Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog

Teknik Handling Missing Values: Drop vs Fill

  • July 28, 2026
  • oleh Edusoft Center

Data yang bolong (missing values) adalah masalah klasik yang hampir selalu muncul saat mengolah data mentah. Sebelum masuk ke tahap modeling atau analisis, kita harus memutuskan: apakah baris/kolom yang kosong itu dibuang (drop) atau diisi (fill)? Ini dia pembahasannya.


1. Kenapa Missing Values Bisa Terjadi?

  • Kesalahan input manual
  • Sensor atau sistem gagal merekam data
  • Responden survei tidak menjawab pertanyaan tertentu
  • Penggabungan (merge) data dari beberapa sumber yang tidak lengkap
  • Data memang sengaja tidak tersedia untuk kondisi tertentu

Memahami penyebab missing value penting karena akan menentukan strategi terbaik: apakah datanya hilang secara acak (MCAR/MAR) atau ada pola tertentu (MNAR).


2. Opsi 1: Drop (Menghapus)

import pandas as pd

# Hapus baris yang punya missing value
df_dropped_rows = df.dropna()

# Hapus kolom yang punya missing value
df_dropped_cols = df.dropna(axis=1)

# Hapus baris hanya jika kolom tertentu kosong
df_dropped_subset = df.dropna(subset=['kolom_penting'])

# Hapus baris jika minimal 3 kolom terisi (threshold)
df_dropped_thresh = df.dropna(thresh=3)

Menghapus baris atau kolom yang mengandung nilai kosong.

Kapan Cocok Dipakai

  • Jumlah data yang hilang sangat sedikit (misal < 5% dari total data)
  • Data hilang benar-benar acak (MCAR), sehingga tidak menghilangkan pola penting
  • Dataset besar, sehingga kehilangan beberapa baris tidak berdampak signifikan
  • Kolom tertentu punya missing value sangat tinggi (>50-60%) dan tidak terlalu informatif, sehingga kolom itu sendiri lebih baik di-drop

Risiko

  • Kehilangan informasi, apalagi kalau data yang hilang jumlahnya besar
  • Bisa menimbulkan bias jika data yang hilang ternyata tidak acak (misal orang dengan gaji tinggi cenderung tidak mengisi kolom pendapatan)
  • Mengurangi ukuran sampel, yang bisa melemahkan power statistik atau performa model

3. Opsi 2: Fill (Imputasi)

Mengisi nilai kosong dengan nilai pengganti, bukan menghapusnya.

a. Statistik Sederhana

# Isi dengan rata-rata (cocok untuk data numerik terdistribusi normal)
df['kolom'] = df['kolom'].fillna(df['kolom'].mean())

# Isi dengan median (lebih tahan terhadap outlier)
df['kolom'] = df['kolom'].fillna(df['kolom'].median())

# Isi dengan modus (cocok untuk data kategorikal)
df['kolom'] = df['kolom'].fillna(df['kolom'].mode()[0])

b. Forward Fill / Backward Fill (Data Time Series)

df['kolom'] = df['kolom'].ffill()  # ambil nilai sebelumnya
df['kolom'] = df['kolom'].bfill()  # ambil nilai sesudahnya

c. Interpolasi

df['kolom'] = df['kolom'].interpolate(method='linear')

d. Imputasi Berbasis Model

from sklearn.impute import KNNImputer

imputer = KNNImputer(n_neighbors=5)
df_imputed = imputer.fit_transform(df)

Bisa juga menggunakan regresi, atau model seperti IterativeImputer dari scikit-learn untuk memprediksi nilai yang hilang berdasarkan kolom lain.

e. Kategori Khusus “Unknown”

df['kolom_kategorikal'] = df['kolom_kategorikal'].fillna('Unknown')

Cara ini sekaligus menyimpan informasi bahwa data itu hilang, yang kadang justru berguna sebagai fitur tersendiri.

Kapan Cocok Dipakai

  • Jumlah data yang hilang cukup signifikan, sehingga sayang untuk dibuang
  • Dataset berukuran kecil hingga menengah, di mana setiap baris berharga
  • Ada pola atau hubungan antar kolom yang bisa dimanfaatkan untuk menebak nilai yang hilang
  • Untuk data time series, di mana urutan data penting dan drop bisa merusak kontinuitas

Risiko

  • Bisa memasukkan bias jika metode imputasi tidak tepat (misal isi rata-rata pada data yang skewed)
  • Menciptakan nilai “palsu” yang seolah-olah asli, sehingga model bisa terlalu percaya diri (variance jadi under-estimated)
  • Butuh pemahaman domain yang baik agar imputasi masuk akal

4. Perbandingan Singkat

AspekDropFill
KesederhanaanSangat mudahBervariasi, ada yang mudah ada yang kompleks
Risiko biasTinggi jika data tidak MCARTinggi jika metode imputasi kurang tepat
Ukuran dataBerkurangTetap
Cocok untukMissing value sedikit & acakMissing value banyak/informasi berharga
Butuh domain knowledgeRendahSedang-Tinggi

5. Tips Praktis

  1. Cek dulu polanya — visualisasikan missing value (misal pakai missingno di Python) sebelum memutuskan strategi.
  2. Jangan langsung drop semua — coba pahami dulu apakah hilangnya data itu acak atau ada maknanya.
  3. Kombinasikan strategi — kolom dengan missing value sangat tinggi bisa di-drop, sisanya diimputasi.
  4. Buat kolom indikator (misal kolom_missing = 1 jika awalnya kosong) sebelum imputasi, supaya model tetap punya sinyal bahwa data itu tadinya hilang.
  5. Validasi dampaknya — coba bandingkan performa model/analisis sebelum dan sesudah drop/fill untuk memastikan keputusan yang diambil masuk akal.

Kesimpulan: Tidak ada jawaban “yang paling benar” antara drop dan fill — semua tergantung pada seberapa banyak data yang hilang, mengapa data itu hilang, dan seberapa penting setiap baris/kolom bagi analisis atau model yang dibangun.

Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Mengenal Ekosistem Python untuk Data Analysis: Library yang Wajib Diketahui Pemula
  • Cara Membuat Heatmap Korelasi dengan Seaborn di Python
  • Teknik Handling Missing Values: Drop vs Fill
  • Cara Import Dataset ke SQLite dengan Python
  • Mengenal Perbedaan Python Murni, Anaconda, dan Miniconda: Mana yang Cocok untuk Pemula?

Arsip

  • July 2026
  • June 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

#EdusoftCenter apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map

All Right Reserved

WhatsApp us