QR Code bukan cuma alat pembayaran. Dalam sistem internal seperti kasir café, QR Code bisa dimanfaatkan untuk identifikasi menu, transaksi, hingga tracking data secara cepat dan akurat.
Pada artikel ini, saya membahas cara membuat QR Code dinamis menggunakan Google Apps Script dan menampilkannya langsung di Google Spreadsheet — tanpa library tambahan dan tanpa server eksternal.
Studi Kasus Singkat
Bayangkan sebuah café kecil yang memiliki beberapa menu.
Setiap menu ingin memiliki QR Code unik yang berisi informasi tertentu agar bisa:
- Discanning oleh kasir
- Dicetak dan ditempel
- Digunakan ulang untuk sistem lain di masa depan
Semua data menu disimpan di Google Spreadsheet sebagai pusat data.
Struktur Data Spreadsheet
Spreadsheet berfungsi sebagai database ringan.
Contoh struktur kolom:
| Kolom | Isi Data |
|---|---|
| A | ID Menu |
| B | Nama Menu |
| C | Kategori |
| D | Harga |
| E | Status |
| F | QR Code |

Konsep QR Code yang Digunakan
QR Code tidak menyimpan gambar, melainkan data teks terenkode.
Dalam praktik ini, QR Code menyimpan data terstruktur sederhana:
ID_MENU|NAMA_MENU|IDENTITAS_TOKO
Contoh:
M001|Kopi Susu Gula Aren|CAFE_ARIF
Keuntungan format ini:
- Ringkas
- Mudah diparsing
- Tidak bergantung koneksi internet saat scan
Pemanfaatan API QR Code Publik
Untuk menghasilkan QR Code, digunakan API gratis berikut:
https://api.qrserver.com/v1/create-qr-code/
Alasan memilih API ini:
- Gratis
- Tidak perlu API key
- Stabil
- Mendukung encoding teks panjang
Parameter utama:
size=200x200data=isi_data_qr
Integrasi dengan Google Apps Script
Google Apps Script berperan sebagai jembatan otomatisasi antara data Spreadsheet dan QR Code.
Setiap baris menu:
- Dibaca oleh script
- Datanya digabung
- Dikirim ke API QR Code
- Ditampilkan kembali sebagai gambar QR di Spreadsheet

Menampilkan QR Code Langsung di Spreadsheet
Google Spreadsheet memiliki fungsi bawaan IMAGE() yang memungkinkan URL gambar ditampilkan langsung di sel.
Dengan pendekatan ini:
- QR Code tampil otomatis
- Tidak perlu download manual
- Bisa langsung dicetak
Hasil akhirnya, kolom QR Code akan berisi gambar QR untuk setiap menu.

Proses Otomatisasi Massal
Salah satu keunggulan pendekatan ini adalah skalabilitas.
Jika café memiliki:
- 5 menu → 5 QR Code
- 50 menu → 50 QR Code
- 200 menu → 200 QR Code
Semua bisa digenerate dalam satu klik tanpa proses manual satu per satu.

Hasil Praktik Nyata
Setelah proses dijalankan, sistem menghasilkan:
- QR Code unik untuk setiap menu
- Data terpusat di Spreadsheet
- Tidak ada duplikasi
- Mudah diperbarui
Contoh hasil scan QR Code:
M002|Es Teh Lemon|CAFE_ARIF
Data ini bisa digunakan kembali untuk:
- Sistem kasir
- Tracking penjualan
- Integrasi aplikasi lain


Kelebihan Pendekatan Ini
✅ Tanpa backend server
✅ Gratis
✅ Mudah dipelajari pemula
✅ Cocok untuk UMKM
✅ Fleksibel untuk dikembangkan
Pendekatan ini membuktikan bahwa Spreadsheet bukan hanya alat administrasi, tetapi juga bisa menjadi fondasi sistem digital sederhana.
Potensi Pengembangan Selanjutnya
QR Code ini dapat diperluas menjadi:
- QR menu → input otomatis ke kasir
- QR transaksi → bukti pembayaran
- QR inventori → audit stok
- QR karyawan → absensi
Semua tetap berjalan di ekosistem Google.
Penutup
Dengan memanfaatkan Google Spreadsheet, Google Apps Script, dan API QR Code publik, kita bisa membangun sistem QR Code yang praktis, efisien, dan profesional tanpa biaya besar.
Solusi ini sangat cocok untuk pembelajaran, proyek portofolio, maupun implementasi nyata di lapangan.