- Pendahuluan
- Step 1: Membuat File Spreadsheet Baru
- Step 2: Membuat Struktur Tabel
- Step 3: Menghitung Rata-rata Otomatis
- Step 4: Membuat Sistem Grade Otomatis
- Step 5: Membuat Status Lulus atau Tidak
- Step 6: Membuat Ranking Otomatis
- Menggunakan Conditional Formatting
- Membuat Grafik Otomatis
- 1. Data Validation (Dropdown Kelas)
- 2. Filter Data
Pendahuluan
Spreadsheet bukan hanya sekadar tabel berisi angka. Di dunia pendidikan, bisnis, bahkan industri teknologi, spreadsheet menjadi alat penting untuk mengelola data, melakukan perhitungan otomatis, hingga membuat laporan visual yang informatif.
Bagi siswa jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) atau siapa pun yang ingin memahami dasar sistem informasi, membuat project spreadsheet adalah langkah awal yang sangat tepat. Melalui project ini, kamu tidak hanya belajar mengetik angka dan rumus, tetapi juga memahami konsep logika, algoritma sederhana, serta struktur data.
Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap dan bertahap cara membuat project spreadsheet sistem rekap nilai siswa otomatis menggunakan Google Sheets. Project ini cocok untuk:
- Tugas sekolah
- Portfolio IT
- Latihan logika dasar sebelum belajar database
- Dasar integrasi ke Google Apps Script
- Dasar menjadi Data Analyst pemula
Mari kita mulai dari konsep hingga implementasi.
Apa Itu Spreadsheet dan Mengapa Penting?
Spreadsheet adalah aplikasi berbasis tabel yang digunakan untuk mengolah data dalam bentuk baris dan kolom. Beberapa contoh software spreadsheet populer:
- Microsoft Excel
- Google Sheets
- LibreOffice Calc
Spreadsheet penting karena:
- Mudah digunakan
- Tidak membutuhkan coding rumit
- Bisa melakukan perhitungan otomatis
- Bisa membuat grafik dan dashboard
- Cocok untuk pengolahan data skala kecil hingga menengah
Bahkan banyak perusahaan besar masih menggunakan Excel atau Google Sheets untuk laporan keuangan dan analisis cepat.
Konsep Project: Sistem Rekap Nilai Siswa
Dalam project ini, kita akan membuat sistem yang mampu:
- Menginput data siswa
- Menghitung rata-rata otomatis
- Menentukan grade nilai
- Menentukan status lulus atau tidak
- Menghitung ranking otomatis
- Membuat grafik visualisasi nilai
- Menampilkan dashboard ringkasan data
Project ini sudah mencerminkan mini sistem informasi akademik.
Langkah-Langkah Membuat Project Spreadsheet
Step 1: Membuat File Spreadsheet Baru
- Buka Google Sheets
- Klik Blank Spreadsheet
- Ubah nama file menjadi:
Sistem Rekap Nilai Siswa
Step 2: Membuat Struktur Tabel
Buat header tabel pada baris pertama:
No | Nama | Kelas | Tugas | UTS | UAS | Rata-rata | Grade | Status | Ranking
Struktur ini penting karena menjadi pondasi sistem.
Penjelasan tiap kolom:
- No → Nomor urut siswa
- Nama → Nama lengkap siswa
- Kelas → Kelas siswa
- Tugas → Nilai tugas
- UTS → Nilai ujian tengah semester
- UAS → Nilai ujian akhir semester
- Rata-rata → Hasil perhitungan otomatis
- Grade → Nilai huruf
- Status → Lulus atau tidak
- Ranking → Peringkat kelas
Step 3: Menghitung Rata-rata Otomatis
Klik cell G2 lalu ketik:
=AVERAGE(D2:F2)
Fungsi AVERAGE digunakan untuk menghitung rata-rata dari nilai Tugas, UTS, dan UAS.
Tekan Enter lalu tarik ke bawah agar rumus otomatis berlaku untuk semua siswa.
Konsep yang dipelajari:
- Range data
- Fungsi statistik dasar
Step 4: Membuat Sistem Grade Otomatis
Klik H2 lalu masukkan rumus:
=IF(G2>=90,”A”,IF(G2>=80,”B”,IF(G2>=70,”C”,IF(G2>=60,”D”,”E”))))
Penjelasan logika:
- ≥ 90 = A
- ≥ 80 = B
- ≥ 70 = C
- ≥ 60 = D
- < 60 = E
Di sini kamu belajar konsep percabangan (conditional logic) seperti dalam bahasa pemrograman.
Step 5: Membuat Status Lulus atau Tidak
Klik I2 lalu ketik:
=IF(G2>=75,”Lulus”,”Tidak Lulus”)
Artinya:
Jika rata-rata ≥ 75 maka Lulus, jika tidak maka Tidak Lulus.
Ini contoh sederhana penerapan sistem keputusan otomatis.
Step 6: Membuat Ranking Otomatis
Klik J2 lalu ketik:
=RANK(G2,$G$2:$G$30,0)
Penjelasan:
- G2 → Nilai yang diranking
- $G$2:$G$30 → Range tetap (absolute reference)
- 0 → Urut dari terbesar
Konsep penting di sini adalah absolute reference menggunakan tanda $.
Membuat Tampilan Lebih Profesional
Menggunakan Conditional Formatting
Agar sistem terlihat profesional:
- Blok kolom Rata-rata
- Klik Format → Conditional Formatting
- Atur:
- Nilai ≥ 90 → Warna hijau
- Nilai < 75 → Warna merah
Ini membantu membaca data lebih cepat.
Membuat Grafik Otomatis
- Blok kolom Nama dan Rata-rata
- Klik Insert → Chart
- Pilih Column Chart
Grafik ini berguna untuk visualisasi performa siswa.
Membuat Dashboard Ringkasan Data
Tambahkan sheet baru bernama Dashboard.
Tambahkan informasi berikut:
Jumlah Siswa:
=COUNTA(B2:B30)
Jumlah Lulus:
=COUNTIF(I2:I30,”Lulus”)
Nilai Tertinggi:
=MAX(G2:G30)
Nilai Terendah:
=MIN(G2:G30)
Rata-rata Kelas:
=AVERAGE(G2:G30)
Dashboard ini meniru sistem laporan sekolah sungguhan.
Fitur Tambahan Agar Lebih Keren
1. Data Validation (Dropdown Kelas)
- Blok kolom Kelas
- Klik Data → Data Validation
- Buat dropdown kelas
Tujuannya agar input konsisten dan tidak salah ketik.
2. Filter Data
Gunakan fitur Filter untuk menampilkan data per kelas.
Ini mirip query database sederhana.
Konsep IT yang Dipelajari dari Project Ini
Walaupun hanya menggunakan spreadsheet, kamu sudah belajar:
- Struktur data tabel
- Logika IF (percabangan)
- Fungsi statistik
- Ranking algoritma
- Validasi data
- Visualisasi data
- Dashboard reporting
Ini adalah fondasi sebelum belajar:
- MySQL
- PHP
- Python Pandas
- Power BI
- Google Looker Studio
Kesalahan Umum Saat Membuat Spreadsheet
- Tidak menggunakan absolute reference
- Salah menentukan range data
- Tidak mengunci header
- Tidak memvalidasi input
- Data kosong memengaruhi perhitungan
Selalu periksa kembali rumus yang digunakan.
Pengembangan Lebih Lanjut
Jika ingin mengembangkan project ini menjadi lebih profesional, kamu bisa:
- Menghubungkan ke Google Forms untuk input otomatis
- Menggunakan Google Apps Script untuk membuat Web App
- Mengintegrasikan dengan database MySQL
- Membuat export PDF otomatis
- Menggabungkan dengan sistem absensi
Kesimpulan
Membuat project spreadsheet sistem rekap nilai siswa bukan sekadar latihan mengetik rumus. Ini adalah latihan membangun sistem informasi sederhana dengan logika yang terstruktur.
Spreadsheet melatih:
- Ketelitian
- Logika berpikir
- Manajemen data
- Analisis informasi
Bagi siswa RPL atau calon programmer, ini adalah fondasi penting sebelum masuk ke dunia coding yang lebih kompleks.
Dengan memahami spreadsheet secara mendalam, kamu tidak hanya bisa mengelola data, tetapi juga membangun sistem yang siap dikembangkan ke level profesional.