Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog

Langkah Kode Php Berjalan Di Sebuah Server

  • December 20, 2018
  • oleh Edusoft Center

kita telah melihat apa yang bisa dilakukan PHP untuk mempermudah penulisan HTML. Kali ini kita akan mengulangi hal yang sama dengan contoh berikut ini:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
   <title>Belajar PHP</title>
</head>
<body>
   <p>Kalimat ini dibuat menggunakan HTML saja </p>
   <?php
      echo " <p>Kalimat ini dibuat menggunakan PHP </p>";
   ?>
</body>
</html>

Walaupun kode diatas terdiri dari HTML dan PHP, agar web server “mau” mengeksekusi kode PHP yang terdapat di dalamnya, file tersebut harus di save sebagai file PHP, yakni dengan akhiran file *.php.

Savelah kode tersebut sebagai cara_kerja.php dalam folder D:\xampp\htdocs\belajar. Berikutnya buka browser, dan ketikkan alamat berikut: localhost/belajar/cara_kerja.php

Jika tidak ada masalah, akan tampil hasil sebagai berikut:

Selanjutnya, mari kita bahas cara kerja web server dalam menangani kode program diatas:

  1. Web Server akan melihat extension (jenis) file yang diakses. Jika file yang dijalankan adalah cara_kerja.html, maka web server tidak akan memanggil modul PHP untuk menjalankan kode PHP, karena web server menganggap itu adalah file HTML biasa, dan menampilkannya langsung tanpa diproses. Namun jika file tersebut adalah cara_kerja.php, maka web server akan menjalankan modul PHP, dan mengeksekusi kode PHP yang ada di dalam file tersebut.
  2. Web Server Apache akan memulai memproses file cara_kerja.phpdimulai dari baris paling pertama sampai baris paling akhir secara berurutan.
  3. Pada baris pertama, web server akan mendapati tag pembuka HTML, yakni <!DOCTYPE html> dan diikuti dengan tag-tag HTML lainnya. Karena tidak menemukan instruksi untuk masuk ke mode PHP, seluruh tag HTML ini tidak memerlukan proses, dan langsung di kirim ke web browser.
  4. Begitu web server menemukan tag <?php pada baris ke-7, maka tag tersebut menginstruksikan kepada web server bahwa kode selanjutnya terdiri dari kode PHP, sehingga apa pun yang ditulis setelah tag ini akan diproses mengikuti aturan bahasa pemograman PHP, kita sebut saja proses ini sebagai PHP mode.
  5. Mulai dari tag <?php adalah PHP mode. Di dalam PHP mode inilah kita akan membuat kode pemograman PHP. Untuk contoh kita diatas, saya membuat sebuah perintah sederhana PHP, yakni echo. Echo adalah perintah di dalam PHP yang digunakan untuk menampilkan text yang berada diantara kedua tanda kutip (“) ke dalam browser. Dalam contoh diatas, echo kita gunakan untuk menampilkan text: “<p>Kalimat ini dibuat menggunakan PHP </p>”ke dalam web browser. Sehingga anda akan  melihat text tersebut tampil di web browser.
  6. Web server akan terus berada dalam PHP mode sampai menemukan tag penutup PHP, yakni tag ?> yang menandakan akhir dari PHP.
  7. Tag ?> selain menandakan untuk keluar dari mode PHP, juga menginstruksikan kepada web server bahwa text berikutnya akan diproses sebagai text HTML biasa.

Dalam contoh diatas, sebagian besar kode PHP tersebut berupa kode HTML. Namun kita bisa juga membuat sebuah file yang seluruhnya merupakan PHP.

Sebagai contoh kedua, saya akan memodifikasi file cara_kerja.phpsebelumnya, menjadi berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<?php
   echo "<!DOCTYPE html>";
   echo "<html>";
   echo "<head>";
      echo "<title>Belajar PHP</title>";
   echo "</head>";
   echo "<body>";
      echo " <p>Kalimat ini tidak lagi dibuat menggunakan HTML </p>";
      echo " <p>Kalimat ini dibuat menggunakan PHP </p>";
   echo "</body>";
   echo "</html>";
?>

Jika anda menjalankan kode PHP diatas, tampilan yang dihasilkan akan persis sama dengan kode cara_kerja.php pertama. Perbedaan hanya bagaimana cara kita memproses dan membagi halaman tersebut, mana yang bisa ditulis dengan kode HTML biasa, dan mana yang harus ditulis menggunakan PHP.

Jadi mana yang lebih baik? Contoh pertama yang menggunakan kode HTML dengan sedikit kode PHP, atau contoh kedua yang menggunakan kode PHP seluruhnya?

Anda bebas menggunakan apa yang dirasa lebih mudah, walaupun sebagian besar programmer akan menyukai gaya penulisan yang pertama, dimana kita hanya masuk ke mode PHP apabila diperlukan saja, dan beban web server juga akan berkurang karena tidak terus menerus memproses PHP.

Tetapi kecepatan eksekusi PHP ini tidak akan dapat anda bedakan terutama untuk file PHP sederhana seperti diatas. PHP sudah dioptimasi sedemikian rupa agar dapat dieksekusi dengan cepat layaknya file HTML biasa. Contohnya situs duniailkom. Situs ini dibuat menggunakan wordpress yang terdiri dari ribuan baris kode PHP pada setiap halaman yang ditampilkan.


Untuk mempercepat pemahaman ini, daftar segera kursus komputer di Edusoft Center. Ada puluhan paket kursus dengan trainer yg handal dan berpengalaman.

Info selengkapnya bisa hubungi

Office : 0271 745 2187
No XL : 08180 4542 586 (WA & Telegram Ada)
No Simpati : 082 22922 2121

atau

Bisa Langsung Registrasi Online lewat Formulir Online:
www.edusoftcenter.com

Tags: apache web serveraplikasi wap dengan phpbelajar phpbelajar wml phpdns serverframework phpfungsi phpgenerate json data dengan phpinstalasi yii phpintegrasi php dan mysqlintegrasi wml dan phpkoneksi php dan mysqlkursus androidkursus databasekursus dns dan web serverkursus dns serverkursus ethical hackingkursus framework phpkursus hackingkursus jaringan linuxKursus Komputerkursus komputer di solokursus komputer di solo / surakartakursus komputer di surakartaKursus Linux Forensicskursus linux networkingkursus linux securitykursus network securitykursus pemrograman phpkursus phpkursus php advancedkursus php di solokursus php di surakartakursus php mysqlkursus proxykursus ubuntu serverkursus web securitykursus wordpresskursus wordpress themeKurus PHPmengenal phpMySQLpanduan phppelatihan komputer di soloPHPphp dan mysqlphp functionscript sms gateway dengan php dan mysqltraining komputertraining pemrograman phptutorial phpubuntuwordpresszero padding dengan php
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Panduan Lengkap Clean Code dalam Rekayasa Perangkat Lunak: Prinsip, Teknik, dan Contoh Praktis
  • Website Toko Digital Siap Pakai: Solusi Otomatis untuk Bisnis Digital Anda
  • 🔐 Cara Membuat Show/Hide Password dengan JavaScript (Simple & Langsung Bisa!)
  • Tampilan Aplikasi SIPPO Berbasis Google Apps Script Web App
  • SIPADU RT: Solusi Modern Pengelolaan Pengaduan Warga RT/RW Berbasis Google Apps Script

Arsip

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

#EdusoftCenter apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map

All Right Reserved

WhatsApp us