Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog

  • July 30, 2026
  • oleh Edusoft Center

Visualisasi Distribusi Data dengan Boxplot

Pas lagi eksplorasi data (EDA), kadang kita nggak cuma pengen tau rata-ratanya doang. Kita juga pengen tau: datanya kebanyakan ngumpul di mana? Ada yang aneh-aneh (outlier) nggak? Sebar datanya lebar atau sempit? Nah, buat jawab pertanyaan-pertanyaan itu, salah satu chart paling pas ya Boxplot (atau sering disebut juga box-and-whisker plot).

Boxplot ini kayak “ringkasan visual” dari sebuah data numerik. Cuma dengan sekali lihat, kita udah bisa nangkep gambaran besar soal sebaran datanya, tanpa perlu baca angka satu-satu.

💡 Emang Kenapa Sih Perlu Boxplot?

  • Bisa langsung keliatan di mana data itu “ngumpul”.
  • Gampang banget buat nemuin outlier atau data yang aneh.
  • Bantu bandingin sebaran data antar kategori sekaligus.
  • Nggak butuh banyak baris kode buat bikinnya.
  • Salah satu chart wajib pas tahap EDA sebelum modeling.

Emang Boxplot Bisa Ngapain Aja?

Boxplot bukan cuma buat “dipajang” doang, tapi beneran bantu proses analisis, di antaranya:

  • Nunjukin nilai minimum dan maksimum data (di luar outlier).
  • Nunjukin median atau nilai tengah data.
  • Nunjukin sebaran 50% data di tengah (quartile 1 sampai quartile 3).
  • Nemuin data yang keluar jalur alias outlier.
  • Bandingin distribusi antar kelompok/kategori dalam satu chart.

Boxplot ini sering banget dipakai diam-diam di balik proses analisis berikut:

  • Deteksi outlier sebelum training model machine learning
  • Analisis gaji karyawan antar divisi
  • Analisis nilai ujian siswa antar kelas
  • Quality control di data produksi/pabrik
  • Riset kesehatan (misal: sebaran tekanan darah pasien)

Enaknya Pakai Boxplot

  • Cepet dibaca, cukup sekali lirik langsung nangkep polanya.
  • Bisa nampilin banyak kategori sekaligus dalam satu chart.
  • Otomatis nunjukin outlier tanpa perlu itung manual.
  • Kodenya simpel, cocok banget buat pemula.

Tapi Ya, Boxplot Juga Ada Minusnya

  • Nggak nunjukin bentuk distribusi detail (misal apakah datanya menumpuk di satu sisi).
  • Kalau data kategori kebanyakan, chart-nya bisa keliatan penuh dan susah dibaca.
  • Orang awam yang belum ngerti konsep quartile bisa bingung pas pertama liat.

Kenalan Yuk sama Bagian-Bagian Boxplot

Sebelum praktik, penting banget paham dulu tiap bagian dari boxplot ini artinya apa:

BagianArtinya
Median (garis tengah kotak)Nilai tengah dari data
Q1 (sisi bawah kotak)Kuartil 1, 25% data ada di bawah titik ini
Q3 (sisi atas kotak)Kuartil 3, 75% data ada di bawah titik ini
Whisker (garis di luar kotak)Rentang data normal, di luar outlier
Titik di luar whiskerOutlier alias data yang nyimpang jauh

1. Siapin Tools-nya Dulu

Buat bikin boxplot di Python, kita cuma butuh dua library utama: pandas buat handle datanya, dan seaborn (atau matplotlib) buat bikin chart-nya. Kalau kamu pakai Google Colab, dua-duanya udah otomatis ke-install, jadi tinggal import aja.

Import Library

import pandas as pd
import seaborn as sns
import matplotlib.pyplot as plt

2. Load Data-nya

Sebelum bikin chart, kita load dulu datanya. Di contoh ini anggap aja kita punya tabel data_gaji yang isinya data gaji karyawan.

df = pd.read_csv("data_gaji.csv")
df.head()

Pastiin kolom yang mau divisualisasikan itu bertipe numerik, misalnya kolom gaji.


3. Bikin Boxplot Sederhana

Nah, ini bagian intinya. Buat bikin boxplot dari satu kolom, cukup satu baris kode aja pakai seaborn.

Bentuk Dasarnya

sns.boxplot(x=df["gaji"])
plt.show()

Biar makin ngerti:

  • sns.boxplot() itu fungsi dari seaborn buat bikin boxplot.
  • x=df[“gaji”] nunjukin kolom mana yang mau divisualisasikan.
  • plt.show() buat nampilin chart-nya di layar.

Yuk Coba Langsung

import pandas as pd
import seaborn as sns
import matplotlib.pyplot as plt

df = pd.read_csv("data_gaji.csv")
sns.boxplot(x=df["gaji"])
plt.title("Distribusi Gaji Karyawan")
plt.show()

Kalau kode ini dijalanin, bakal muncul satu kotak yang nunjukin sebaran data gaji, lengkap sama garis median dan titik-titik outlier kalau ada.

contoh boxplot python sederhana untuk distribusi gaji karyawan

4. Bandingin Antar Kategori Pakai Boxplot

Kelebihan boxplot yang paling kerasa itu pas kita mau bandingin sebaran data antar kategori. Misalnya, kita mau lihat perbandingan gaji antar divisi.

Bentuk Dasarnya

sns.boxplot(x=df["divisi"], y=df["gaji"])
plt.show()

Di sini, sumbu x diisi kolom kategori (misalnya nama divisi), dan sumbu y diisi kolom numerik yang mau dibandingin (gaji).

boxplot python perbandingan gaji antar divisi

5. Cara Baca Hasil Boxplot

Setelah chart-nya muncul, begini cara bacanya:

  • Kalau kotaknya besar → data-nya lumayan tersebar/bervariasi.
  • Kalau kotaknya kecil → data-nya cenderung mirip-mirip/rapat.
  • Kalau garis median nggak di tengah kotak → distribusinya condong (skewed) ke salah satu sisi.
  • Kalau ada titik-titik sendirian di luar whisker → itu tandanya ada outlier yang perlu dicek lagi.
cara baca outlier pada boxplot python

Biar Nggak Lupa, Ini Rangkumannya

FungsiKegunaanContoh
sns.boxplot(x=…)Bikin boxplot dari satu kolom numerik.sns.boxplot(x=df[“gaji”])
sns.boxplot(x=…, y=…)Bandingin sebaran antar kategori.sns.boxplot(x=df[“divisi”], y=df[“gaji”])
plt.title()Nambahin judul chart.plt.title(“Distribusi Gaji”)

Kalau Digabung, Alurnya Kayak Gini

📄 Load Data (pandas) ⬇ 📦 Pilih Kolom Numerik ⬇ 📊 sns.boxplot() ⬇ 🔍 Baca Median, Kuartil, Outlier ⬇ ✅ Insight Sebaran Data

📝 Catatan Dikit

Boxplot paling enak dipakai buat data numerik. Kalau kolomnya kategori (misalnya “jenis kelamin” atau “kota”), taruh di sumbu x sebagai pembanding, bukan sebagai data yang divisualisasikan langsung.

Abis Ini Belajar Apa Lagi?

🚀 Kalau udah pede sama boxplot, lanjut aja ke materi-materi ini:

  • Histogram
  • Scatter Plot
  • IQR Method buat deteksi outlier secara numerik
  • Violin Plot (versi lain dari boxplot yang lebih detail)
  • Heatmap Korelasi

Materi-materi ini lanjutan dari dasar yang udah kamu pelajarin, dan sering banget dipakai bareng-bareng pas tahap Exploratory Data Analysis (EDA).

Penutup

Boxplot itu salah satu chart paling simpel tapi powerful buat ngeliat sebaran data. Cuma dengan satu baris kode pakai seaborn, kita udah bisa dapet gambaran median, kuartil, sampai outlier dari data kita.

Kalau kamu baru mulai belajar EDA, boxplot ini cocok banget jadi langkah awal sebelum lanjut ke chart-chart yang lebih kompleks kayak heatmap atau analisis korelasi.

🎉 Keren!

Sekarang kamu udah paham dasar-dasar boxplot, mulai dari bikin chart sederhana, bandingin antar kategori, sampai cara baca hasilnya buat nemuin outlier. Ini modal penting sebelum lanjut ke teknik visualisasi data yang lebih rumit.

Previous Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • (no title)
  • Mengenal Ekosistem Python untuk Data Analysis: Library yang Wajib Diketahui Pemula
  • Membangun Web Server pada Debian 13
  • Bar Chart untuk Perbandingan Antar Kategori
  • Cara Membuat Histogram di Python dengan Matplotlib

Arsip

  • July 2026
  • June 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

#EdusoftCenter apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map

All Right Reserved

WhatsApp us