Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog

Proxy Server di Linux Ubuntu

  • September 2, 2012
  • oleh Edusoft Center

Squid secara sederhana dapat dikatakan sebagai software yang diaplikasikan untuk membuat http atau ftp cache. Hal yang biasanya terjadi sewaktu kita surfing di internet adalah browser membuat cache lokal dalam hardisk. Selanjutnya untuk mengakses site yang sama, browser menampilkan data yang ada  di cachenya. Analogi ini mirip dengan cara kerja squid.

Squid kurang lebih adalah cache kepunyaan bersama sebuah jaringan. Semua host yang diijinkan dapat meminta data cache ke squid server. Keuntungan dari penggunaan cache ini adalah efisiensi. Misalnya sebuah host meminta squid server untuk mengambilkan data suatu site, maka squid akan mengambilkan dan meletakkannya di hardisk server. Suatu saat ada host lain yang menginginkan site yang sama dan memintanya kepada squid server. Server ini tidak perlu lagi mendownload dari site tersebut, tapi cukup memberikan apa yang ada di dalam cache. Jelas ini lebih cepat daripada mengambil langsung dari site yang bersangkutan. Selain lebih cepat squid juga menghemat akan penggunaan bandwith.

 

Instalasi Squid

Menginstal squid sangatlah mudah, semudah menginstal aplikasi lain dari repositori Ubuntu.

sudo apt-get install squid

Untuk menjalankan squid, bisa menggunakan perintah,

sudo /etc/init.d/squid start

Untuk mematikan squid, bisa menggunakan perintah,

sudo /etc/init.d/squid stop

 

Konfigurasi Squid

File squid.conf merupakan file konfigurasi squid yang biasanya terletak di direktori /etc. ini adalah satu-satunya file konfigurasi milik squid. Pada direktori yang sama terdapat file squid.conf.default yang merupakan file konfigurasi squid dengan option yang sangat lengkap. Berikut adalah file konfigurasi squid:

http_port 8080

Ini menunjukkan nomor port yang dipakai untuk menjalankan squid. Nomor port ini akan dipakai untuk berhubungan dengan client dan peer.

 

icp_port 3130

ICP (Internet Cache Protocol) dipakai untuk berbicara dengan peer. Nomor port ini default. Tidak perlu diubah kecuali akan berhubungan dengan peer yang nomornya selain 3130.

 

hierarchy_stoplist cgi-bin ?

Ini menyatakan apa yang harus tidak diminta dari peer melainkan langsung server yang bersangkutan.

 

cache_mem 8 MB

cache_mem dimaksudnya sebagai batas atas jumlah memori yang digunakan untuk menyimpan:

  • In transit object, object yang dalam masa transisi antara waktu cache mendownload object sampai object disampaikan kepada client.
  • Hot object, object yang sering diakses.

 

cache_swap_low    90

cache_swap_high   95

squid akan mulai menghapus object yang ada dalam hardisknya jika mulai penuh. Ukuran penuh ini yang diset pada cache_swap_low dan cache_swap_high.

 

cache_dir ufs /cache 1000 16 256

ini menjelaskan direktori cache yang akan dipakai. Pertama jenis file sistem pada konfigurasi ini diisi dengan ufs (unix file system) yang merupakan tipe default. Lalu /cache adalah nama direktorinya. Ukuran cache sebesar 1000 MB lalu 16 dan 256 adalah jumlah direktori yang terdapat di dalam /cache pada level 1 dan 2. Artinya dibawah direktori /cache terdapat 16 direktori dan masing-masingnya mengandung 256 direktori lagi. Direktori utama /cache harus dibuat manual sedangkan direktori yang ada dibawahnya dibuat oleh squid. Jangan lupa untuk mengubah owner dari direktori /cache menjadi kepunyaan user dan group squid.

 

cache_access_log  /usr/local/squid/logs/access.log

cache_log  /usr/local/squid/logs/cache.log

cache_store_log  none

mime_table  /usr/local/squid/etc/mime.conf

pid_filename  /usr/local/squid/logs/squid.pid

semua sintaks diatas mengacu pada file log, mime table dan pid (process identity). Seluruh file tersebut harus dibuat secara manual kecuali mime table yang sudah tersedia dan pid_namefile yang terbuat otomatis sewaktu squid dijalankan. Bila tidak menginginkan file logging dicatat terus-menerus (karena menghapus space hardisk) bisa di disable dengan nama file none, seperti yang terlihat pada cache_store_log diatas.

 

Menjalankan Squid

Setelah selesai menyunting berkas konfigurasi untuk menerapkan perubahan yang baru dibuat, Anda bisa merestart squid.

sudo /etc/init.d/squid restart

Tapi proses restart biasanya akan agak lama. Untuk mempermudah, tanpa perlu melakukan restart squid, jalankan saja perintah berikut.

sudo squid -k reconfigure
Tags: belajar proxycara membuat proxycara menggunakan proxydownload proxy serverkonfigurasi proxykursus firewallKursus Komputerkursus komputer di solokursus proxykursus proxy dan firewallkursus squid proxypengertian proxy serverproxyproxy di ubuntuproxy server adalahproxy server di linux ubuntuproxy server softwaresetting proxy serversquidsquid proxysquid proxy ubuntututorial proxy serverweb proxyweb proxy server
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Basis Data: Pengertian, Konsep, Contoh, dan Langkah Praktis Menggunakan SQL
  • Di Balik Rekomendasi Aplikasi: Mengapa Teknologi Selalu Tahu Apa yang Kita Mau?
  • Membuat Aplikasi Otomatisasi Menggunakan Google Apps Script: Pendekatan Praktis untuk Data Analyst Pemula
  • Mengapa Data Analyst Pemula Lebih Butuh Cara Berpikir daripada Tools
  • Mengapa dan Bagaimana Cara Berkontribusi pada Proyek Open Source di Platform seperti GitHub?

Arsip

  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus mysql kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map

All Right Reserved

WhatsApp us