Pada artikel Monitoring Server Menggunakan Grafana dan Prometheus, kita telah menggunakan Grafana dan Prometheus untuk monitoring server, kita biasanya hanya melihat hasil akhirnya berupa grafik penggunaan CPU, RAM, penyimpanan, atau trafik jaringan. Namun, pernahkah terpikir bagaimana data tersebut bisa muncul di dashboard? Dari mana asal data tersebut, dan bagaimana Prometheus mendapatkannya?
Ternyata, sebelum sebuah grafik muncul di Grafana, terdapat proses pengumpulan data yang berjalan secara terus-menerus. Artikel ini akan membahas bagaimana Prometheus mengambil data dari server, mulai dari data mentah hingga akhirnya menjadi informasi yang dapat dianalisis.
Apa yang Sebenarnya Dikumpulkan Prometheus?
Prometheus mengumpulkan data yang disebut metrics. Metrics adalah informasi yang menggambarkan kondisi suatu sistem, misalnya:
- Penggunaan CPU
- Ketersediaan RAM
- Kapasitas penyimpanan
- Aktivitas disk
- Trafik jaringan
- Jumlah proses yang berjalan
Setiap metrics memiliki nama, tipe, dan nilai tertentu. Data inilah yang nantinya digunakan untuk proses monitoring.
Dari Mana Prometheus Mendapatkan Data?
Prometheus tidak mengambil data langsung dari sistem operasi. Pada server Linux, biasanya digunakan aplikasi tambahan seperti Node Exporter.
Node Exporter bertugas membaca kondisi server dan menyediakan data tersebut melalui endpoint /metrics.
Contoh alurnya:
Server
↓
Node Exporter
↓
Endpoint /metrics
↓
Prometheus
↓
GrafanaBuka port di bawah ini:
http://IP-SERVER:9100/metricsCari salah satu metrics, misalnya:

# HELP node_memory_MemAvailable_bytes Memory information field MemAvailable_bytes.
# TYPE node_memory_MemAvailable_bytes gauge
node_memory_MemAvailable_bytes 1.146105856e+09Penjelasan:
# HELP→ Menjelaskan fungsi metrics# TYPE gauge→ Tipe data metricsnode_memory_MemAvailable_bytes→ Nama metrics1.146105856e+09→ Nilai metrics
Pada tahap ini, data masih berupa teks mentah yang disediakan oleh Node Exporter.
Bagaimana Prometheus Mengambil Data?
Prometheus menggunakan metode pull, yaitu mengambil data dari target secara berkala. Proses ini disebut scraping.
Secara sederhana:
Prometheus
↓
Meminta metrics
↓
Node Exporter
↓
Mengirim metrics
↓
Prometheus menyimpan dataJadi, server tidak mengirim data sendiri. Justru Prometheus yang secara rutin mengambil data dari target yang sudah ditentukan.
Buka:
http://IP-SERVER:9090Pilih bagian menu status lalu targets

Gambar di atas menunjukkan bahwa:
- Prometheus berhasil mengakses server
- Metrics dapat dibaca
- Proses scraping berjalan dengan baik
Jika status masih DOWN, berarti Prometheus belum dapat mengambil data.
Apa yang Terjadi Setelah Data Diambil?
Setelah mendapatkan metrics, Prometheus menyimpan data tersebut sebagai time-series data, yaitu data yang memiliki nilai dan waktu pencatatan.
Contoh:
Mau Kuasai Bagaimana Prometheus Mengumpulkan Data dari Server Sampai Bisa Praktik Langsung?
Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.
Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →
10:00 → 1.14 GB
10:05 → 1.12 GB
10:10 → 1.09 GBKarena memiliki timestamp, perubahan kondisi server dapat diamati dari waktu ke waktu.
Mengapa Disebut Time-Series Data?
Setiap metrics yang dikumpulkan Prometheus memiliki waktu pencatatan. Karena itulah data dapat ditampilkan dalam bentuk grafik.
Misalnya:
10:00 → 1.14 GB
10:05 → 1.12 GB
10:10 → 1.09 GB
10:15 → 1.07 GBDengan data seperti ini, kita dapat melihat perubahan kondisi server dari waktu ke waktu.

Grafik ini menunjukkan bahwa Prometheus tidak hanya menyimpan angka, tetapi juga menyimpan kapan data tersebut dicatat.
Membuktikan Bahwa Prometheus Berhasil Mengambil Data
Setelah target berstatus UP, kita bisa mencari metrics yang sebelumnya ditemukan pada Node Exporter.
Buka:
http://IP-SERVER:9090Masukkan query berikut:
node_memory_MemAvailable_bytesKemudian tekan Execute.

Pilih bagian graph yang berada di sampinng console untuk melihat grafik dari query yang kita masukkan.

Pada tahap ini kita bisa melihat bahwa metrics yang sebelumnya hanya berupa teks pada endpoint /metrics kini sudah berhasil dibaca dan disimpan oleh Prometheus.
Alur datanya menjadi lebih jelas:
Node Exporter
↓
Metrics mentah
↓
Prometheus
↓
Query
↓
Hasil dataPerjalanan Sebuah Metrics
Jika diikuti dari awal, perjalanan sebuah metrics sebenarnya cukup panjang:
Server
↓
Node Exporter
↓
/metrics
↓
Prometheus
↓
Time-Series Database
↓
Query
↓
Grafana
↓
DashboardGrafik yang terlihat sederhana di dashboard sebenarnya berasal dari proses pengumpulan data yang berlangsung secara terus-menerus.
Kesimpulan
Prometheus mengumpulkan data server melalui proses scraping terhadap endpoint metrics yang disediakan oleh Node Exporter. Data yang diperoleh kemudian disimpan sebagai time-series data sehingga perubahan kondisi server dapat diamati berdasarkan waktu.
Melalui pengamatan langsung pada endpoint /metrics, status target, query metrics, hingga grafik hasil monitoring, kita dapat melihat bahwa setiap data yang muncul pada dashboard sebenarnya melalui beberapa tahapan sebelum akhirnya menjadi informasi yang mudah dipahami.
Dibuat oleh:
Mau Kuasai Bagaimana Prometheus Mengumpulkan Data dari Server Sampai Bisa Praktik Langsung?
Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.
Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →
