Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog

Cara Membuat Histogram di Python dengan Matplotlib

  • July 27, 2026
  • oleh Edusoft Center

Halo semuanya! Selamat datang di panduan lengkap visualisasi data menggunakan Python. Bagi kamu yang sedang mempelajari analisis data, data science, atau sekadar ingin mengolah data angka, salah satu bentuk grafik paling fundamental yang wajib dikuasai adalah Histogram.


Pada panduan mendalam kali ini, kita akan membahas secara tuntas dan rinci mengenai cara membuat, membaca, mengustomisasi, hingga menyimpan histogram menggunakan library Matplotlib langsung di dalam editor favorit para developer, yaitu Visual Studio Code (VS Code).


Prasyarat Sistem: Pastikan kamu sudah menginstal Python (versi 3.8+) dan editor VS Code di komputer kamu.

1. Memahami Konsep Dasar Histogram


Sebelum masuk ke ranah coding, penting untuk memahami terlebih dahulu apa sebenarnya fungsi dari histogram agar kamu tidak salah menggunakannya.


Histogram adalah jenis grafik yang digunakan untuk menampilkan distribusi frekuensi dari data numerik kontinu. Histogram membagi data menjadi beberapa kelompok rentang nilai yang disebut Bins (atau interval/kelas), lalu menghitung berapa banyak titik data yang jatuh ke dalam setiap interval tersebut.


⚠️ Jangan Tertukar: Perbedaan Histogram vs Bar Chart (Grafik Batang)
  • Bar Chart: Digunakan untuk membandingkan kategori diskret yang terpisah (contoh: Penjualan Produk A, B, C). Batang pada Bar Chart memiliki spasi/jarak antar batangnya.
  • Histogram: Digunakan untuk data numerik kontinu (contoh: Distribusi Umur, Tinggi Badan, Rentang Gaji). Batang pada Histogram saling menempel rapat tanpa spasi untuk menunjukkan kontinuitas rentang nilai.

2. Persiapan Environment & Instalasi Library di VS Code


Untuk mempraktikkan tutorial ini secara utuh, kita memerlukan tiga library utama di Python:


  • matplotlib: Library utama untuk membuat visualisasi dan grafik.
  • numpy: Library komputasi numerik untuk membuat data sampel sintetis.
  • pandas: Library manipulasi data untuk membaca dataset file CSV.

Buka terminal terintegrasi di VS Code dengan menekan shortcut Ctrl + ` (atau klik menu Terminal > New Terminal), lalu jalankan perintah instalasi berikut:


pip install matplotlib numpy pandas

3. Menyiapkan Workspace Jupyter Notebook di VS Code


Meskipun kamu bisa menggunakan script Python biasa (.py), menggunakan ekstensi Jupyter Notebook (.ipynb) di VS Code jauh lebih direkomendasikan untuk analisis data karena grafik hasil eksekusi akan langsung tampil tepat di bawah cell kode.


  1. Buka VS Code, buat file baru dan simpan dengan nama tutorial_histogram.ipynb.
  2. Pastikan ekstensi Jupyter di VS Code sudah aktif (jika belum, instal ekstensi Jupyter dari VS Code Marketplace).
  3. Pilih Kernel Python yang aktif pada bagian pojok kanan atas editor.

4. Membuat Histogram Dasar dengan Data Sampel


Mari kita mulai dari tingkat paling dasar terlebih dahulu. Kita akan membuat 1.000 data angka acak berdistribusi normal menggunakan NumPy, kemudian merender histogram sederhananya.

Ketikkan kode berikut pada cell pertama di Notebook kamu:


import matplotlib.pyplot as plt
import numpy as np

# Set seed agar angka acak yang dihasilkan konsisten
np.random.seed(42)

# Menghasilkan 1000 data acak berdistribusi normal (mean=0, std=1)
data_sampel = np.random.randn(1000)

# Membuat Histogram Dasar
plt.hist(data_sampel)

# Menampilkan Grafik
plt.show()

Tekan Shift + Enter untuk menjalankan cell di atas.


5. Kustomisasi Tampilan Histogram Agar Profesional


Histogram dasar di atas masih terlihat polos. Dalam standar pembuatan laporan analisis data, sebuah grafik wajib memiliki judul, label sumbu yang jelas, tata warna yang rapi, serta pembagian interval (bins) yang pas.


Gunakan baris kode kustomisasi berikut:


import matplotlib.pyplot as plt
import numpy as np

np.random.seed(42)
data_sampel = np.random.randn(1000)

# Mengatur ukuran kanvas grafik (Lebar: 8 inci, Tinggi: 5 inci)
plt.figure(figsize=(8, 5))

# Kustomisasi Histogram
plt.hist(
    data_sampel, 
    bins=30,                   # Mengubah jumlah interval menjadi 30 batang
    color='#3b82f6',           # Warna isi batang (Biru Modern)
    edgecolor='#1e293b',       # Warna garis tepi batang
    alpha=0.8                  # Tingkat transparansi warna (0.0 - 1.0)
)

# Menambahkan elemen penjelas grafik
plt.title('Distribusi Data Sampel Normal', fontsize=14, fontweight='bold')
plt.xlabel('Nilai Data (Interval)', fontsize=11)
plt.ylabel('Frekuensi (Jumlah Muncul)', fontsize=11)

# Menambahkan garis kisi-kisi (grid) agar mudah dibaca
plt.grid(axis='y', linestyle='--', alpha=0.5)

# Menampilkan grafik
plt.show()

Penjelasan Parameter Penting:

  • bins=30: Mengatur presisi pembagian kelompok data. Makin besar nilai bins, makin tipis dan detail batang yang dihasilkan.
  • edgecolor: Sangat penting ditambahkan agar antar-batang pada histogram terpisah dengan garis kontras yang jelas.
  • grid(axis='y'): Membantu mata pembaca dalam memetakan tinggi puncak batang ke angka frekuensi pada sumbu Y.

6. Eksperimen Pengaruh Jumlah Bins Terhadap Visualisasi

Salah satu kesalahan umum pemula saat membuat histogram adalah salah memilih jumlah Bins. Mari kita lihat perbandingannya saat data yang sama diplot menggunakan bins=5 (terlalu sedikit) vs bins=100 (terlalu banyak).

# Perbandingan pengaruh Bins
fig, (ax1, ax2) = plt.subplots(1, 2, figsize=(12, 4))

# Bins Terlalu Sedikit (Informasi Terlalu Umum)
ax1.hist(data_sampel, bins=5, color='orange', edgecolor='black')
ax1.set_title('Bins = 5 (Underfitting)')

# Bins Terlalu Banyak (Terlalu Bising/Noise)
ax2.hist(data_sampel, bins=100, color='green', edgecolor='black')
ax2.set_title('Bins = 100 (Overfitting)')

plt.show()

7. Lanjutan: Menambahkan Garis Rata-rata (Mean Line)

Untuk memberikan analisis statistik yang lebih kaya pada histogram, kita bisa menambahkan garis vertikal penanda nilai rata-rata (mean) atau median dari data tersebut.

# Hitung nilai rata-rata data
nilai_mean = np.mean(data_sampel)

plt.figure(figsize=(8, 5))
plt.hist(data_sampel, bins=30, color='skyblue', edgecolor='black', alpha=0.7)

# Menambahkan garis vertikal untuk Nilai Rata-rata (Mean)
plt.axvline(nilai_mean, color='red', linestyle='dashed', linewidth=2, label=f'Mean: {nilai_mean:.2f}')

plt.title('Histogram dengan Garis Rata-rata (Mean)')
plt.xlabel('Nilai Data')
plt.ylabel('Frekuensi')
plt.legend() # Menampilkan kotak keterangan label
plt.show()

8. Membuat Histogram dari File Dataset CSV (Pandas)

Di dunia kerja nyata, data jarang sekali dibuat acak pakai NumPy, melainkan diimpor dari file nyata seperti Excel atau CSV. Sebagai contoh, kita akan membaca dataset persentase penduduk miskin per provinsi tahun 2025 lalu melihat sebaran nilainya lewat histogram.

import pandas as pd
import matplotlib.pyplot as plt

# Membaca file CSV data persentase penduduk miskin 2025
df = pd.read_csv('Persentase Penduduk Miskin (P0) Menurut Provinsi dan Daerah, 2025.csv', skiprows=4)

# Mengambil nama provinsi dan kolom data Semester 1 (Maret 2025)
# Kolom index 0 = Provinsi, Kolom index 7 = Jumlah Persentase Miskin (Semester 1)
df_clean = df.iloc[:38, [0, 7]].copy()
df_clean.columns = ['Provinsi', 'Persentase_Miskin']

# Mengubah tipe data kolom menjadi angka/float
df_clean['Persentase_Miskin'] = pd.to_numeric(df_clean['Persentase_Miskin'])

# Membuat histogram dari kolom persentase kemiskinan
plt.figure(figsize=(8, 4))
plt.hist(df_clean['Persentase_Miskin'], bins=8, color='#8b5cf6', edgecolor='white')

plt.title('Distribusi Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi (2025)', fontsize=12, fontweight='bold')
plt.xlabel('Persentase Penduduk Miskin (%)')
plt.ylabel('Jumlah Provinsi')
plt.grid(axis='y', linestyle='--', alpha=0.5)

plt.show()
Persentase Penduduk Miskin (P0) Menurut Provinsi dan Daerah, 2025Download

9. Cara Menyimpan Gambar Hasil Histogram ke File Lokal

Setelah selesai membuat grafik histogram yang estetik, kamu tentu ingin menyimpan hasilnya ke bentuk file gambar (PNG/JPG) untuk dimasukkan ke dalam dokumen presentasi atau laporan.

Gunakan fungsi plt.savefig() sebelum memanggil fungsi plt.show():

plt.figure(figsize=(8, 5))
plt.hist(data_sampel, bins=30, color='teal', edgecolor='black')
plt.title('Histogram Siap Export')

# Simpan grafik ke direktori folder lokal dengan resolusi tinggi (300 DPI)
plt.savefig('grafik_histogram_hasil.png', dpi=300, bbox_inches='tight')

plt.show()
💡 Catatan Penting: Parameter bbox_inches='tight' berfungsi agar area judul dan label di sekeliling grafik tidak terpotong saat disimpan menjadi file gambar.

Rangkuman Cheatsheet Kode Histogram

Berikut adalah tabel ringkasan fungsi-fungsi utama Matplotlib yang kita gunakan dalam pembuatan histogram:

Fungsi / ParameterKegunaan / Fungsi Utama
plt.hist(data)Membuat objek grafik histogram dari sekumpulan data.
bins=NMenentukan jumlah batang/kelompok interval frekuensi.
edgecolor='color'Memberi warna garis batas/tepi antar-batang histogram.
plt.axvline(x)Menambahkan garis bantu vertikal (misal: Mean/Median).
plt.savefig('nama.png')Mengeksport grafik ke file gambar resolusi tinggi.

Kesimpulan

Histogram adalah alat visualisasi yang sangat ampuh untuk memahami pola sebaran data numerik secara cepat. Dengan menggabungkan fleksibilitas library Matplotlib dan kemudahan lingkungan kerja VS Code (Jupyter Extension), kamu dapat dengan mudah mengeksplorasi data, melakukan kustomisasi tampilan, hingga mengeksport grafik berkualitas tinggi untuk kebutuhan analisis data kamu.

Tags: datahistogramjupyter notebookmatplotlibpythonVS Code
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Membangun Web Server Apache pada Debian 13
  • Bar Chart untuk Perbandingan Antar Kategori
  • Cara Membuat Histogram di Python dengan Matplotlib
  • Panduan requirements.txt untuk Pemula
  • Cara Import Dataset ke SQLite dengan Python

Arsip

  • July 2026
  • June 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

#EdusoftCenter apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map

All Right Reserved

WhatsApp us