Ketika mengelola sebuah jaringan, tidak semua masalah langsung terlihat dari kabel atau lampu indikator perangkat. Kadang ada perangkat yang masih terhubung, tetapi penggunaan CPU terlalu tinggi, memory hampir penuh, atau trafik jaringannya tidak normal.
Kalau jumlah perangkat masih sedikit, pengecekan satu per satu mungkin masih bisa dilakukan. Namun, bagaimana kalau ada puluhan bahkan ratusan perangkat?
Di sinilah data monitoring bisa membantu.
Pada praktik kali ini, saya mencoba menggunakan SQL untuk mencari perangkat jaringan yang memiliki kondisi tidak normal. Data yang digunakan berisi informasi seperti nama perangkat, alamat IP, penggunaan CPU, penggunaan memory, trafik jaringan, serta status perangkat.
Dengan SQL, kita tidak perlu melihat data satu per satu. Kita bisa membuat kondisi tertentu untuk menemukan perangkat yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Kenapa Data Monitoring Jaringan Perlu Dianalisis?
Monitoring jaringan biasanya menghasilkan banyak data. Misalnya:
- Nama perangkat
- IP Address
- Jenis perangkat
- CPU Usage
- Memory Usage
- Trafik jaringan
- Status perangkat
- Waktu monitoring
Data tersebut sebenarnya cukup berguna, tetapi akan kurang efektif kalau hanya disimpan tanpa dianalisis.
Sebagai contoh, terdapat data seperti berikut:
| Perangkat | IP Address | CPU | Memory | Trafik | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| Router-01 | 192.168.1.1 | 35% | 48% | 320 Mbps | Normal |
| Switch-01 | 192.168.1.2 | 42% | 55% | 280 Mbps | Normal |
| Server-01 | 192.168.1.10 | 91% | 89% | 850 Mbps | Warning |
| AP-03 | 192.168.1.23 | 96% | 94% | 920 Mbps | Warning |
Dari tabel tersebut sebenarnya sudah terlihat ada beberapa perangkat yang perlu diperhatikan. Masalahnya, kalau datanya sudah mencapai ribuan baris, kita tentu tidak ingin mengecek semuanya secara manual. SQL bisa membantu menyaring data tersebut.
| Perangkat | IP Address | CPU | Memory | Trafik | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| Router-01 | 192.168.1.1 | 35% | 48% | 320 Mbps | Normal |
| Switch-01 | 192.168.1.2 | 42% | 55% | 280 Mbps | Normal |
| Server-01 | 192.168.1.10 | 91% | 89% | 850 Mbps | Warning |
| AP-03 | 192.168.1.23 | 96% | 94% | 920 Mbps | Warning |
Dari tabel tersebut sebenarnya sudah terlihat ada beberapa perangkat yang perlu diperhatikan. Masalahnya, kalau datanya sudah mencapai ribuan baris, kita tentu tidak ingin mengecek semuanya secara manual. SQL bisa membantu menyaring data tersebut.
Studi Kasus
Dalam praktik ini saya menggunakan sebuah database sederhana bernama:
monitoring_jaringanKemudian dibuat tabel:
network_devicesTabel tersebut digunakan untuk menyimpan data hasil monitoring perangkat jaringan.
Struktur data yang digunakan adalah:
| Kolom | Keterangan |
|---|---|
| id | ID perangkat |
| device_name | Nama perangkat |
| ip_address | IP Address |
| device_type | Jenis perangkat |
| cpu_usage | Penggunaan CPU |
| memory_usage | Penggunaan memory |
| traffic_mbps | Trafik jaringan |
| status | Kondisi perangkat |
Tujuan analisisnya sederhana:
Menentukan perangkat jaringan mana yang perlu diperiksa berdasarkan kondisi monitoring.
Persiapan Database
Untuk praktik ini saya menggunakan MariaDB/MySQL melalui XAMPP.
Jika menggunakan XAMPP di Windows, buka XAMPP Control Panel, kemudian aktifkan:
- Apache
- MySQL

Membuka MySQL melalui CMD
Masuk ke folder MySQL pada XAMPP.
Contohnya:
cd C:\xampp\mysql\binKemudian jalankan:
mysql -u root -pJika MySQL tidak menggunakan password, biasanya cukup tekan Enter ketika diminta password.

Membuat Database
Setelah berhasil masuk ke MariaDB, buat database untuk menyimpan data monitoring.
CREATE DATABASE monitoring_jaringan;Kemudian gunakan database tersebut:
USE monitoring_jaringan;Untuk memastikan database sudah digunakan, jalankan:
SELECT DATABASE();Hasilnya seharusnya menunjukkan:
monitoring_jaringan
Membuat Tabel Perangkat Jaringan
Selanjutnya kita membuat tabel untuk menyimpan data perangkat.
CREATE TABLE network_devices (
id INT AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
device_name VARCHAR(50),
ip_address VARCHAR(20),
device_type VARCHAR(30),
cpu_usage DECIMAL(5,2),
memory_usage DECIMAL(5,2),
traffic_mbps DECIMAL(10,2),
status VARCHAR(20)
);Untuk memastikan tabel berhasil dibuat:
SHOW TABLES;Kemudian cek struktur tabel:
DESCRIBE network_devices;
Memasukkan Data Monitoring
Sekarang kita masukkan beberapa data perangkat jaringan.
INSERT INTO network_devices
(device_name, ip_address, device_type, cpu_usage, memory_usage, traffic_mbps, status)
VALUES
('Router-01', '192.168.1.1', 'Router', 35.50, 48.20, 320.00, 'Normal'),
('Switch-01', '192.168.1.2', 'Switch', 42.30, 55.10, 280.00, 'Normal'),
('Switch-02', '192.168.1.3', 'Switch', 88.70, 82.40, 650.00, 'Warning'),
('Server-01', '192.168.1.10', 'Server', 91.20, 89.50, 850.00, 'Warning'),
('Server-02', '192.168.1.11', 'Server', 52.80, 61.30, 420.00, 'Normal'),
('AP-01', '192.168.1.21', 'Access Point', 45.20, 50.40, 180.00, 'Normal'),
('AP-02', '192.168.1.22', 'Access Point', 67.50, 72.10, 390.00, 'Normal'),
('AP-03', '192.168.1.23', 'Access Point', 96.40, 94.20, 920.00, 'Warning'),
('Router-02', '192.168.1.5', 'Router', 74.30, 68.50, 510.00, 'Normal'),
('Switch-03', '192.168.1.6', 'Switch', 38.70, 44.60, 250.00, 'Normal');Setelah data dimasukkan, tampilkan seluruh data
SELECT * FROM network_devices;
Mulai Mencari Perangkat Bermasalah
Sekarang masuk ke bagian yang paling penting. Kita akan menggunakan SQL untuk menentukan perangkat mana yang kondisinya perlu diperiksa. Untuk contoh sederhana, kita bisa menggunakan beberapa batas:
- CPU di atas 80% → perlu diperhatikan
- Memory di atas 80% → perlu diperhatikan
- Trafik di atas 700 Mbps → perlu diperhatikan
- Status
Warning→ perlu diperiksa
Batas tersebut hanya digunakan sebagai contoh analisis. Pada jaringan sebenarnya, batas normal bisa berbeda tergantung spesifikasi dan kebutuhan jaringan.
1. Mencari Perangkat dengan CPU Tinggi
Pertama, kita cari perangkat yang penggunaan CPU-nya lebih dari 80%.
SELECT
device_name,
ip_address,
device_type,
cpu_usage
FROM network_devices
WHERE cpu_usage > 80;Dari query tersebut, database hanya akan menampilkan perangkat yang CPU-nya berada di atas batas yang kita tentukan.
Contohnya:
Mau Kuasai Menentukan Perangkat Jaringan Bermasalah Menggunakan SQL Sampai Bisa Praktik Langsung?
Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.
Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →
Server-01
Switch-02
AP-03Artinya ketiga perangkat tersebut bisa menjadi kandidat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

2. Mencari Perangkat dengan Memory Tinggi
CPU bukan satu-satunya indikator. Memory yang terlalu tinggi juga bisa menunjukkan bahwa perangkat sedang menangani beban yang cukup besar.
Gunakan query:
SELECT
device_name,
ip_address,
device_type,
memory_usage
FROM network_devices
WHERE memory_usage > 80;Hasilnya akan menunjukkan perangkat yang penggunaan memory-nya lebih dari 80%.

3. Mencari Trafik Jaringan yang Tinggi
Selanjutnya kita lihat trafik jaringan.
SELECT
device_name,
ip_address,
device_type,
traffic_mbps
FROM network_devices
WHERE traffic_mbps > 700;Dari query ini kita bisa mengetahui perangkat yang memiliki trafik lebih dari 700 Mbps.
Misalnya hasilnya:
Server-01
AP-03
Kedua perangkat tersebut perlu diperiksa lebih lanjut. Namun, trafik yang tinggi belum tentu berarti perangkat mengalami masalah. Trafik tinggi bisa saja terjadi karena perangkat memang sedang digunakan untuk aktivitas yang besar. Karena itu, sebaiknya trafik dilihat bersama indikator lainnya.
4. Mencari Perangkat Berstatus Warning
Cara paling sederhana adalah mencari perangkat yang sudah memiliki status Warning.
SELECT
device_name,
ip_address,
device_type,
status
FROM network_devices
WHERE status = 'Warning';Query ini akan menampilkan perangkat yang statusnya sudah ditandai sebagai peringatan.

5. Menggabungkan Beberapa Kondisi Sekaligus
Nah, bagian ini mulai lebih menarik. Daripada memeriksa CPU, memory, dan trafik secara terpisah, kita bisa menggabungkan beberapa kondisi menggunakan OR.
SELECT
device_name,
ip_address,
device_type,
cpu_usage,
memory_usage,
traffic_mbps,
status
FROM network_devices
WHERE cpu_usage > 80
OR memory_usage > 80
OR traffic_mbps > 700
OR status = 'Warning';Dengan query ini, perangkat akan muncul apabila minimal salah satu kondisi terpenuhi. Ini jauh lebih praktis dibandingkan melihat seluruh data secara manual.

6. Menentukan Perangkat yang Paling Perlu Diperhatikan
Sekarang kita bisa membuat kondisi yang lebih ketat. Misalnya kita ingin mencari perangkat yang memiliki CPU tinggi dan memory tinggi secara bersamaan.
Gunakan:
SELECT
device_name,
ip_address,
device_type,
cpu_usage,
memory_usage
FROM network_devices
WHERE cpu_usage > 80
AND memory_usage > 80;Perbedaan AND dan OR cukup penting.
OR
WHERE cpu_usage > 80
OR memory_usage > 80Artinya salah satu kondisi terpenuhi sudah cukup untuk menampilkan perangkat.
AND
WHERE cpu_usage > 80
AND memory_usage > 80Artinya kedua kondisi harus terpenuhi. Jadi, penggunaan AND bisa membantu mempersempit hasil pencarian.

7. Membuat Kategori Kondisi Perangkat
Kita juga bisa membuat hasil analisis menjadi lebih mudah dibaca menggunakan CASE.
Contohnya:
SELECT
device_name,
ip_address,
cpu_usage,
memory_usage,
traffic_mbps,
CASE
WHEN cpu_usage > 80
OR memory_usage > 80
OR traffic_mbps > 700
THEN 'Perlu Diperiksa'
ELSE 'Normal'
END AS hasil_analisis
FROM network_devices;Hasilnya akan memberikan kolom tambahan bernama:
hasil_analisisIsinya bisa berupa:
Normal
Perlu DiperiksaDengan cara ini, hasil query menjadi lebih mudah dipahami tanpa harus melihat satu per satu angka CPU, memory, dan trafik.

Membuat Ranking Perangkat Berdasarkan CPU
Selain mencari perangkat yang melewati batas tertentu, kita juga bisa mengurutkan perangkat berdasarkan penggunaan CPU.
SELECT
device_name,
ip_address,
device_type,
cpu_usage
FROM network_devices
ORDER BY cpu_usage DESC;DESC berarti data diurutkan dari nilai terbesar ke terkecil. Dengan begitu, perangkat dengan penggunaan CPU paling tinggi akan muncul di bagian atas. Cara ini cukup membantu ketika kita ingin menentukan perangkat mana yang sebaiknya diperiksa terlebih dahulu.

Mencari 3 Perangkat dengan CPU Tertinggi
Kalau jumlah perangkat cukup banyak, kita bisa mengambil beberapa perangkat dengan nilai tertinggi saja.
SELECT
device_name,
ip_address,
device_type,
cpu_usage
FROM network_devices
ORDER BY cpu_usage DESC
LIMIT 3;Query tersebut akan mengambil 3 perangkat dengan penggunaan CPU tertinggi. Konsep seperti ini bisa dikembangkan untuk membuat laporan monitoring secara berkala.

Dari Data ke Tindakan
Hasil analisis SQL dapat digunakan sebagai langkah awal sebelum melakukan troubleshooting.
Contohnya:
| Hasil Monitoring | Kemungkinan Tindakan |
|---|---|
| CPU tinggi | Cek proses atau beban perangkat |
| Memory tinggi | Cek penggunaan memory dan konfigurasi |
| Trafik tinggi | Cek sumber trafik |
| Status Warning | Lakukan pemeriksaan lebih lanjut |
| CPU + Memory tinggi | Jadikan prioritas pemeriksaan |
Dengan cara tersebut, proses troubleshooting menjadi lebih terarah.
Kesimpulan
Dari praktik ini dapat dilihat bahwa SQL tidak hanya digunakan untuk menyimpan dan mengambil data. SQL juga bisa digunakan untuk membantu proses monitoring dan analisis jaringan. Dengan memanfaatkan SELECT, WHERE, AND, OR, ORDER BY, LIMIT, dan CASE, kita bisa menyaring data monitoring untuk menemukan perangkat yang perlu diperiksa.
Keuntungannya, semakin banyak data yang dimiliki, proses pencarian perangkat bermasalah tetap bisa dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan memeriksa data satu per satu. Tetapi hasil query tetap perlu dianggap sebagai indikator awal, bukan diagnosis bahwa perangkat benar-benar rusak. Setelah perangkat ditemukan, pengecekan langsung terhadap perangkat dan kondisi jaringan tetap diperlukan. Pada akhirnya, kombinasi antara monitoring jaringan, database, dan SQL dapat membantu proses troubleshooting menjadi lebih terstruktur karena keputusan awal dibuat berdasarkan data yang tersedia.
Penulis : Devina Ghea Amanda
Mau Kuasai Menentukan Perangkat Jaringan Bermasalah Menggunakan SQL Sampai Bisa Praktik Langsung?
Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.
Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →
