Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
    • Data & AI
      • Data Analyst
      • Data Scientist
      • AI Engineer
      • Data Engineer
      • Business Intelligence (BI) Specialist
    • Infrastruktur & Keamanan
      • Network Engineer
      • System Engineer
      • DevOps Engineer
      • Security Engineer
      • Cloud Engineer
    • Programming & Web Development
      • Web & App Developer
      • Web Developer
      • WordPress Developer
      • Mobile Developer
    • Spesialisasi
      • Blockchain Engineer
      • IOT Engineer
      • Digital Marketing Specialist
  • Elearning
  • Blog
  • Portfolio
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
    • Data & AI
      • Data Analyst
      • Data Scientist
      • AI Engineer
      • Data Engineer
      • Business Intelligence (BI) Specialist
    • Infrastruktur & Keamanan
      • Network Engineer
      • System Engineer
      • DevOps Engineer
      • Security Engineer
      • Cloud Engineer
    • Programming & Web Development
      • Web & App Developer
      • Web Developer
      • WordPress Developer
      • Mobile Developer
    • Spesialisasi
      • Blockchain Engineer
      • IOT Engineer
      • Digital Marketing Specialist
  • Elearning
  • Blog
  • Portfolio

Menentukan Perangkat Jaringan Bermasalah Menggunakan SQL

  • September 10, 2026
  • oleh Devina Ghea Amanda

Ketika mengelola sebuah jaringan, tidak semua masalah langsung terlihat dari kabel atau lampu indikator perangkat. Kadang ada perangkat yang masih terhubung, tetapi penggunaan CPU terlalu tinggi, memory hampir penuh, atau trafik jaringannya tidak normal.

Kalau jumlah perangkat masih sedikit, pengecekan satu per satu mungkin masih bisa dilakukan. Namun, bagaimana kalau ada puluhan bahkan ratusan perangkat?

Di sinilah data monitoring bisa membantu.

Pada praktik kali ini, saya mencoba menggunakan SQL untuk mencari perangkat jaringan yang memiliki kondisi tidak normal. Data yang digunakan berisi informasi seperti nama perangkat, alamat IP, penggunaan CPU, penggunaan memory, trafik jaringan, serta status perangkat.

Dengan SQL, kita tidak perlu melihat data satu per satu. Kita bisa membuat kondisi tertentu untuk menemukan perangkat yang perlu diperiksa lebih lanjut.


Kenapa Data Monitoring Jaringan Perlu Dianalisis?

Monitoring jaringan biasanya menghasilkan banyak data. Misalnya:

  • Nama perangkat
  • IP Address
  • Jenis perangkat
  • CPU Usage
  • Memory Usage
  • Trafik jaringan
  • Status perangkat
  • Waktu monitoring

Data tersebut sebenarnya cukup berguna, tetapi akan kurang efektif kalau hanya disimpan tanpa dianalisis.

Sebagai contoh, terdapat data seperti berikut:

PerangkatIP AddressCPUMemoryTrafikStatus
Router-01192.168.1.135%48%320 MbpsNormal
Switch-01192.168.1.242%55%280 MbpsNormal
Server-01192.168.1.1091%89%850 MbpsWarning
AP-03192.168.1.2396%94%920 MbpsWarning

Dari tabel tersebut sebenarnya sudah terlihat ada beberapa perangkat yang perlu diperhatikan. Masalahnya, kalau datanya sudah mencapai ribuan baris, kita tentu tidak ingin mengecek semuanya secara manual. SQL bisa membantu menyaring data tersebut.


PerangkatIP AddressCPUMemoryTrafikStatus
Router-01192.168.1.135%48%320 MbpsNormal
Switch-01192.168.1.242%55%280 MbpsNormal
Server-01192.168.1.1091%89%850 MbpsWarning
AP-03192.168.1.2396%94%920 MbpsWarning

Dari tabel tersebut sebenarnya sudah terlihat ada beberapa perangkat yang perlu diperhatikan. Masalahnya, kalau datanya sudah mencapai ribuan baris, kita tentu tidak ingin mengecek semuanya secara manual. SQL bisa membantu menyaring data tersebut.


Studi Kasus

Dalam praktik ini saya menggunakan sebuah database sederhana bernama:

monitoring_jaringan

Kemudian dibuat tabel:

network_devices

Tabel tersebut digunakan untuk menyimpan data hasil monitoring perangkat jaringan.

Struktur data yang digunakan adalah:

KolomKeterangan
idID perangkat
device_nameNama perangkat
ip_addressIP Address
device_typeJenis perangkat
cpu_usagePenggunaan CPU
memory_usagePenggunaan memory
traffic_mbpsTrafik jaringan
statusKondisi perangkat

Tujuan analisisnya sederhana:

Menentukan perangkat jaringan mana yang perlu diperiksa berdasarkan kondisi monitoring.


Persiapan Database

Untuk praktik ini saya menggunakan MariaDB/MySQL melalui XAMPP.

Jika menggunakan XAMPP di Windows, buka XAMPP Control Panel, kemudian aktifkan:

  • Apache
  • MySQL

Membuka MySQL melalui CMD

Masuk ke folder MySQL pada XAMPP.

Contohnya:

cd C:\xampp\mysql\bin

Kemudian jalankan:

mysql -u root -p

Jika MySQL tidak menggunakan password, biasanya cukup tekan Enter ketika diminta password.


Membuat Database

Setelah berhasil masuk ke MariaDB, buat database untuk menyimpan data monitoring.

CREATE DATABASE monitoring_jaringan;

Kemudian gunakan database tersebut:

USE monitoring_jaringan;

Untuk memastikan database sudah digunakan, jalankan:

SELECT DATABASE();

Hasilnya seharusnya menunjukkan:

monitoring_jaringan

Membuat Tabel Perangkat Jaringan

Selanjutnya kita membuat tabel untuk menyimpan data perangkat.

CREATE TABLE network_devices (
    id INT AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
    device_name VARCHAR(50),
    ip_address VARCHAR(20),
    device_type VARCHAR(30),
    cpu_usage DECIMAL(5,2),
    memory_usage DECIMAL(5,2),
    traffic_mbps DECIMAL(10,2),
    status VARCHAR(20)
);

Untuk memastikan tabel berhasil dibuat:

SHOW TABLES;

Kemudian cek struktur tabel:

DESCRIBE network_devices;

Memasukkan Data Monitoring

Sekarang kita masukkan beberapa data perangkat jaringan.

INSERT INTO network_devices
(device_name, ip_address, device_type, cpu_usage, memory_usage, traffic_mbps, status)
VALUES
('Router-01', '192.168.1.1', 'Router', 35.50, 48.20, 320.00, 'Normal'),
('Switch-01', '192.168.1.2', 'Switch', 42.30, 55.10, 280.00, 'Normal'),
('Switch-02', '192.168.1.3', 'Switch', 88.70, 82.40, 650.00, 'Warning'),
('Server-01', '192.168.1.10', 'Server', 91.20, 89.50, 850.00, 'Warning'),
('Server-02', '192.168.1.11', 'Server', 52.80, 61.30, 420.00, 'Normal'),
('AP-01', '192.168.1.21', 'Access Point', 45.20, 50.40, 180.00, 'Normal'),
('AP-02', '192.168.1.22', 'Access Point', 67.50, 72.10, 390.00, 'Normal'),
('AP-03', '192.168.1.23', 'Access Point', 96.40, 94.20, 920.00, 'Warning'),
('Router-02', '192.168.1.5', 'Router', 74.30, 68.50, 510.00, 'Normal'),
('Switch-03', '192.168.1.6', 'Switch', 38.70, 44.60, 250.00, 'Normal');

Setelah data dimasukkan, tampilkan seluruh data

SELECT * FROM network_devices;

Mulai Mencari Perangkat Bermasalah

Sekarang masuk ke bagian yang paling penting. Kita akan menggunakan SQL untuk menentukan perangkat mana yang kondisinya perlu diperiksa. Untuk contoh sederhana, kita bisa menggunakan beberapa batas:

  • CPU di atas 80% → perlu diperhatikan
  • Memory di atas 80% → perlu diperhatikan
  • Trafik di atas 700 Mbps → perlu diperhatikan
  • Status Warning → perlu diperiksa

Batas tersebut hanya digunakan sebagai contoh analisis. Pada jaringan sebenarnya, batas normal bisa berbeda tergantung spesifikasi dan kebutuhan jaringan.


1. Mencari Perangkat dengan CPU Tinggi

Pertama, kita cari perangkat yang penggunaan CPU-nya lebih dari 80%.

SELECT
    device_name,
    ip_address,
    device_type,
    cpu_usage
FROM network_devices
WHERE cpu_usage > 80;

Dari query tersebut, database hanya akan menampilkan perangkat yang CPU-nya berada di atas batas yang kita tentukan.

Contohnya:

Mau Kuasai Menentukan Perangkat Jaringan Bermasalah Menggunakan SQL Sampai Bisa Praktik Langsung?

Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.

Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →

Server-01
Switch-02
AP-03

Artinya ketiga perangkat tersebut bisa menjadi kandidat untuk pemeriksaan lebih lanjut.


2. Mencari Perangkat dengan Memory Tinggi

CPU bukan satu-satunya indikator. Memory yang terlalu tinggi juga bisa menunjukkan bahwa perangkat sedang menangani beban yang cukup besar.

Gunakan query:

SELECT
    device_name,
    ip_address,
    device_type,
    memory_usage
FROM network_devices
WHERE memory_usage > 80;

Hasilnya akan menunjukkan perangkat yang penggunaan memory-nya lebih dari 80%.


3. Mencari Trafik Jaringan yang Tinggi

Selanjutnya kita lihat trafik jaringan.

SELECT
    device_name,
    ip_address,
    device_type,
    traffic_mbps
FROM network_devices
WHERE traffic_mbps > 700;

Dari query ini kita bisa mengetahui perangkat yang memiliki trafik lebih dari 700 Mbps.

Misalnya hasilnya:

Server-01
AP-03

Kedua perangkat tersebut perlu diperiksa lebih lanjut. Namun, trafik yang tinggi belum tentu berarti perangkat mengalami masalah. Trafik tinggi bisa saja terjadi karena perangkat memang sedang digunakan untuk aktivitas yang besar. Karena itu, sebaiknya trafik dilihat bersama indikator lainnya.


4. Mencari Perangkat Berstatus Warning

Cara paling sederhana adalah mencari perangkat yang sudah memiliki status Warning.

SELECT
    device_name,
    ip_address,
    device_type,
    status
FROM network_devices
WHERE status = 'Warning';

Query ini akan menampilkan perangkat yang statusnya sudah ditandai sebagai peringatan.


5. Menggabungkan Beberapa Kondisi Sekaligus

Nah, bagian ini mulai lebih menarik. Daripada memeriksa CPU, memory, dan trafik secara terpisah, kita bisa menggabungkan beberapa kondisi menggunakan OR.

SELECT
    device_name,
    ip_address,
    device_type,
    cpu_usage,
    memory_usage,
    traffic_mbps,
    status
FROM network_devices
WHERE cpu_usage > 80
   OR memory_usage > 80
   OR traffic_mbps > 700
   OR status = 'Warning';

Dengan query ini, perangkat akan muncul apabila minimal salah satu kondisi terpenuhi. Ini jauh lebih praktis dibandingkan melihat seluruh data secara manual.


6. Menentukan Perangkat yang Paling Perlu Diperhatikan

Sekarang kita bisa membuat kondisi yang lebih ketat. Misalnya kita ingin mencari perangkat yang memiliki CPU tinggi dan memory tinggi secara bersamaan.

Gunakan:

SELECT
    device_name,
    ip_address,
    device_type,
    cpu_usage,
    memory_usage
FROM network_devices
WHERE cpu_usage > 80
  AND memory_usage > 80;

Perbedaan AND dan OR cukup penting.

OR

WHERE cpu_usage > 80
   OR memory_usage > 80

Artinya salah satu kondisi terpenuhi sudah cukup untuk menampilkan perangkat.

AND

WHERE cpu_usage > 80
  AND memory_usage > 80

Artinya kedua kondisi harus terpenuhi. Jadi, penggunaan AND bisa membantu mempersempit hasil pencarian.


7. Membuat Kategori Kondisi Perangkat

Kita juga bisa membuat hasil analisis menjadi lebih mudah dibaca menggunakan CASE.

Contohnya:

SELECT
    device_name,
    ip_address,
    cpu_usage,
    memory_usage,
    traffic_mbps,
    CASE
        WHEN cpu_usage > 80
          OR memory_usage > 80
          OR traffic_mbps > 700
        THEN 'Perlu Diperiksa'
        ELSE 'Normal'
    END AS hasil_analisis
FROM network_devices;

Hasilnya akan memberikan kolom tambahan bernama:

hasil_analisis

Isinya bisa berupa:

Normal
Perlu Diperiksa

Dengan cara ini, hasil query menjadi lebih mudah dipahami tanpa harus melihat satu per satu angka CPU, memory, dan trafik.


Membuat Ranking Perangkat Berdasarkan CPU

Selain mencari perangkat yang melewati batas tertentu, kita juga bisa mengurutkan perangkat berdasarkan penggunaan CPU.

SELECT
    device_name,
    ip_address,
    device_type,
    cpu_usage
FROM network_devices
ORDER BY cpu_usage DESC;

DESC berarti data diurutkan dari nilai terbesar ke terkecil. Dengan begitu, perangkat dengan penggunaan CPU paling tinggi akan muncul di bagian atas. Cara ini cukup membantu ketika kita ingin menentukan perangkat mana yang sebaiknya diperiksa terlebih dahulu.


Mencari 3 Perangkat dengan CPU Tertinggi

Kalau jumlah perangkat cukup banyak, kita bisa mengambil beberapa perangkat dengan nilai tertinggi saja.

SELECT
    device_name,
    ip_address,
    device_type,
    cpu_usage
FROM network_devices
ORDER BY cpu_usage DESC
LIMIT 3;

Query tersebut akan mengambil 3 perangkat dengan penggunaan CPU tertinggi. Konsep seperti ini bisa dikembangkan untuk membuat laporan monitoring secara berkala.


Dari Data ke Tindakan

Hasil analisis SQL dapat digunakan sebagai langkah awal sebelum melakukan troubleshooting.

Contohnya:

Hasil MonitoringKemungkinan Tindakan
CPU tinggiCek proses atau beban perangkat
Memory tinggiCek penggunaan memory dan konfigurasi
Trafik tinggiCek sumber trafik
Status WarningLakukan pemeriksaan lebih lanjut
CPU + Memory tinggiJadikan prioritas pemeriksaan

Dengan cara tersebut, proses troubleshooting menjadi lebih terarah.


Kesimpulan

Dari praktik ini dapat dilihat bahwa SQL tidak hanya digunakan untuk menyimpan dan mengambil data. SQL juga bisa digunakan untuk membantu proses monitoring dan analisis jaringan. Dengan memanfaatkan SELECT, WHERE, AND, OR, ORDER BY, LIMIT, dan CASE, kita bisa menyaring data monitoring untuk menemukan perangkat yang perlu diperiksa.

Keuntungannya, semakin banyak data yang dimiliki, proses pencarian perangkat bermasalah tetap bisa dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan memeriksa data satu per satu. Tetapi hasil query tetap perlu dianggap sebagai indikator awal, bukan diagnosis bahwa perangkat benar-benar rusak. Setelah perangkat ditemukan, pengecekan langsung terhadap perangkat dan kondisi jaringan tetap diperlukan. Pada akhirnya, kombinasi antara monitoring jaringan, database, dan SQL dapat membantu proses troubleshooting menjadi lebih terstruktur karena keputusan awal dibuat berdasarkan data yang tersedia.

Penulis : Devina Ghea Amanda

Mau Kuasai Menentukan Perangkat Jaringan Bermasalah Menggunakan SQL Sampai Bisa Praktik Langsung?

Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.

Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →

Tags: command promptCPU UsageMariaDBMemory UsageNetwork DevicesPerangkat JaringanPraktik SQLsqlSQL MonitoringTroubleshooting Jaringan
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Cara Membuat GitHub Pages untuk Portofolio Data Analyst
  • Your Data, Your Rules: Mengapa Self-Hosted Cloud Storage Penting di 2026?
  • Cara Deploy Notebook ke GitHub dengan Dokumentasi Lengkap
  • Menentukan Perangkat Jaringan Bermasalah Menggunakan SQL
  • Navbar Berantakan di HP? Ini Rahasia Bikin Navbar Responsive Auto Rapi Pakai Flexbox

Arsip

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP python security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2026 | Privacy Policy | Site Map | Portfolio Magang | Butuh tim kami langsung yang mengerjakan? Lihat layanan implementasi →

All Right Reserved

WhatsApp us