1. Pendahuluan
Database adalah bagian krusial dari setiap aplikasi. Data yang tersimpan di database mencakup informasi pengguna, transaksi, konfigurasi, dan log aktivitas aplikasi. Banyak pengembang yang menyimpan database hanya secara lokal, di komputer masing-masing, sehingga risiko hilangnya data akibat kerusakan perangkat, human error, atau virus cukup tinggi.
Untuk mengatasi masalah ini, penyimpanan database di layanan version control seperti GitHub menjadi pilihan yang tepat. Dengan menyimpan database dalam bentuk file SQL di repository GitHub, Anda mendapatkan keuntungan versi yang terdokumentasi, kolaborasi yang lebih mudah, dan backup otomatis.
Dalam tutorial ini, kita akan fokus pada database MySQL lokal di Laragon tanpa menggunakan framework seperti Laravel. Laragon adalah tool populer untuk development lokal karena ringan, mudah diatur, dan memiliki MySQL built-in.
Tujuan tutorial ini adalah:
- Memberikan best practice agar workflow database lebih aman, efisien, dan mudah diikuti tim.
- Mengajarkan cara membuat database MySQL di Laragon.
- Menyimpan database dalam file SQL.
- Menyinkronisasi file SQL tersebut ke repository GitHub.
2. Mengapa Menyimpan Database di GitHub Penting
Menyimpan database di GitHub bukan sekadar backup biasa. Berikut beberapa alasan penting:
2.1 Version Control
GitHub memungkinkan kita melacak perubahan pada file SQL. Misalnya, jika tabel users diubah atau ada data baru ditambahkan, commit baru akan merekam perubahan tersebut. Hal ini membantu pengembang:
- Rollback: kembali ke versi database sebelumnya jika terjadi kesalahan.
- Audit: melihat siapa yang mengubah database dan kapan.
2.2 Kolaborasi Tim
Dalam proyek tim, database sering dibutuhkan oleh beberapa developer. Dengan GitHub:
- Semua anggota tim bisa menarik (pull) versi terbaru database.
- Mengurangi konflik karena setiap perubahan terdokumentasi dalam commit.
2.3 Backup Otomatis
Database yang tersimpan di GitHub akan aman meski komputer rusak, karena data tersimpan di cloud GitHub. Ini mirip backup otomatis, tanpa perlu software tambahan.
2.4 Integrasi dengan Workflow
Jika suatu saat ingin membuat deployment otomatis, file SQL yang tersimpan di GitHub bisa langsung digunakan untuk restore database di server.
3. Persiapan Alat dan Lingkungan
Sebelum memulai tutorial, pastikan semua alat berikut telah terpasang dan berfungsi dengan baik:
3.1 Laragon
Laragon adalah software development environment yang menyediakan Apache, MySQL, PHP, dan tool lain dalam satu paket.
- Unduh: https://laragon.org/download
- Instal Laragon dan jalankan Start All Services.
3.2 MySQL Workbench atau phpMyAdmin
Alat ini digunakan untuk mengelola database secara visual:
- MySQL Workbench: lebih cocok untuk query kompleks dan export file SQL.
- phpMyAdmin: alternatif berbasis web yang ringan.
3.3 Git
Git adalah tool version control yang wajib untuk menyimpan file SQL di GitHub.
- Unduh: https://git-scm.com/downloads
- Pastikan terminal Git berfungsi (
git --version).
3.4 Akun GitHub
Pastikan repository dapat dibuat dan diakses.
Buat akun gratis di https://github.com jika belum memiliki.
4. Membuat dan Mengekspor Database MySQL
4.1 Membuat Database Baru
- Buka Laragon → klik Menu → MySQL → MySQL Console, atau gunakan MySQL Workbench.
- Login dengan user
root(default Laragon biasanya tanpa password). - Buat database baru:

CREATE DATABASE db_project;
- Konfirmasi database berhasil dibuat:

SHOW DATABASES;
Anda akan melihat db_project muncul di daftar.
4.2 Menambahkan Tabel dan Data Contoh
Untuk membuat database lebih nyata, buat tabel sederhana users:

USE db_project;
CREATE TABLE users (
id INT AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
name VARCHAR(50) NOT NULL,
email VARCHAR(50) UNIQUE NOT NULL
);
INSERT INTO users (name, email) VALUES
('Alice', 'alice@mail.com'),
('Bob', 'bob@mail.com'),
('Charlie', 'charlie@mail.com');
Tips: selalu beri primary key dan constraint unik untuk mencegah duplikasi data.
4.3 Mengekspor Database ke File SQL
Opsi 1: Menggunakan Command Line
- Buka terminal Laragon → masuk folder backup:

- Jalankan perintah:

mysqldump -u root -p db_project > db_project.sql
-u root: login sebagai user root.-p: meminta password jika ada.db_project: nama database.>: menyimpan output ke file SQL.
- Periksa folder, pastikan file
db_project.sqlada.
Opsi 2: Menggunakan phpMyAdmin
Simpan file .sql di folder project.
Buka localhost/phpmyadmin di browser.
Pilih database db_project.
Klik Export → Quick → SQL → Go.
5. Menyimpan Database di GitHub
5.1 Membuat Repository GitHub
- Login ke GitHub → klik New Repository.
- Nama repository:
mysql-backup. - Pilih Private jika database bersifat sensitif.
- Klik Create Repository.
5.2 Menambahkan File SQL ke Repository
- Pindahkan file
db_project.sqlke folder project lokal, misalC:\Projects\mysql-backup. - Buka terminal Git → masuk folder project:

cd C:\Projects\mysql-backup
- Inisialisasi Git:

git init
- Tambahkan file SQL:

git add db_project.sql
- Commit file:

git commit -m "Add initial database export"
- Hubungkan repository lokal ke GitHub:

git branch -M main
git remote add origin https://github.com/username/mysql-backup.git
- Push file ke GitHub:

git push -u origin main
Sekarang file database ada di repository GitHub, siap untuk dibagikan dan di-sinkronisasi.
6. Sinkronisasi Database dengan GitHub
6.1 Update Database Lokal
Jika database lokal diperbarui, ekspor ulang file SQL:

mysqldump -u root -p db_project > db_project.sql
Tips: beri nama file dengan tanggal untuk versi berbeda:

mysqldump -u root -p db_project > db_project_2025-08-21.sql
6.2 Commit dan Push ke GitHub
- Tambahkan perubahan:

git add db_project.sql
- Commit dengan deskripsi jelas:

git commit -m "Update users table on 2025-08-21"
- Push ke GitHub:

git push origin main
6.3 Pull Database dari GitHub
Jika anggota tim membuat perubahan di GitHub:

git pull origin main
- File SQL lokal akan diperbarui sesuai repository.
- Pastikan sebelum pull, simpan perubahan lokal agar tidak hilang.
7. Best Practice dan Tips
7.1 Gunakan Penamaan File Versi
- Contoh:
db_project_2025-08-21.sql - Memudahkan rollback dan tracking versi.
7.2 Backup Rutin
- Buat script otomatis (batch file) untuk dump database setiap hari:

@echo off
cd C:\laragon\bin\mysql\mysql-8.0.33\bin
mysqldump -u root db_project > C:\Projects\mysql-backup\db_project_%date%.sql
cd C:\Projects\mysql-backup
git add .
git commit -m "Daily backup %date%"
git push origin main
7.3 Branch Terpisah
- Gunakan branch
developmentuntuk update database harian. - Gunakan branch
productionuntuk versi stabil database.
7.4 Hindari Menyimpan Data Sensitif
- Jangan commit file SQL dengan password asli.
- Gunakan anonymisasi data jika database dipublikasikan ke tim.
7.5 Commit Message Jelas
- Contoh:
Update table users: add column phone - Memudahkan tracking perubahan.
8. Kesimpulan
Menyimpan database MySQL di GitHub menggunakan Laragon memberikan:
- Backup aman di cloud
- Versioning setiap perubahan database
- Kolaborasi tim lebih mudah
- Workflow database lebih rapi
Dengan mengikuti tutorial ini, Anda dapat menjaga database tetap up-to-date, aman, dan bisa diakses oleh seluruh tim tanpa risiko kehilangan data. Penggunaan script otomatis dan naming convention yang jelas akan membuat manajemen database menjadi efisien dan profesional.