Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog

Perintah traceroute di Linux

  • September 10, 2012
  • oleh Edusoft Center

Kadang-kadang alamat web yang sering kita kunjungi tidak dapat diakses secepat biasanya, di
internet hal ini dapat terjadi karena beberapa sebab, yang paling sering adalah karena jalur internet
yang kita lalui memang sedang melamba tatau penuh atau server dari alamat web tersebut sedang
diakses oleh banyak orang sehingga membutuhkan waktu bagi server tersebut untuk memproses
permintaan kita.

Memang sulit untuk mendeteksi permasalahan yang ada pada server remote (server yang terletak di
tempat lain), tetapi ada beberapa software yang dapat membantu kita untuk mendeteksi kondisi
jaringan yang kita lalui.
Dua software yang paling sering penulis pakai untuk mendeteksi jaringan adalah ping dan
traceroute. Yang akan kita pelajari di sini adalah penggunaan traceroute yang akan menunjukkan
pada kita jalur router yang dilewati oleh paket yang kita kirimkan ke host tertentu. Untuk lebih
memperjelas, berikut ini adalah contoh hasil traceroute ke
www.berkeley.edu:

$ traceroute www.berkeley.edu
traceroute to amber.Berkeley.EDU (128.32.25.12), 30 hops max, 40 byte packets
1 203.130.216.2 (203.130.216.2) 137 ms 151 ms 151 ms
2 203.130.216.1 (203.130.216.1) 151 ms 137 ms 138 ms
3 192.168.8.49 (192.168.8.49) 137 ms 151 ms 151 ms
4 S12-0-11.kbl.surabaya.telkom.net.id (202.134.3.45) 192 ms 151 ms 151 ms
5 FE0-0-gw3.cibinong.telkom.net.id (202.134.3.134) 165 ms 151 ms 151 ms
6 hssi-gw3.hk.telkom.net.id (202.134.3.1) 659 ms 659 ms 645 ms
7 202.130.129.61 (202.130.129.61) 645 ms 687 ms 659 ms
8 321.ATM5-0-0.XR1.HKG2.ALTER.NET (210.80.3.1) 645 ms 659 ms 645 ms
9 POS1-0-0.TR1.HKG2.Alter.Net (210.80.48.21) 672 ms 646 ms 645 ms
10 384.ATM4-0.IR1.LAX12.Alter.Net (210.80.50.189) 838 ms 796 ms 796 ms
11 137.39.31.222 (137.39.31.222) 810 ms 852 ms 810 ms
12 122.at-5-1-0.TR1.LAX9.ALTER.NET (152.63.10.237) 824 ms 810 ms 810 ms
13 297.at-1-0-0.XR1.LAX9.ALTER.NET (152.63.112.237) 824 ms 838 ms 824 ms
14 191.ATM6-0.BR1.LAX9.ALTER.NET (152.63.113.9) 837 ms 797 ms 810 ms
15 acr1-loopback.Anaheim.cw.net (208.172.34.61) 810 ms 1071 ms 782 ms
16 acr1-loopback.SanFranciscosfd.cw.net (206.24.210.61) 783 ms 810 ms 769 ms
17 BERK-7507--BERK.POS.calren2.net (198.32.249.69) 810 ms 1126 ms 796 ms
18 pos1-0.inr-000-eva.Berkeley.EDU (128.32.0.89) 796 ms 824 ms 796 ms
19 pos5-0-0.inr-001-eva.Berkeley.EDU (128.32.0.66) 796 ms 783 ms 783 ms
20 fast1-0-0.inr-007-eva.Berkeley.EDU (128.32.0.7) 810 ms 810 ms 797 ms
21 f8-0.inr-100-eva.Berkeley.EDU (128.32.235.100) 797 ms 782 ms 769 ms
22 amber.Berkeley.EDU (128.32.25.12) 796 ms 769 ms 810 ms

Traceroute akan menampilkan titik-titik perantara yang menjembatani anda dan titik tujuan anda,
‘jembatan’ inilah yang biasa disebut dengan router, data yang anda kirimkan akan meloncat
melewati jembatan-jembatan ini. Ada tiga buah waktu yang menunjukkan berapa waktu yang
dibutuhkan oleh paket tersebut untuk berjalan dari komputer anda ke router. Untuk dapat
memahami seluruh data yang dihasilkan oleh traceroute tersebut, kita harus memahami bagaimana
cara traceroute bekerja.

Traceroute menggunakan prinsip TTL dan paket ICMP pengiriman sebuah paket data yang disebut
dengan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request. Paket ICMP ini biasanya
digunakan untuk mengirimkan informasi tentang kondisi jaringan antara dua host (komputer). Jika
sebuah host menerima Echo Request ini, dia harus merespon dengan mengirimkan Echo Reply,
dengan menempatkan Echo Request ke bagian data pada Echo Reply.

Informasi berikutnya adalah Time To Live, setiap paket data yang dikirimkan melalui jaringan
memiliki informasi yang disebut TTL, biasanya TTL ini diisi dengan angka yang relatif tinggi,
(paket ping memiliki TTL 255). Setiap kali paket tersebut melewati sebuah router maka angka TTL
ini akan dikurangi dengan satu, jika TTL suatu paket akhirnya bernilai 0, paket tersebut akan di
drop atau dibuang oleh router yang menerimanya. Menurut aturan RFC untuk IP, TTL harus
bernilai 60 (dan untuk ping 255). Kegunaan utama dari TTL ini supaya paket-paket data yang
dikirim tidak ‘live’ selamanya di dalam jaringan. Kegunaan yang lain, dengan informasi ini kita
dapat mengetahui kira-kira berapa router yang dilewati oleh paket tersebut, dalam hal ini 255
dikurangi dengan N, dimana N adalah TTL yang kita lihat pada Echo Reply.

Traceroute mengirimkan sebuah paket ke port UDP yang tidak dipakai oleh servis lain pada
komputer tujuan (defaultnya adalah port 33434). Untuk tiga paket pertama, traceroute mengirimkan
paket yang memiliki TTL satu, maka sesampainya paket tersebut pada router pertama
(menghasilkan loncatan yang pertama) TTL akan dikurangi dengan satu sehingga menjadi 0
kemudian paket tersebut akan di drop. Berikutnya router tersebut akan mengirimkan paket ICMP ke
komputer kita yang berisi pemberitahuan bahwa TTL dari paket yang kita kirimkan sudah habis dan
paket yang kita kirimkan di drop. Dari pesan ini, traceroute dapat menentukan nama router tempat
data kita meloncat dan berapa waktu yang dibutuhkannya. Berikutnya traceroute akan mengirimkan paket dengan nilai TTL yang ditambah satu demi satu sampai host tujuan dicapai. Karena itu
traceroute menggunakan port yang tidak dipakai oleh servis lain sehingga paket yang dikirim
mendapat respon dan tidak ‘dimakan’ oleh servis lain yang mungkin ada

Tags: belajar jaringanbelajar networingbelajar traceroutecara ngetracekursus dns dan web serverkursus dns server di solokursus jaringankursus jaringan linuxkursus komputer di solokursus networkingkursus proxykursus proxy dan firewallkursus web servermengenal perintah di linuxmengenal tracerouteperintah jaringan di linuxperintah traceroutetraceroutetraceroute di linuxtracing jaringantutorial jaringan linuxtutorial traceroute
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Panduan Lengkap Clean Code dalam Rekayasa Perangkat Lunak: Prinsip, Teknik, dan Contoh Praktis
  • Website Toko Digital Siap Pakai: Solusi Otomatis untuk Bisnis Digital Anda
  • 🔐 Cara Membuat Show/Hide Password dengan JavaScript (Simple & Langsung Bisa!)
  • Tampilan Aplikasi SIPPO Berbasis Google Apps Script Web App
  • SIPADU RT: Solusi Modern Pengelolaan Pengaduan Warga RT/RW Berbasis Google Apps Script

Arsip

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

#EdusoftCenter apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map

All Right Reserved

WhatsApp us