Menentukan produk yang perlu ditambah stok tidak cukup hanya dengan melihat jumlah barang yang tersisa. Data penjualan dapat digunakan untuk melihat produk yang banyak diminati dan membandingkannya dengan stok yang tersedia. Dari data tersebut, keputusan mengenai stok dapat dilakukan berdasarkan informasi yang sudah tersedia, bukan hanya perkiraan.
Pada praktik artikel ini, data yang digunakan berasal dari sistem penjualan Dimsum Delight. Data tersebut dipilih karena memiliki informasi produk, transaksi, harga, dan stok yang dapat digunakan untuk melihat kondisi penjualan secara nyata.
Kenapa Memilih Data Penjualan Dimsum Delight?
Pemilihan data Dimsum Delight dilakukan karena produk makanan memiliki kondisi stok yang perlu diperhatikan. Ketika produk yang banyak diminati tidak tersedia, transaksi berikutnya dapat terhambat. Sebaliknya, jika stok terlalu banyak pada produk yang jarang terjual, barang dapat menumpuk dan kurang efisien untuk dikelola.
Data penjualan Dimsum Delight dapat digunakan untuk melihat kondisi tersebut karena setiap produk memiliki jumlah penjualan dan stok yang berbeda. Dengan membandingkan kedua informasi tersebut, dapat diketahui produk mana yang memiliki penjualan lebih tinggi dan perlu lebih diperhatikan dari sisi ketersediaan stok.
Jadi, tujuan analisis ini bukan hanya mencari produk yang paling laku. Analisis juga digunakan untuk menjawab pertanyaan yang lebih penting, yaitu produk mana yang perlu diprioritaskan untuk penambahan stok berdasarkan kondisi penjualan dan stok yang tersedia.
Kenapa Data Penjualan Perlu Dianalisis?
Data penjualan biasanya tersimpan dalam bentuk tabel atau database. Jika jumlah transaksi semakin banyak, membaca data satu per satu akan membutuhkan waktu dan membuat proses analisis menjadi kurang praktis.
Dengan melakukan analisis, data yang awalnya hanya berupa angka dapat diubah menjadi informasi yang lebih berguna. Jumlah penjualan dapat dibandingkan dengan stok untuk mengetahui kondisi setiap produk dan membantu menentukan prioritas.
💡 Dalam Business Intelligence, data tidak hanya dikumpulkan, tetapi dianalisis untuk menghasilkan informasi yang dapat membantu proses pengambilan keputusan.
Data Apa Saja yang Digunakan dalam Praktik?
Pada praktik ini, data diambil dari sistem penjualan Dimsum Delight yang menggunakan database MariaDB. Data produk dan transaksi digunakan sebagai sumber untuk melihat hubungan antara jumlah penjualan dengan stok yang tersedia.
- Nama produk
- Jumlah produk yang terjual
- Jumlah stok yang tersedia
- Harga produk
- Total pendapatan
- Tanggal transaksi
Data tersebut dipilih karena dapat memberikan gambaran mengenai performa setiap produk. Dengan data yang sama, informasi penjualan dan stok juga dapat dipantau secara berkala.

Data produk dan informasi penjualan yang digunakan sebagai dasar analisis pada sistem Dimsum Delight.
Bagaimana Data Penjualan Diolah?
Langkah pertama adalah mengelompokkan data berdasarkan produk. Dari data tersebut dapat diketahui jumlah produk yang sudah terjual, stok yang masih tersedia, dan total penjualan dari masing-masing produk.
Setelah itu, jumlah penjualan dibandingkan dengan kondisi stok. Produk yang memiliki penjualan cukup tinggi tetapi stoknya lebih rendah dapat menjadi perhatian karena memiliki kemungkinan lebih cepat habis dibandingkan produk lainnya.
Untuk mengambil data stok berdasarkan jumlah yang tersedia, salah satu query yang digunakan adalah sebagai berikut:
SELECT
name AS produk,
stock AS stok
FROM products
ORDER BY stock ASC;Query tersebut mengurutkan produk berdasarkan stok dari jumlah paling sedikit. Hasilnya kemudian dapat digunakan sebagai salah satu informasi dalam proses monitoring.

Hasil query pengambilan data stok produk dari database MariaDB.
Hasil query tersebut menunjukkan kondisi stok yang tersimpan langsung di database. Data ini kemudian dapat dibandingkan dengan jumlah penjualan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi setiap produk.
Seperti Apa Contoh Data Penjualannya?
Setelah data diperoleh, beberapa informasi dapat dibandingkan untuk melihat kondisi masing-masing produk. Berikut contoh data penjualan yang digunakan:
| Produk | Terjual | Stok | Total Penjualan |
|---|---|---|---|
| Dimsum Ayam | 4 | 22 | Rp40.000 |
| Dimsum Udang | 3 | 17 | Rp45.000 |
| Dimsum Jamur | 1 | 19 | Rp18.000 |
Data tersebut menunjukkan bahwa setiap produk memiliki jumlah penjualan dan stok yang berbeda. Perbandingan ini dapat digunakan untuk melihat produk yang memiliki penjualan cukup tinggi tetapi stoknya lebih rendah dibandingkan produk lainnya.
Dari data tersebut, Dimsum Ayam memiliki jumlah penjualan paling tinggi dengan 4 produk terjual. Dimsum Udang berada di posisi berikutnya dengan 3 produk terjual, sedangkan Dimsum Jamur memiliki jumlah penjualan paling rendah dengan 1 produk terjual.
Jika dilihat dari stok, Dimsum Udang memiliki stok paling rendah yaitu 17 produk. Dimsum Jamur memiliki stok 19 produk, sedangkan Dimsum Ayam memiliki stok 22 produk. Perbandingan ini menunjukkan bahwa produk dengan penjualan tinggi belum tentu menjadi produk yang paling mendesak untuk ditambah stok. Kondisi stok juga perlu diperhatikan.
Bagaimana Hasil Analisis Ditampilkan?
Setelah data diolah, hasil analisis dapat ditampilkan dalam dashboard agar informasi lebih mudah dipantau. Pada praktik ini, dashboard digunakan sebagai media untuk melihat data penjualan dan kondisi stok dalam satu tampilan.
Sistem yang digunakan memanfaatkan teknologi web yang ringan seperti HTML, CSS, JavaScript, Node.js, dan MariaDB. Data dari database diproses oleh sistem kemudian ditampilkan dalam bentuk informasi seperti total pesanan, pendapatan, jumlah produk, stok, dan kondisi penjualan.

Dashboard Dimsum Delight yang menampilkan ringkasan data penjualan, pendapatan, produk, dan kondisi stok.
Mau Kuasai Analisis Data Penjualan untuk Menentukan Prioritas Stok Sampai Bisa Praktik Langsung?
Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.
Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →
Dengan tampilan tersebut, data yang berasal dari database dapat dilihat dengan lebih ringkas sehingga proses monitoring tidak perlu dilakukan dengan membaca data mentah satu per satu.
Bagaimana Menentukan Produk yang Perlu Ditambah Stok?
Penentuan produk yang perlu ditambah stok dilakukan dengan melihat jumlah produk yang terjual dan jumlah stok yang tersisa. Produk dengan penjualan yang cukup tinggi dan stok yang lebih rendah dibandingkan produk lain dapat menjadi prioritas untuk diperhatikan.
| Produk | Terjual | Stok | Rekomendasi |
|---|---|---|---|
| Dimsum Ayam | 4 | 22 | Pantau penjualan |
| Dimsum Udang | 3 | 17 | Prioritas dipertimbangkan untuk tambah stok |
| Dimsum Jamur | 1 | 19 | Stok masih cukup |
Berdasarkan perbandingan tersebut, Dimsum Udang menjadi produk yang lebih perlu diperhatikan dari sisi ketersediaan stok. Produk ini memiliki penjualan sebanyak 3 produk dan stok paling rendah, yaitu 17 produk. Sementara itu, Dimsum Ayam memiliki penjualan paling tinggi, tetapi stoknya masih lebih banyak dibandingkan Dimsum Udang.
Namun, rekomendasi tersebut bukan berarti stok harus langsung ditambah tanpa pertimbangan lain. Data yang digunakan masih merupakan satu periode pengamatan, sehingga pemantauan penjualan berikutnya tetap diperlukan untuk memastikan apakah pola tersebut terus terjadi.

Hasil perbandingan jumlah produk terjual, stok yang tersedia, dan total penjualan setiap produk.
Bagaimana Memastikan Ringkasan Penjualan Tetap Akurat?
Selain membandingkan penjualan dan stok, jumlah transaksi serta pendapatan juga perlu diperiksa agar hasil analisis sesuai dengan data yang tersimpan dalam database. Pada praktik ini terdapat 4 pesanan dengan total pendapatan sebesar Rp103.000.
Ringkasan tersebut dihitung langsung dari tabel transaksi sehingga total pendapatan tidak dihitung dengan cara yang dapat menggandakan nilai pesanan ketika satu transaksi memiliki lebih dari satu produk.
Seperti Apa Contoh Data Penjualannya?
Setelah data diperoleh, beberapa informasi dapat dibandingkan untuk melihat kondisi masing-masing produk. Berikut contoh data penjualan yang digunakan:
| Produk | Terjual | Stok | Total Penjualan |
|---|---|---|---|
| Dimsum Ayam | 4 | 22 | Rp40.000 |
| Dimsum Udang | 3 | 17 | Rp45.000 |
| Dimsum Jamur | 1 | 19 | Rp18.000 |
Bagaimana Hasil Analisis Ditampilkan?
Data penjualan kemudian ditampilkan dalam bentuk dashboard agar informasi lebih mudah dibaca dan dibandingkan. Dashboard dapat menunjukkan jumlah transaksi, pendapatan, jumlah produk, serta kondisi stok secara ringkas.
Dengan tampilan tersebut, data penjualan dan stok dapat dilihat dalam satu tempat sehingga lebih mudah untuk mengetahui produk yang memiliki penjualan tinggi dan produk yang stoknya mulai berkurang.

Ringkasan jumlah pesanan, total pendapatan, jumlah produk yang terjual, dan total item berdasarkan data transaksi pada database.
Apa Insight yang Didapatkan dari Data?
Berdasarkan data yang dianalisis, Dimsum Ayam memiliki jumlah penjualan paling tinggi dengan 4 produk terjual. Namun, stok Dimsum Ayam masih 22 produk sehingga belum dapat langsung dikatakan sebagai produk yang paling membutuhkan penambahan stok.
Sementara itu, Dimsum Udang memiliki 3 produk terjual dengan stok yang lebih rendah, yaitu 17 produk. Kondisi tersebut membuat Dimsum Udang menjadi produk yang lebih perlu diperhatikan dari sisi ketersediaan stok.
Dimsum Jamur memiliki jumlah penjualan paling rendah dengan 1 produk terjual dan stok sebanyak 19 produk. Berdasarkan data saat ini, stoknya masih cukup sehingga belum menjadi prioritas penambahan stok.
Dari perbandingan tersebut dapat dilihat bahwa menentukan produk yang perlu ditambah stok tidak cukup hanya dengan mencari produk yang paling banyak terjual. Jumlah penjualan dan kondisi stok perlu dilihat secara bersamaan agar keputusan yang diambil lebih sesuai dengan kondisi data.
📊 Insight utama:
Data penjualan dapat membantu menentukan prioritas stok dengan membandingkan performa penjualan dan jumlah stok yang tersedia. Produk dengan penjualan cukup tinggi dan stok lebih rendah perlu mendapat perhatian lebih.
Apa Kesimpulan dari Analisis Ini?
Kesimpulannya, data penjualan dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk membantu pengambilan keputusan mengenai stok. Pada praktik menggunakan data Dimsum Delight, jumlah penjualan dibandingkan dengan stok yang tersedia untuk mengetahui produk yang perlu mendapat perhatian lebih.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Dimsum Ayam memiliki penjualan paling tinggi, sedangkan Dimsum Udang memiliki stok paling rendah dengan jumlah penjualan yang masih cukup tinggi. Oleh karena itu, Dimsum Udang dapat menjadi produk yang lebih diprioritaskan untuk dipantau dan dipertimbangkan dalam penambahan stok.
Dengan pendekatan ini, data transaksi tidak hanya menjadi catatan penjualan, tetapi dapat diolah menjadi insight yang mendukung pengambilan keputusan bisnis. Data juga dapat diperbarui secara berkala sehingga rekomendasi stok dapat disesuaikan dengan kondisi penjualan terbaru.
Hal tersebut sesuai dengan konsep Business Intelligence, yaitu memanfaatkan data untuk menghasilkan informasi yang dapat membantu memahami kondisi bisnis dan menentukan tindakan yang lebih tepat.
Penulis : Noviana Putri Yuliani
Mau Kuasai Analisis Data Penjualan untuk Menentukan Prioritas Stok Sampai Bisa Praktik Langsung?
Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.
Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →
