database lainnya, seperti tabel, relasi, kolom, pengguna dan lainnya. Jadi, sebenarnya Anda menggunakan MySQL dalam pengelolaan database ketika Anda menggunakan phpMyAdmin. Bedanya hanya terdapat pada tampilan yang lebih memudahkan pengguna.

Pembuatan tampilan grafis dari MySQL dengan phpMyAdmin ini bisa ada karena MySQL adalah salah satu software database yang paling terbuka unuk seluruh open cource dan bisa digunakan untuk seluruh platform, mulai dari Linux hingga Windows. Kelebihan dari software database ini adalah penggunaannya yang bisa digunakan untuk multi user, karena memang pengakses database pada software ini menggunakan program yang bersifat network atau daring (dalam jaringan).

Penggunaan phpMyAdmin ini biasa digunakan oleh developer web yang hendak mengatur database di website mereka secara offline. Dimana, aplikasi ini biasanya tersedia pada software server localhost, seperti XAMPP dan WAMP Server. Jika pada cara sebelumnya, Anda sebaiknya terhubung dengan web server yang Anda gunakan, pada cara ini, Anda bisa melakukan pengelolaan database secara offline dan tanpa menggunakan internet. Hal tersebut karena komputer atau laptop yang Anda gunakan akan dijadikan “server” yang dinamakan “localhost”.

Oleh karena itu, cara-cara yang akan kami berikan berikut ini diperuntukkan untuk pengelolaan database yang berada di server web atau hosting yang Anda sewa. Untuk membuat database dengan phpMyAdmin, silakan ikuti langkah-langkah di bawah ini.

1. Instal XAMPP atau WAMPServer

Sebelum memulai, download software XAMPP atau WAMP server melalui link WAMP Server ini dan link XAMPP berikut. Setelah didownload, instal di komputer atau laptop Anda.

2. Jalankan Web Server dan MySQL

Langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah menjalankan web server Apache dan aplikasi database MySQL. Kedua aplikasi ini dapat dijalankan dari jendela XAMPP Control Panel atau dari jendela program WAMP Server.

Jika jendela XAMPP Control Panel belum terbuka, pilih menu tersebut dari Start > All Programs > XAMPP > XAMPP Control Panel. Pada jendela XAMPP Control Panel, klik Start pada bagian Apache dan MySQL.

 

Setelah background kedua modul tersebut menjadi warna hijau dan tulisan “Start” pada tombol berubah tulisannya menjadi “Stop”, buka web browser dan ketik alamat “localhost” pada address bar dan tekan tombol Enter pada keyboard.

Jika tidak ada masalah, selanjutnya pada web browser akan muncul jendela home (beranda) dari XAMPP.

3. Buka halaman phpMyAdmin

Setelah aplikasi XAMPP berhasil dijalankan di localhost, langkah berikutnya adalah membuat database MySQL. Jika Anda menggunakan WordPress sebagai Content Management System (CMS) website Anda, WordPress menggunakan database MySQL untuk menyimpan seluruh pengaturan, artikel, dan komentar yang ada di dalam situs web. Karena itulah, kali ini kita akan membuat sebuah database MySQL.

Untuk membuka Phpmyadmin, klik menu “phpMyAdmin” pada bagian “Tools” di halaman awal localhost.

 

4. Mulai buat Database

Selanjutnya akan muncul halaman awal dari phpMyAdmin. Untuk membuat database baru, klik menu “Databases” pada bagian kiri atas halaman.

 

Di bagian database ini, silahkan masukkan nama database yang ingin dibuat di kolom “Create database”. Nama databasenya bisa apa saja atau terserah Anda. Dalam contoh kali ini, kami menggunakan nama database “wordpress_db”. Kami menambahkan “_db” yang merupakan singkatan dari database. Hal ini hanya sekedar untuk membedakannya dengan variabel lain, dengan memberi nama “wordpress_db” pada database, kami bisa langsung mengetahui bahwa ini adalah “database”.

5. Atur Penyusunan Huruf dan Simpan Pengaturan

Setelah memberi nama database, kolom isian yang harus diatur selanjutnya adalah “Collation”. Collation adalah tata cara atau aturan penyusunan huruf, angka, dan karakter dalam tabel database. Anda bisa saja membiarkan pilihan yang sudah diatur default pada Collation, atau memilih “utf8_general_ci”.

Dari dokumentasi WordPress di alamat http://codex.wordpress.org/Glossary#Collation, WordPress menyarankan penggunanya untuk menggunakan utf8_general_ci pada collation. Oleh karena itu, pilih jenis collation ini. Baru kemudian klik tombol “Create” untuk membuat database baru.

 

Beberapa saat kemudian, pada jendela browser akan muncul konfirmasi bahwa database “wordpress_db” telah berhasil dibuat. Anda bisa memeriksanya dari daftar tabel database yang tersedia di halaman “Databases” phpMyAdmin.

 

Pada tahap ini, database MySQL baru telah selesai dibuat. Hasilnya akan sama ketika Anda melakukan cara membuat database dengan MySQL yang telah kami ulas sebelumnya di situs ini.

Repetisi

Dari semua langkah yang kami berikan di atas, intinya adalah untuk membuat database dengan mySQL, caranya cukup mudah. Untuk membuat database di MySQL, perintahnya adalah sebagai berikut:

CREATE DATABASE bioskop;

Jika berhasil, Anda dapat melihat database yang telah dibuat dengan perintah berikut:

SHOW DATABASES;

Sekian artikel kami kali ini seputar cara membuat database dengan mySQL. Semoga tutorial yang kami berikan pada artikel kali ini dapat Anda ikuti dengan sukses. Jika Anda tertarik untuk mempelajari database, baca artikel kami seputar perintah dasar SQL paling lengkap di situs kami ini. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

One thought on “5 Cara Membuat Database dengan phpMyAdmin

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked*