Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog

Kenapa Sih Harus Belajar Ionic Framework ?

  • October 15, 2018
  • oleh Edusoft Center

Ini Dia 9 Alasan Kenapa Kamu Harus Belajar Ionic Framework

 

Sedikit cerita. Dulu saat awal-awal saya bekerja, saya memiliki tanggung jawab sebagai web developer yang terbiasa dengan PHP, HTML, CSS, dkk. Namun, lama-kelamaan saya pun ditugaskan untuk mempelajari hal baru yaitu tentang Mobile Development dan yang terlintas dipikiran saya saat itu adalah Java, XML dan hal-hal ‘menyebalkan’ lainnya. Kemudian, saya pun mencari referensi tentang Mobile Development, dan yang saya temukan adalah Framework7, saya kira itu adalah framework yang cukup bagus untuk membangun sebuah aplikasi seluler. Singkat cerita, saya mendapat informasi dari rekan 1 tim saya mengenai Ionic Framework dan saya baca-baca dokumentasinya Ionic Framework dan ketika saya memulai project pertama saya, disitulah saya mulai jatuh cinta dengan Ionic Framework ini.

Nah, kalau kamu punya cerita yang sama dengan saya mungkin beberapa hal mengenai Ionic Framework yang akan saya sebutkan ini akan menjadi referensi dan menambah motivasi kamu mempelajari framework yang sudah mencapai versi 3 ini.

oK, let’s go!

9. Recommended Untuk Web Developer

Sangat direkomendasikan untuk kamu yang awalnya seorang Web Developer dan ingin mulai menjelajahi tentang Mobile Development. Kenapa? Karena Ionic Framework membantu kita untuk membuat aplikasi seluler dengan jenis Hybrid. Jadi, kamu bisa membuat aplikasi seluler hanya dengan menggunakan bahasa sehari-hari seorang Web Developer yaitu HTML, CSS dan JavaScript.

Ionic Framework memiliki 3 versi untuk saat ini, yaitu Ionic 1, 2 dan 3. Ionic Framework juga berdiri diatas AngularJS. Ionic 1 berbasis Angular 1 dan ditulis dalam bahasa JavaScript, Ionic 2 berbasis Angular 2 dan ditulis dalam TypeScript, Ionic 3 berbasis Angular 4 dan ditulis dengan TypeScript.

Tentu, ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang awalnya Web Developer yang ingin mencoba hal baru maka Ionic Framework lah jawabnya.

8. Dokumentasi

Ionic Framework juga dilengkapi dokumentasi yang lengkap, bukan hanya lengkap tapi penulisannya yang rapih dan desain antarmuka halaman dokumentasi yang bakal buat kamu betah baca-baca disana serta dilengkapi pratinjau perangkat seluler yang akan semakin memudahkan kamu dalam memahami tulisan-tulisan yang ada didokumentasi tersebut.

7. Mudah Untuk Bertanya

Nah, ini yang paling penting. Karena ketika kamu stuck, udah merasa nggak ada solusi lain menghadapi bugs, maka saatnya bertanya. Karena Ionic Framework ini sudah banyak yang menggunakan, jadi kamu nggak perlu khawatir lagi atau bingung cari tempat bertanya dimana. Kamu bisa bertanya mengenai masalah Ionic di forum besar seperti Stackoverflow atau di group Facebook atau di forum resminya Ionic Framework.

6. Komponen-komponen UI

Ionic Framework juga dilengkapi dengan komponen-komponen UI yang sangat lengkap. Hal ini akan memudahkan kamu ketika akan membuat tampilan, karena kamu nggak perlu membuat komponen-komponen UI sendiri atau menggunakan library dari luar seperti Bootstrap :p. Karena Ionic udah menyediakannya untukmu.

Komponen-komponen yang disediakan banyak sekali, dari yang dasar seperti Buttons, Grid dan yang advanced seperti Modal, Action Sheet dan yang lainnya. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, bahwa dihalaman dokumentasi Ionic terdapat pratinjau berupa perngkat seluler yang akan memudahkan kamu melihat terlebih dahulu komponen yang akan kamu gunakan.

5. Native Functionality

Apa maksudnya ini? Maksudnya, aplikasi yang kamu buat dengan Ionic Framework itu dapat mengakses Native Functionality seperti mengakses GPS, Network, Camera dan lain sebagainya. Karena Ionic berjalan diatas Cordova maka kamu dapat menggunakan plugin-plugin Cordova di project Ionic kamu.

4. Hybrid Rasa Native

Setiap pembaruan yang dilakukan oleh tim Ionic selain perbaikan bug maka akan ada peningkatan performa. Maksudnya, aplikasi yang kamu buat dengan Ionic akan terasa seperti aplikasi yang dibuat dengan Native walaupun tidak sepenuhnya. Jika kamu pernah menggunakan aplikasi yang dibuat dengan Ionic versi 2 maka dalam segi performa akan terasa agak lambat dibandingkan dengan aplikasi yang dibangun dengan Ionic versi 3, aplikasi yang dibangun dengan Ionic 3 akan lebih smooth walaupun perbedaanya tidak terlalu jelas.

3. “Ramah Lingkungan”

Walaupun personal computer kamu memiliki spesifikasi yang tidak terlalu bagus atau terkesan standar-standar aja maka kamu masih bisa membuat aplikasi dengan Ionic Framework karena mengingat Ionic Framework juga berjalan diatas Node.js jadi tidak terlalu memakan resources yang terlalu banyak. Yaaa.. paling kamu akan sedikit bersabar ketika menunggu masa kompilasi karena pada saat itu processor kamu akan bekerja keras karena ada banyak kode yang harus dikompilasi.

2. Sekali Ngoding Untuk Beberapa Platform

Inilah kehebatan aplikasi Hybrid yang berjalan dengan Cordova, dimana kamu bisa dengan mudah mengkompilasi kode kamu ke beberapa platform sekaligus. Jadi, kamu hanya perlu membuat 1 project saja maka setelah itu kamu dapat mengkompilasi project kamu ke beberapa platform seperti Android, iOS, Windows Phone atau yang lainnya. Tapi, kalau kamu mau mengkompilasi kode kamu ke perangkat iOS maka kamu perlu mengkompilasinya di MacOS.

1. Livereload?

Sebenernya ini adalah salah satu fitur di Ionic, sih. Fitur ini akan membantu kamu untuk melakukan pratinjau langsung di real device. Ketika kamu melakukan perubahan pada kode di project Ionic kamu maka kamu bisa langsung melihatnya di perangkat asli bukan di emulator. Tentu ini akan sangat memudahkan kamu dalam masa development, karena kamu akan langsung tau hasil dari kode kamu itu seperti apa ketika dijalankan di real device.

 

Final Words

Semoga tulisan diatas bermanfaat dan memotivasi kamu untuk mempelajari hal baru seperti dalam hal ini adalah Ionic Framework.

Tags: apache web serverdns serverkursus androidkursus databasekursus dns dan web serverkursus ethical hackingkursus jaringan linuxkursus komputer di solokursus komputer di solo / surakartakursus komputer di surakartaKursus Linux Forensicskursus linux networkingkursus linux securitykursus network securitykursus phpKursus PHP dan MySQLkursus php mysqlkursus proxykursus securitykursus ubuntukursus ubuntu serverkursus web securitykursus web serverkursus wordpresskursus wordpress themelinuxMySQLpelatihan komputer di soloPHPsecuritytraining komputertutorial phpubuntuwordpress
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Praktik Pemanfaatan Google Spreadsheet dan Google Apps Script untuk Otomatisasi Data Sederhana
  • Membuat Aplikasi Sistem Pencatat Pengeluaran Harian Sederhana dengan Google Apps Script: Panduan Lengkap untuk Pemula
  • Membangun Sistem Absensi Online Berbasis Google Apps Script dengan Fitur Kamera dan GPS
  • Analisis Efektivitas Platform No-Code dalam Meningkatkan Produktivitas Organisasi
  • Implementasi QR Code Dinamis di Google Spreadsheet Menggunakan Google Apps Script (Studi Praktis)

Arsip

  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

#EdusoftCenter apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map

All Right Reserved

WhatsApp us