Eksplorasi Data Awal di Google Colab: Yuk Kenalan sama head(), describe(), dan info() di Pandas
Setiap kali dapet dataset baru, pasti muncul pertanyaan di kepala: “Ini datanya kayak gimana sih isinya? Ada berapa baris? Kolomnya apa aja? Ada yang kosong nggak?” Nah, sebelum buru-buru bikin analisis atau visualisasi, ada tahap penting yang wajib dilakuin dulu, namanya eksplorasi data awal (istilah kerennya Exploratory Data Analysis, atau EDA).
Oleh karena itu, di tutorial ini kita bakal langsung praktik pakai Google Colabβplatform gratis dari Google buat nulis dan jalanin kode Python langsung dari browser, tanpa perlu install apa-apa. Dengan begitu, cocok banget buat pemula karena tinggal buka, tulis kode, terus jalanin.
Kenapa Colab Jadi Pilihan yang Pas buat Pemula
π‘ Kenapa Pakai Google Colab?
- Gratis dan bisa diakses dari browser mana aja.
- Nggak perlu install Python atau library apapun di laptop.
- Library kayak Pandas udah otomatis tersedia.
- Bisa nyimpen kerjaan langsung ke Google Drive.
- Cocok banget buat belajar dan eksperimen data.
Langkah 1: Buka Google Colab
Sebelum mulai ngoding, kita buka dulu Google Colab-nya.
Cara Membuka Google Colab
Caranya
- Buka browser, kunjungi colab.research.google.com
- Login pakai akun Google kamu (kalau belum login).
- Klik New notebook buat bikin notebook kosong.
Setelah halaman colab.research.google.com kebuka, kamu bakal liat tombol besar “New notebook”. Klik tombol itu, dan Colab bakal langsung bikinin notebook kosong dengan judul default kayak Untitled0.ipynb.

Selanjutnya, begitu notebook baru kebuka, kamu bakal liat satu kotak kosong yang disebut cell. Di situlah nanti kita nulis dan jalanin kode Python.
Mengenal Cell di Colab
Tips:
Buat jalanin kode di satu cell, tinggal klik cell-nya terus tekan Shift + Enter. Dengan begitu, Colab otomatis pindah ke cell berikutnya.
Langkah 2: Import Pandas dan Siapin Data
Karena di Colab kita belum tentu punya file CSV yang di-upload, di tutorial ini kita bikin data contoh langsung lewat kode. Dengan demikian, kamu bisa langsung praktik tanpa perlu upload file apapun dulu.
Menyiapkan Data Contoh
Ketik di Cell Pertama
import pandas as pd
data = {
'id': [1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8],
'nama_produk': ['Kaos', 'Celana', 'Topi', 'Jaket', 'Sepatu', 'Tas', 'Kacamata', 'Ikat Pinggang'],
'kategori': ['Atasan', 'Bawahan', 'Aksesoris', 'Atasan', 'Sepatu', 'Aksesoris', 'Aksesoris', 'Aksesoris'],
'harga': [75000, 120000, 45000, 250000, 300000, None, 90000, 60000],
'jumlah_terjual': [120, 85, 60, 40, 55, 30, None, 70]
}
df = pd.DataFrame(data)
Tekan Shift + Enter buat jalanin cell ini. Selanjutnya, kalau nggak muncul error, artinya library Pandas berhasil di-import dan data contohnya udah siap disimpan di variabel df.
π Catatan Dikit
Kalau kamu punya file CSV sendiri, tinggal upload dulu ke Colab lewat ikon folder di sidebar kiri, terus baca datanya pakai pd.read_csv(‘nama_file.csv’) menggantikan bagian bikin data manual di atas.
Langkah 3: Ngintip Data Pakai head()
Sekarang saatnya liat isi data yang udah kita buat tadi. Untuk itu, kita pakai head()βfungsi yang nampilin beberapa baris pertama dari dataset.
Kegunaan head() Secara Singkat
π‘ head() Buat Apa Sih?
- Ngintip isi data tanpa harus nampilin semuanya.
- Bantu ngecek kolom apa aja yang ada di dataset.
- Ngasih gambaran cepat tipe data yang bakal kita olah.
Ketik di Cell Baru
df.head()Klik cell baru (atau bikin cell baru dengan klik + Code), ketik kode di atas, terus jalanin pakai Shift + Enter. Secara default, head() bakal nampilin 5 baris pertama.
Output:

| id | nama_produk | kategori | harga | jumlah_terjual | |
|---|---|---|---|---|---|
| 0 | 1 | Kaos | Atasan | 75000.0 | 120.0 |
| 1 | 2 | Celana | Bawahan | 120000.0 | 85.0 |
| 2 | 3 | Topi | Aksesoris | 45000.0 | 60.0 |
| 3 | 4 | Jaket | Atasan | 250000.0 | 40.0 |
| 4 | 5 | Sepatu | Sepatu | 300000.0 | 55.0 |
Selain itu, kalau mau nampilin lebih dari 5 baris, tinggal isi angkanya di dalam kurung, misalnya buat nampilin semua 8 baris data kita:
df.head(8)Biar makin ngerti:
- df itu nama variabel DataFrame tempat data kita disimpan.
- head() artinya “kasih lihat data dari atas”.
- Angka di dalam kurung nentuin berapa baris yang mau ditampilin.
Langkah 4: Cek Struktur Data Pakai info()
Udah liat isi datanya, sekarang kita cek “laporan singkat” soal struktur dataset pakai info(). Fungsi ini penting banget dijalanin di awal, sebab bisa langsung ketauan kalau ada data yang kosong atau tipe datanya nggak sesuai.
Kegunaan info() Secara Singkat
π‘ info() Buat Apa Sih?
- Nampilin jumlah total baris dan kolom.
- Ngasih tau tipe data tiap kolom (int, float, object, dll).
- Nunjukin jumlah data yang nggak kosong (non-null) di tiap kolom.
Ketik di Cell Baru
Mau Kuasai Eksplorasi Data Awal: head(), describe(), info() di Pandas Sampai Bisa Praktik Langsung?
Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata β bukan cuma baca teori.
Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →
df.info()Bikin cell baru lagi, ketik kode di atas, terus jalanin. Hasilnya bakal keluar langsung di bawah cell.
Output:

<class 'pandas.core.frame.DataFrame'>
RangeIndex: 8 entries, 0 to 7
Data columns (total 5 columns):
# Column Non-Null Count Dtype
--- ------ -------------- -----
0 id 8 non-null int64
1 nama_produk 8 non-null object
2 kategori 8 non-null object
3 harga 7 non-null float64
4 jumlah_terjual 7 non-null float64
dtypes: float64(2), int64(1), object(2)
memory usage: 452.0+ bytesDari output ini, kita bisa langsung liat kolom harga dan jumlah_terjual ternyata cuma punya 7 data non-null dari total 8 baris. Dengan kata lain, ada 1 data kosong di masing-masing kolom itu (inget, tadi kita sengaja isi None pas bikin datanya).
| Bagian Output | Artinya |
|---|---|
| RangeIndex | Jumlah total baris dalam dataset. |
| Column | Nama-nama kolom yang ada di dataset. |
| Non-Null Count | Jumlah data yang terisi (bukan kosong) di tiap kolom. |
| Dtype | Tipe data tiap kolom, misalnya int64, float64, atau object. |
Tips:
Kalau nemu kolom yang non-null count-nya lebih kecil dari total baris, itu tandanya ada data kosong (missing value) yang perlu ditangani sebelum lanjut analisis.
Langkah 5: Liat Ringkasan Statistik Pakai describe()
Akhirnya, di langkah terakhir ini kita liat “angka-angka penting” dari data numerik pakai describe(). Fungsi ini ngasih ringkasan statistik dasar cuma dengan satu baris kode aja.
Kegunaan describe() Secara Singkat
π‘ describe() Buat Apa Sih?
- Ngasih tau rata-rata (mean) dari data numerik.
- Nunjukin nilai minimum dan maksimum tiap kolom.
- Ngasih gambaran sebaran data lewat kuartil (25%, 50%, 75%).
Ketik di Cell Baru
df.describe()Sama kayak sebelumnya, bikin cell baru, ketik kodenya, terus jalanin pakai Shift + Enter.
Output:

| id | harga | jumlah_terjual | |
|---|---|---|---|
| count | 8.000000 | 7.000000 | 7.000000 |
| mean | 4.500000 | 134285.71 | 65.714286 |
| std | 2.449490 | 100017.86 | 30.059465 |
| min | 1.000000 | 45000.00 | 30.000000 |
| 25% | 2.750000 | 67500.00 | 47.500000 |
| 50% | 4.500000 | 90000.00 | 60.000000 |
| 75% | 6.250000 | 185000.00 | 77.500000 |
| max | 8.000000 | 300000.00 | 120.000000 |
| Istilah | Artinya |
|---|---|
| count | Jumlah data yang keisi di kolom itu. |
| mean | Nilai rata-rata dari data. |
| std | Standar deviasi, ukuran seberapa nyebar datanya. |
| min / max | Nilai paling kecil dan paling besar di kolom itu. |
| 25%, 50%, 75% | Kuartil, alias titik-titik pembagi sebaran data. |
Dengan begitu, dari output ini kita bisa langsung tau misalnya harga rata-rata produk di data kita, harga termurah, harga termahal, sampai gambaran gimana sebaran harganya secara umum.
Tips:
Mau liat ringkasan buat kolom teks (kategorikal) kayak nama_produk atau kategori? Tinggal tambahin parameter include=’object’ di dalam describe().
df.describe(include='object')Biar Nggak Lupa, Ini Rangkuman Langkah-Langkahnya
| Langkah | Yang Dilakuin | Kode |
|---|---|---|
| 1 | Buka Google Colab, bikin notebook baru. | – |
| 2 | Import Pandas, siapin data. | import pandas as pd |
| 3 | Ngintip beberapa baris pertama. | df.head() |
| 4 | Cek struktur & missing value. | df.info() |
| 5 | Liat ringkasan statistik. | df.describe() |
Kalau Digabung, Alurnya Kayak Gini
π Catatan Dikit
Ketiga fungsi ini sifatnya cuma buat “liat-liat” doang, nggak ngubah data aslinya sama sekali. Jadi aman dijalanin kapan aja di Colab, bahkan berkali-kali, tanpa takut datanya kenapa-kenapa.
Abis Ini Belajar Apa Lagi?
π Kalau udah pede sama head(), info(), dan describe() di Colab, lanjut aja praktikin materi-materi ini di cell baru:
- isnull().sum() β buat ngecek total data kosong per kolom
- value_counts() β buat ngitung frekuensi data kategorikal
- dropna() & fillna() β buat nanganin data kosong
- shape & columns β buat cek dimensi dataset
- groupby() β buat ngelompokin data
- Visualisasi data pakai Matplotlib / Seaborn (juga udah tersedia di Colab)
Penutup
Lewat tutorial ini, kamu udah praktik langsung di Google Colab buat eksplorasi data awal pakai tiga fungsi paling dasar di Pandas: head(), info(), dan describe().
Singkatnya, head() bantu kamu ngintip isi data dari atas. Selanjutnya, info() ngasih gambaran struktur dataset, termasuk tipe data dan data yang kosong. Sementara itu, describe() ngasih ringkasan statistik dari data numerik, biar kamu makin paham karakteristik datanya.
Selain itu, semua langkah ini bisa langsung kamu coba ulang kapan aja di Colab tanpa perlu install apapun. Oleh karena itu, begitu udah pede sama dasar ini, kamu bisa lanjut praktikin pengecekan missing value, groupby, sampai visualisasi data di notebook yang sama.
π Keren!
Sekarang kamu udah praktik langsung eksplorasi data pakai Pandas di Google Colab, mulai dari ngintip data pakai head(), ngecek struktur pakai info(), sampai liat ringkasan statistik pakai describe(). Ini langkah awal yang penting banget sebelum masuk ke teknik olah data yang lebih rumit.
Ditulis oleh Aziz Achmad Juniar β Lihat Portofolio
Mau Kuasai Eksplorasi Data Awal: head(), describe(), info() di Pandas Sampai Bisa Praktik Langsung?
Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata β bukan cuma baca teori.
Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →
