Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog

Deteksi Port Scanner dengan Portsentry

  • January 25, 2013
  • oleh Edusoft Center

PortSentry adalah sebuah perangkat lunak yang di rancang untuk mendeteksi adanya port scanning & meresponds secara aktif jika ada port scanning. Port scan adalah proses scanning berbagai aplikasi servis yang dijalankan di server Internet. Port scan adalah langkah paling awal sebelum sebuah serangan di lakukan.
Cara kerja port sentry dengan melakukan melihat komputer yang melakukan scan dan secara aktif akan memblokir mesin penyerang agar tidak dapat masuk & melakukan transaksi dengan Server kita.

PortSentry dapat di download secara pada http://www.psionic.com.
Beberapa fitur utama dari PortSentry:
 Berjalan di atas soket TCP & UDP untuk mendeteksi scan port ke sistem kita.

 Mendeteksi stealth scan, seperti SYN/half-open, FIN, NULL, X-MAS.

 PortSentry akan bereaksi secara real-time (langsung) dengan cara memblokir IP address si penyerang. Hal ini dilakukan dengan menggunakan ipchains/ipfwadm dan memasukan ke file /etc/host.deny secara otomatis oleh TCP Wrapper.

 PortSentry mempunyai mekanisme untuk mengingat mesin / host mana yang pernah connect ke dia. Dengan cara itu, hanya mesin / host yang terlalu sering melakukan sambungan (karena melakukan scanning) yang akan di blokir.

 PortSentry akan melaporkan semua pelanggaran melalui syslog dan mengindikasikan nama system, waktu serangan, IP mesin penyerang, TCP / UDP port tempat serangan dilakukan. Jika hal ini di integrasikan dengan Logcheck maka administrator system akan memperoleh laporan melalui e-mail.
Dengan adanya berbagai fitur di atas maka system yang kita gunakan tampaknya seperti hilang dari pandangan penyerang. Hal ini biasanya cukup membuat kecut nyali penyerang.

Penggunaan PortSentry sendiri sangat mudah sekali, bahkan untuk penggunaan biasa saja praktis semua instalasi default tidak perlu di ubah apa-apa dapat langsung digunakan.
Yang mungkin perlu di tune-up sedikit adalah file konfigurasi portsentry yang semuanya berlokasi di /etc/portsentry secara default. Untuk mengedit file konfigurasi tersebut anda membutuhkan privilige sebagai root. Beberapa hal yang mungkin perlu di set adalah:

 file /etc/portsentry/portsentry.conf merupakan konfigurasi utama portsentry. Disini secara bertahap diset port mana saja yang perlu di monitor, responds apa yang harus di lakukan ke mesin yang melakukan portscan, mekanisme menghilangkan mesin dari routing table, masukan ke host.deny. Proses setting sangat mudah hanya dengan membuka / menutup tanda pagar (#) saja.

 pada file /etc/portsentry/portsentry.ignore.static masukan semua IP address di LAN yang harus selalu di abaikan oleh portsentry. Artinya memasukan IP address ke sini, agar tidak terblokir secara tidak sengaja.

 Pada file /etc/default/portsentry kita dapat menset mode deteksi yang dilakukan portsentry. Semakin baik mode deteksi yang dipilih (advanced stealth TCP/UP scanning), biasanya PortSentry akan semakin sensitif & semakin rewel karena sedikit-sedikit akan memblokir mesin.

Berikut langkah-langkah deteksi port scanner dengan Portsentry menggunakan Ubuntu:
1. Jalankan perintah berikut untuk installasi di PC Server
# apt-get install portsentry

2. Edit file konfigurasi untuk bloking serangan dengan TCPWrapper:
# vim /etc/portsentry/portsentry.conf

#Edit bagian HISTORY_FILE dan BLOCKED_FILE menjadi:
#
IGNORE_FILE=”/etc/portsentry/portsentry.ignore”
HISTORY_FILE="/var/lib/portsentry/portsentry.history"
BLOCKED_FILE="/var/lib/portsentry/portsentry.blocked"
#
#Daftar port TCP dan UDP yang dibuka dan dicek oleh portsentry
#tetapi ini tidak berlaku untuk advanced mode
TCP_PORTS="1,11,15,79,111,119,143,540,635,1080,1524,2000,5742,6667,12345,12
346,20034,27665,31337,32771,32772,32773,32774,40421,49724,54320"
UDP_PORTS="1,7,9,69,161,162,513,635,640,641,700,37444,34555,31335,32770,327
71,32772,32773,32774,31337,54321"
######################Ini diperlukan utk memblok TCP dan UDP
BLOCK_UDP=”1”
BLOCK_TCP=”1”
######################
#Blok dari table routing
KILL_ROUTE=”/sbin/route add –host $TARGET$ reject”
#Blok dari TCP Wrapper
###################### Perintah ini untuk memblok ip di /etc/hosts.deny
KILL_HOSTS_DENY=”ALL: $TARGET$ : DENY”
######################
#EOF

3. Edit File /etc/portsentry/portsentry.ignore.static, isi dengan IP yang tidak terblokir,
misal :

# Format : /
# Misalnya: Konfigurasi Ip di Router initrd@vmlinuz.unixminix.com
# eth0 : 202.212.77.99/30
# eth1 : 192.168.1.1/24
#
# Maka Daftar Hosts-nya menjadi :
#
# Exclude all local interface
192.168.50.1/32
192.168.50.10
192.168.50.30
127.0.0.1
#
# Exclude nameserver
202.9.85.3
#
# Catatan: jika kita tidak mencantumkan nilai mask_length-nya
# maka diasumsikan bernilai 32 bits.
# Jadi 192.168.1.1 sama dengan 192.168.1.1/32

4. File /etc/default/portsentry

TCP_MODE=”tcp”
UDP_MODE=”udp”

NB:
Pilihan TCP_MODE dan UDP_MODE :
tcp : deteksi portscan sesuai yang ditentukan di TCP_PORT di portsentry.conf
atcp : advanced tcp / udp port
stcp : adanya tambahan deteksi stealth scan

5. Insialisasi Daemon
#/etc/init.d/portsentry restart

6. Jika sudah jalan, jalankan # tail -f /var/log/syslog, akan keluar hasil spt berikut :
Jan 25 08:35:27 localhost portsentry[2192]: adminalert: PortSentry is now active
and listening.

7. Lakukan scanning port dari PC lain, misalnya dengan menggunakan nmap
# nmap pc_server
Terlihat dari /var/log/syslog bahwa ada scanning port ke pc_server, lalu secara otomatis pc_server akan melakukan blocking sesuai dengan konfigurasi pada portsentry

Tags: deteksi scanneripchainsiptablesipwadmkursus forensikkursus jaringankursus jaringan linuxkursus linux securitykursus securitylinux securitynmapport scannerportsentryportsentry dengan ubuntusecuritysyslogtcptcp dan udptcp wrappertraining komputer soloubuntu serverudp
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Dari Data Transaksi ke Keputusan Bisnis: Analisis Lengkap Retail Store Sales
  • Membangun Dashboard Data Analyst dengan Excel dan Visualisasi Grafik
  • Membangun Aplikasi Input Data dengan Google Apps Script yang Terhubung ke Spreadsheet
  • Praktik Analisis Data Cuaca Menggunakan Python di Google Colab untuk Pemula
  • Cara Membuat Website Instan Menggunakan Antigravity (Panduan Lengkap + Praktik)

Arsip

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

#EdusoftCenter apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map

All Right Reserved

WhatsApp us