Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog

Mengenal Perbedaan Python Murni, Anaconda, dan Miniconda: Mana yang Cocok untuk Pemula?

  • July 24, 2026
  • oleh Edusoft Center

Saat baru memulai perjalanan di dunia Data Analytics atau Data Science, kamu pasti sering mendengar istilah Python, Anaconda, dan Miniconda. Bagi pemula, hal ini sering kali membingungkan.

“Bukankah semuanya sama-sama menggunakan bahasa Python? Lalu, apa bedanya dan mana yang harus diinstall?”

Untuk menjawab kebingungan tersebut, kita akan bahas analogi sederhana dan perbedaan mendasar dari ketiganya agar kamu tidak salah pilih!

Analogi Sederhana: Menyewa Tempat untuk Tinggal

Agar lebih mudah dipahami, kita dapat menggunakan analogi menyewa tempat tinggal untuk membedakan ketiganya.

1. Python Murni

Sebab itulah, Python Murni dapat diibaratkan seperti menyewa bangunan kosong. Kamu hanya mendapatkan pondasi dan struktur bangunan dasar. Oleh karena itu, jika butuh kasur, kursi, atau kulkas (library), kamu harus membelinya sendiri satu per satu. Sederhananya, ini adalah bangunan polos tanpa isi.

2. Anaconda

Sementara itu, Anaconda seperti membeli tempat full-furnished (siap huni) yang sudah lengkap dengan berbagai perlengkapan. Selain itu, fasilitas seperti kasur, sofa, kulkas, hingga mesin cuci otomatis sudah langsung tersedia. Akibatnya, kamu tinggal masuk dan memakai semua fasilitasnya. Oleh sebab itu, gambarannya mirip seperti tinggal di apartemen atau hotel.

3. Miniconda

Di sisi lain, Miniconda seperti menyewa tempat dengan fasilitas esensial saja (misalnya: hanya ada kasur dan kompor dasar). Selanjutnya, jika nanti butuh kulkas atau TV, kamu baru membelinya sesuai kebutuhan. Dengan demikian, gambarannya sangat mirip seperti kamar kos.

PYTHON MURNI (VANILA PYTHON)

Python murni adalah installer resmi yang kamu download langsung dari situs python.org.

Saat menginstall ini, kamu hanya mendapatkan bahasa pemrograman Python dasar dan sebuah package manager bernama pip (yang mendownload library lewat internet).

  • Kelebihan: Sangat ringan dan tidak memakan memori penyimpanan laptop.
  • Kekurangan: Kamu harus menginstall library analisis data (seperti Pandas, NumPy, Jupyter Notebook) secara manual satu per satu lewat Terminal/Command Prompt.
ANACONDA

Anaconda adalah sebuah distribusi Python yang dirancang khusus untuk Data Science dan Machine Learning.

Ketika kamu menginstall Anaconda, kamu tidak hanya mendapatkan Python, tetapi juga langsung mendapatkan ratusan library data science populer (Pandas, NumPy, Scikit-Learn, Matplotlib) serta aplikasi graphical interface bernama Anaconda Navigator dan Jupyter Notebook yang sudah siap pakai tanpa perlu koneksi internet lagi untuk install-install.

  • Kelebihan: Sangat ramah pemula karena tidak perlu pusing install ini-itu lewat terminal. Semuanya sudah siap pakai.
  • Kekurangan: Ukuran filenya sangat besar (bisa memakan ruang penyimpanan hingga beberapa Gigabyte) dan bisa membuat laptop berspesifikasi rendah terasa berat.
MIniconda

Miniconda adalah versi minimalis atau “diet ketat” dari Anaconda.

Saat menginstall Miniconda, kamu hanya mendapatkan Python dasar, beberapa modul esensial, dan sebuah sistem manajemen bernama Conda. Tidak ada ratusan library bawaan, dan tidak ada tampilan grafis Anaconda Navigator. Kamu mengelola semuanya lewat command line (Miniconda Prompt).

  • Kelebihan: Jauh lebih ringan daripada Anaconda, hemat ruang penyimpanan, dan memberikan kendali penuh bagi kamu untuk menginstall library yang benar-benar dibutuhkan saja.
  • Kekurangan: Kamu harus tahu perintah-perintah dasar terminal (seperti conda install nama_library) untuk menyiapkan lingkungan kerjamu.

Tabel Perbandingan

FiturPython MurniAnacondaMiniconda
Ukuran InstallerSangat Kecil (~30-50 MB)Sangat Besar
(>1 GB)
Kecil
(~60-100 MB)
Library BawaanTidak ada (hanya library standar)Ratusan library Data ScienceTidak ada (hanya Conda & Python dasar)
Tampilan GrafisTidak adaAda (Anaconda Navigator)Tidak ada
Package Managerpipconda dan pipconda dan pip
Beban LaptopRinganCukup BeratRIngan

Kesimpulan: Mana yang Harus Kamu Pilih?

  • Pilihlah Anaconda jika kamu adalah pemula total, memiliki spesifikasi laptop yang mumpuni (RAM 8GB+), dan ingin langsung belajar analisis data tanpa mau ribet mengetik perintah instalasi di terminal.
  • Pilihlah Miniconda jika laptopmu memiliki spesifikasi terbatas (RAM 4GB) namun kamu tetap ingin menggunakan sistem ekosistem conda yang rapi.
  • Pilihlah Python Murni jika kamu ingin belajar pemrograman web (Web Development) atau software engineering secara umum, bukan fokus pada data analytics.

Tags: anacondaedusoftminicondapemrogramanPemulaprogrammingpython
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Cara Import Dataset ke SQLite dengan Python
  • Mengenal Perbedaan Python Murni, Anaconda, dan Miniconda: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  • Mengenal Tipe Data: CSV, JSON, Excel dan SQL
  • CARA SYNC GOOGLE DRIVE DENGAN FOLDER PROYEK LOKAL
  • SQL GROUP BY dan Fungsi Agregasi: COUNT, SUM, AVG

Arsip

  • July 2026
  • June 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

#EdusoftCenter apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map

All Right Reserved

WhatsApp us