Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog

Membuat Button dengan Berbagai Gaya di Flutter: ElevatedButton, TextButton, dan OutlinedButton

  • September 21, 2025
  • oleh Edusoft Center
Daftar Isi
  • Pendahuluan
  • 1. Konsep Button di Flutter
  • 2. Perbedaan ElevatedButton, TextButton, dan OutlinedButton
    • a. ElevatedButton
    • b. TextButton
    • c. OutlinedButton
  • 3. Praktik: Membuat Halaman Demo Button
  • 4. Kustomisasi Button
    • a. Mengubah warna
    • b. Menambahkan ikon
    • c. Mengubah bentuk tombol
    • d. Membuat tombol full width
  • 5. Best Practice Penggunaan Button
  • 6. Studi Kasus: Halaman Interaktif
  • 7. Kesimpulan

Pendahuluan

Dalam pengembangan aplikasi mobile, komponen tombol (button) memiliki peran yang sangat vital. Tombol adalah jembatan interaksi utama antara pengguna dan aplikasi. Hampir semua aplikasi modern—baik aplikasi e-commerce, media sosial, maupun aplikasi produktivitas—menggunakan tombol untuk mengeksekusi aksi tertentu.

Misalnya:

  • Tombol “Login” untuk masuk ke dalam akun pengguna.
  • Tombol “Tambah ke Keranjang” di aplikasi belanja.
  • Tombol “Like” atau “Share” pada aplikasi media sosial.
  • Tombol navigasi untuk berpindah ke halaman lain.

Tanpa tombol, aplikasi akan kehilangan salah satu elemen terpenting dalam pengalaman pengguna (User Experience/UX). Flutter sebagai framework UI yang dikembangkan Google menyediakan berbagai macam widget tombol yang dapat langsung digunakan. Tiga yang paling populer adalah ElevatedButton, TextButton, dan OutlinedButton.

Artikel ini akan membahas secara lengkap:

  1. Teori tentang button di Flutter.
  2. Perbedaan ElevatedButton, TextButton, dan OutlinedButton.
  3. Implementasi kode dasar.
  4. Praktik membuat halaman demo tombol.
  5. Kustomisasi tombol (warna, ukuran, ikon).
  6. Best practice penggunaan tombol sesuai konteks.
  7. Studi kasus: membuat halaman dengan beberapa tombol interaktif.
  8. Kesimpulan dan rekomendasi.

1. Konsep Button di Flutter

Flutter menggunakan widget sebagai elemen penyusun antarmuka. Button juga merupakan widget yang sudah disediakan oleh Flutter. Sejak Flutter versi stabil, tiga jenis button utama yang digunakan adalah:

  • ElevatedButton → tombol dengan latar berwarna dan efek bayangan.
  • TextButton → tombol berupa teks polos tanpa latar.
  • OutlinedButton → tombol dengan garis tepi (outline).

Sebelumnya, Flutter memiliki RaisedButton, FlatButton, dan OutlineButton, tetapi semuanya deprecated dan digantikan dengan tiga jenis button modern di atas.

2. Perbedaan ElevatedButton, TextButton, dan OutlinedButton

a. ElevatedButton

  • Ciri-ciri visual: memiliki background berwarna, biasanya menggunakan warna utama aplikasi.
  • Kegunaan: cocok untuk aksi utama (primary action) di halaman tertentu.
  • Contoh: tombol “Simpan”, “Daftar”, atau “Checkout”.
ElevatedButton(
  onPressed: () {
    print("ElevatedButton ditekan");
  },
  child: Text("Elevated Button"),
)

b. TextButton

  • Ciri-ciri visual: hanya berupa teks polos dengan warna sesuai tema.
  • Kegunaan: digunakan untuk aksi sekunder (secondary action) atau link sederhana.
  • Contoh: “Batal”, “Lihat detail”, atau “Lewati”.
TextButton(
  onPressed: () {
    print("TextButton ditekan");
  },
  child: Text("Text Button"),
)

c. OutlinedButton

  • Ciri-ciri visual: memiliki border (garis tepi) dengan background transparan.
  • Kegunaan: untuk aksi yang perlu terlihat tetapi bukan aksi utama.
  • Contoh: “Edit Profil”, “Hubungi”, atau “Kirim Pesan”.
OutlinedButton(
  onPressed: () {
    print("OutlinedButton ditekan");
  },
  child: Text("Outlined Button"),
)

3. Praktik: Membuat Halaman Demo Button

Buat project Flutter baru:

flutter create demo_button_app

Edit file lib/main.dart dengan kode berikut:

import 'package:flutter/material.dart';

void main() {
  runApp(MyApp());
}

class MyApp extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return MaterialApp(
      debugShowCheckedModeBanner: false,
      title: 'Demo Button Flutter',
      theme: ThemeData(
        primarySwatch: Colors.blue,
      ),
      home: ButtonDemoPage(),
    );
  }
}

class ButtonDemoPage extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return Scaffold(
      appBar: AppBar(
        title: Text("Demo Button di Flutter"),
      ),
      body: Padding(
        padding: const EdgeInsets.all(20.0),
        child: Column(
          mainAxisAlignment: MainAxisAlignment.center,
          children: [
            ElevatedButton(
              onPressed: () {
                ScaffoldMessenger.of(context).showSnackBar(
                  SnackBar(content: Text("Elevated Button ditekan")),
                );
              },
              child: Text("Elevated Button"),
            ),
            SizedBox(height: 20),
            TextButton(
              onPressed: () {
                ScaffoldMessenger.of(context).showSnackBar(
                  SnackBar(content: Text("Text Button ditekan")),
                );
              },
              child: Text("Text Button"),
            ),
            SizedBox(height: 20),
            OutlinedButton(
              onPressed: () {
                ScaffoldMessenger.of(context).showSnackBar(
                  SnackBar(content: Text("Outlined Button ditekan")),
                );
              },
              child: Text("Outlined Button"),
            ),
          ],
        ),
      ),
    );
  }
}

Saat dijalankan, akan muncul tiga jenis tombol dengan gaya berbeda.

4. Kustomisasi Button

a. Mengubah warna

ElevatedButton(
  style: ElevatedButton.styleFrom(
    primary: Colors.green, // background
    onPrimary: Colors.white, // teks
  ),
  onPressed: () {},
  child: Text("Tombol Hijau"),
)

b. Menambahkan ikon

ElevatedButton.icon(
  onPressed: () {},
  icon: Icon(Icons.save),
  label: Text("Simpan"),
)

c. Mengubah bentuk tombol

OutlinedButton(
  style: OutlinedButton.styleFrom(
    shape: RoundedRectangleBorder(
      borderRadius: BorderRadius.circular(30),
    ),
  ),
  onPressed: () {},
  child: Text("Rounded Button"),
)

d. Membuat tombol full width

SizedBox(
  width: double.infinity,
  child: ElevatedButton(
    onPressed: () {},
    child: Text("Full Width Button"),
  ),
)

5. Best Practice Penggunaan Button

  1. Gunakan ElevatedButton untuk aksi utama.
  2. Gunakan TextButton untuk opsi sekunder atau link.
  3. Gunakan OutlinedButton untuk aksi penting tetapi bukan utama.
  4. Jangan gunakan terlalu banyak jenis tombol dalam satu halaman agar konsisten.
  5. Gunakan warna dan ukuran yang konsisten dengan tema aplikasi.

6. Studi Kasus: Halaman Interaktif

Misalnya kita ingin membuat halaman Profil Pengguna dengan beberapa aksi tombol:

class ProfilePage extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return Scaffold(
      appBar: AppBar(
        title: Text("Profil Saya"),
      ),
      body: Padding(
        padding: const EdgeInsets.all(20.0),
        child: Column(
          children: [
            CircleAvatar(
              radius: 50,
              backgroundImage: AssetImage("assets/profile.jpg"),
            ),
            SizedBox(height: 20),
            Text(
              "Raihan Putra",
              style: TextStyle(fontSize: 20, fontWeight: FontWeight.bold),
            ),
            SizedBox(height: 30),
            ElevatedButton.icon(
              onPressed: () {},
              icon: Icon(Icons.edit),
              label: Text("Edit Profil"),
            ),
            SizedBox(height: 15),
            OutlinedButton(
              onPressed: () {},
              child: Text("Pengaturan"),
            ),
            SizedBox(height: 15),
            TextButton(
              onPressed: () {},
              child: Text("Keluar"),
            ),
          ],
        ),
      ),
    );
  }
}

Hasil:

  • Tombol utama: Edit Profil (ElevatedButton).
  • Tombol tambahan: Pengaturan (OutlinedButton).
  • Tombol keluar: Keluar (TextButton).

7. Kesimpulan

  • ElevatedButton → aksi utama, memiliki background berwarna.
  • TextButton → teks polos, digunakan untuk opsi sekunder.
  • OutlinedButton → memiliki border, digunakan untuk aksi penting namun bukan utama.
  • Flutter menyediakan kemudahan dalam kustomisasi tombol agar sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
  • Best practice: gunakan tombol secara konsisten, perhatikan UX, dan jangan berlebihan.

Dengan memahami jenis-jenis tombol ini, Anda dapat membangun antarmuka aplikasi Flutter yang lebih profesional, menarik, dan mudah digunakan.

Tags: #Belajar Flutter#edu#ElevatedButton#Flutter VS Code#kursus komputer di solo#OutlinedButton#TextButton#Tutorial Flutter
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Membuat Animasi Sederhana di Flutter: Panduan Lengkap untuk Pemula
  • Tutorial Lengkap Flutter dengan API: Panduan Praktis untuk Pemula
  • Serangan Brute Force pada DVWA 1.8: Penjelasan, Simulasi, dan Mitigasi
  • Membuat Tampilan Responsive di Flutter: Panduan Lengkap
  • Menghubungkan Flutter dengan API

Arsip

  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus mysql kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map

All Right Reserved

WhatsApp us