Pendahuluan
Dalam praktik data analytics, seorang analis jarang sekali langsung bekerja pada data paling detail. Jika kita langsung melompat ke baris data mentah tanpa memahami gambaran besarnya, risiko salah interpretasi akan sangat tinggi. Oleh karena itu, analis data profesional menggunakan pendekatan yang disebut analisis bertingkat (layered analysis).
Analisis bertingkat berarti proses analisis dilakukan secara berlapis, dimulai dari ringkasan (summary), kemudian dipersempit, hingga akhirnya masuk ke detail yang paling relevan. Pendekatan ini bukan hanya membuat analisis lebih akurat, tetapi juga mempermudah penyusunan laporan dan komunikasi hasil analisis kepada stakeholder.
Dalam SQL, pendekatan analisis bertingkat sangat cocok dikombinasikan dengan query berantai, khususnya menggunakan Common Table Expression (CTE). Dengan CTE, kita dapat menyusun query secara logis, rapi, dan mudah dibaca.
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan pelan, mulai dari konsep dasar, studi kasus, hingga langkah-langkah praktik SQL, sehingga cocok untuk pemula, mahasiswa, maupun peserta PKL yang sedang belajar data analytics.
1. Konsep Analisis Bertingkat
1.1 Apa Itu Analisis Bertingkat?
Analisis bertingkat adalah metode analisis data yang dilakukan melalui beberapa level:
- Ringkasan (Summary Level)
Menjawab pertanyaan: “Secara umum, apa yang sedang terjadi?” - Fokus Menengah (Intermediate Level)
Menjawab pertanyaan: “Bagian mana yang paling menonjol atau bermasalah?” - Detail (Detail Level)
Menjawab pertanyaan: “Apa penyebabnya jika dilihat dari data paling rinci?”
Pendekatan ini mencerminkan cara berpikir analis profesional dalam memecahkan masalah berbasis data.
1.2 Kenapa Tidak Langsung ke Data Detail?
Banyak pemula melakukan kesalahan dengan langsung menjalankan:

Tanpa memahami konteks. Akibatnya:
- Sulit menarik kesimpulan
- Analisis tidak terarah
- Insight menjadi dangkal
Dengan analisis bertingkat, setiap langkah memiliki tujuan yang jelas.
2. Query Berantai dan Common Table Expression (CTE)
2.1 Apa Itu Query Berantai?
Query berantai adalah teknik menyusun beberapa query yang saling terhubung, di mana hasil query sebelumnya digunakan oleh query berikutnya.
Dalam SQL modern, query berantai paling rapi ditulis menggunakan CTE.
2.2 Struktur Dasar CTE

CTE bersifat sementara dan hanya berlaku selama query dijalankan.
2.3 Keuntungan Menggunakan CTE
- Query lebih mudah dibaca
- Logika analisis terlihat jelas
- Mudah dikembangkan
- Cocok untuk analisis bertingkat
Karena alasan inilah CTE sangat sering digunakan oleh data analyst di dunia kerja.
3. Studi Kasus
3.1 Deskripsi Kasus
Kita akan menggunakan studi kasus data transaksi penjualan sebuah toko.
Misalkan terdapat tabel bernama transaksi_penjualan dengan struktur:

3.2 Tujuan Analisis
- Mengetahui ringkasan penjualan per kategori
- Menentukan kategori dengan penjualan tertinggi
- Menganalisis kontribusi pelanggan pada kategori tersebut
- Melihat detail transaksi untuk menarik insight lebih dalam
4. Praktik Analisis Bertingkat (Langkah demi Langkah)
Langkah 1: Memahami Data
Langkah pertama sebelum analisis adalah memastikan kita memahami isi tabel.

Tujuan:
- Mengetahui struktur data
- Memastikan tidak ada nilai aneh
- Memahami tipe data
Langkah 2: Ringkasan Penjualan per Kategori
Ini adalah level ringkasan.

Insight yang didapat:
- Kategori mana yang paling besar kontribusinya
- Kategori dengan penjualan rendah
Langkah 3: Menentukan Kategori Terlaris
Dari ringkasan, kita fokus ke kategori paling dominan.

Makna analisis:
- Kita sudah mempersempit fokus analisis
- Tidak lagi melihat semua kategori
Langkah 4: Kontribusi Pelanggan pada Kategori Terlaris
Sekarang kita ingin tahu siapa pelanggan yang paling berkontribusi.

Insight:
- Pelanggan prioritas
- Potensi loyal customer
Langkah 5: Analisis Detail Transaksi
Tahap terakhir adalah level detail.

Insight detail:
- Pola transaksi harian
- Produk yang paling sering muncul
- Nilai transaksi besar vs kecil
5. Pola Berpikir Data Analyst
Dengan analisis bertingkat, pola berpikir analis menjadi:
- Lihat gambaran besar
- Tentukan fokus
- Gali detail
- Tarik kesimpulan berbasis data
Ini jauh lebih profesional dibanding langsung mengambil data mentah.
6. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Langsung
SELECT *tanpa tujuan - Query panjang tanpa struktur
- Tidak memisahkan ringkasan dan detail
- Tidak mendokumentasikan logika analisis
CTE membantu menghindari kesalahan-kesalahan tersebut.
7. Kesimpulan
Analisis bertingkat dari ringkasan ke detail adalah fondasi penting dalam data analytics. Dengan memanfaatkan query berantai menggunakan CTE, analis dapat:
- Menyusun analisis secara sistematis
- Memahami data secara menyeluruh
- Menghasilkan insight yang tajam dan dapat dipertanggungjawabkan
Teknik ini sangat relevan untuk:
- Tugas kuliah
- PKL / magang
- Portfolio data analyst
- Studi kasus dunia kerja