Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog

DVWA : Damn Vulnerable Web Application

  • August 14, 2025
  • oleh Edusoft Center
Daftar Topik
  1. Pendahuluan
  2. Apa itu DVWA?
  3. Tujuan Para Professional menggunakan DVWA
  4. Fitur fitur yang ada di DVWA
  5. Penggunaan DVWA dan Resikonya
  6. Cara Mudah Instalasi DVWA
  7. Kesimpulan

Pendahuluan

Di era digital saat ini, keamanan aplikasi web menjadi salah satu aspek terpenting yang tidak bisa diabaikan. Setiap tahun, ribuan serangan siber menargetkan aplikasi yang memiliki celah keamanan, mulai dari SQL Injection hingga Cross-Site Scripting. Hal ini menuntut para developer dan praktisi IT untuk tidak hanya menguasai pemrograman, tetapi juga memahami aspek keamanan sejak tahap pengembangan.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, hadir Damn Vulnerable Web Application (DVWA), sebuah aplikasi web yang sengaja dibuat dengan berbagai kerentanan. DVWA dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana serangan bekerja sekaligus bagaimana cara mencegahnya.

Apa itu DVWA?

DVWA (Damn Vulnerable Web Application/Aplikasi Web yang sangat rentan) adalah aplikasi web yang dirancang memiliki berbagai kerentanan yang dapat dieksploitasi. Para Peretas menggunakan DVWA untuk mensimulasikan serangannya dengan legal, tanpa harus meretas secara nyata.

Tujuan Para Professional menggunakan DVWA

DVWA bertujuan memberikan wadah bagi para peretas untuk melatih kemampuan mereka dalam meretas sistem yang ada dengan etis tanpa merugikan pihak lain. Serangan yang dapat dilakukan oleh para Pentester meliputi :

  • SQL Injection : Jenis serangan yang memanfaatkan kerentanan pada database, sehingga peretas mampu menyisipkan kode SQL berbahaya yang dapat menyebabkan penyerang mempunyai akses tidak sah terhadap data-data penggunanya.
  • XSS (Cross Site Scripting) : Serangan dari sisi klien yang menyisipkan script berbahaya yang bertujuan untuk mengacak-acak website, mengambil alih akun pengguna, bahkan menyebarkan Malware yang berbahaya pada website yang disusupinya.
  • CSRF (Cross Site Request Forgery) : Serangan yang dimana penyerang memanipulasi website supaya melakukan apa yang diinginkan si penyerang.
  • BruteForce : Serangan yang menebak kata sandi, enkripsi, atau metode pengamanan website lainnya dengan cara mencoba coba banyak kemungkinan hingga menemukan kombinasi yang tepat dengan tujuan untuk mendapatkan akses yang tidak sah.
  • Command Injection : Jenis serangan yang dimana penyerang menyisipkan perintah yang seharusnya tidak boleh dilakukan pada sebuah sistem yang rentan. Serangan ini memanfaatkan input validasi aplikasi sehingga penyerang mampu menyisipkan perintah berbahaya.

Fitur fitur yang ada di DVWA

DVWA memiliki berbagai fitur yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan peretas dalam melatih serangannya. Seperti :

  • Dashboard Sederhana : DVWA memiliki tampilan yang sangat sederhana dan mudah dipahami bahkan oleh pemula sekalipun.
  • Open Source : DVWA adalah platform yang bersifat open source sehingga siapapun bisa memodifikasinya sesuai dengan keinginan mereka.
  • Tingkat Kesulitan yang dapat di sesuaikan : tingkat kesulitan di platform ini dapat di sesuaikan dengan kemampuan para pengguna.

Penggunaan DVWA dan Resikonya

Jangan pernah sekali kali mengunggah DVWA pada layanan hosting ataupun server yang terhubung ke internet, DVWA benar benar sangat rentan untuk disusupi malware yang berbahaya. Penggunaan yang aman adalah dengan cara menggunakan Virtual Machine seperti VirtualBox ataupun VMWare dengan jaringan yang disetel ke mode NAT.

Meskipun DVWA dapat digunakan oleh siapa saja, perlu diingat penggunaannya TIDAK BOLEH SEMBARANGAN, karena platform ini ditunjukan untuk pembelajaran sehingga setiap penyalahgunaan yang merugikan akan berakibat pidana. seperti pada Pasal 30 ayat (1) UU ITE, “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.” Kemudian, orang yang melanggar Pasal 30 ayat (1) UU ITE berpotensi dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp600 juta, sebagaimana diatur dalam Pasal 46 ayat (1) UU ITE.

Cara Mudah Instalasi DVWA

Secara umum proses instalasi DVWA melibatkan setup server, cloninng github repository, dan konfigurasi file yang mungkin akan terasa sedikit merepotkan bagi para pemula, Karena itu penulis akan merekomendasikan OWASPBWA (Open Web Application Security Project : Broken Web Application) yang berisikan berbagai macam Aplikasi Web benar benar sangat rentan untuk dieksploitasi. Berikut adalah tahapan instalasi OWASPBWA :

1. Aktifkan Virtualisasi di perangkat anda terlebih dahulu, buka kolom search lalu cari “Turn Windows features on or off”

2. sebuah panel akan muncul, scroll kebawah dan pilih sistem yang digaris bawahi. setelah itu pilih ok dan restart perangkat anda.

tampilan panel yang akan muncul
pilih sistem yang digarisbawahi

3. kunjungi website VirtualBox, lalu pilih Download. Pilih VirtualBox Platform Packages sesuai dengan OS yang anda gunakan.

tampilan website VirtualBox
pilih opsi download sesuai dengan OS yang digunakan

4. Install VirtualBox

Tampilan setelah file instalasi dibuka
Pilih accept
Pilih Next, setelah tahap ini selalu pilih Next untuk tahap selanjutnya

5. Install OWASPBWA

Kunjungi Link : https://sourceforge.net/projects/owaspbwa/files/1.2/ dan pilih file dengan format ova

6. Jalankan OWASPBWA

Tampilan OWASPBWA setalah di jalankan, login sebagai root dan masukan password “owaspbwa”
Masukan IP Address yang tertera pada search tab lalu klik enter
Setelah tampilan dari OWASPBWA muncul, scroll kebawah lalu pilih DVWA
DVWA siap digunakan sebagai lab uji coba para peretas yang ingin memulai perjalanannya di dunia Hacking

Kesimpulan

DVWA merupakan alat belajar yang sangat berguna bagi siapa saja yang ingin memahami keamanan web. Dengan pendekatan praktik langsung, pengguna bisa mempelajari berbagai teknik serangan sekaligus cara mengatasinya. Namun, selalu ingat: gunakan DVWA dengan bijak dan hanya untuk tujuan edukasi.

Tags: #EdusoftCenter#KursusKomputerSoloKursusCyberSecuritySoloKursusHackingKursusPentest
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Membuat Animasi Sederhana di Flutter: Panduan Lengkap untuk Pemula
  • Tutorial Lengkap Flutter dengan API: Panduan Praktis untuk Pemula
  • Serangan Brute Force pada DVWA 1.8: Penjelasan, Simulasi, dan Mitigasi
  • Membuat Tampilan Responsive di Flutter: Panduan Lengkap
  • Menghubungkan Flutter dengan API

Arsip

  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus mysql kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map

All Right Reserved

WhatsApp us