Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
  • Portfolio Magang
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
  • Portfolio Magang

Teknik Handle Missing Values: Drop vs Fill

  • July 24, 2026
  • oleh Edusoft Center

Data yang tidak lengkap (missing values) adalah masalah yang hampir selalu muncul di dunia nyata — entah karena sensor error, responden yang tidak menjawab survei, kegagalan sistem saat pencatatan, atau proses penggabungan data dari berbagai sumber. Sebelum data bisa dipakai untuk analisis atau machine learning, missing values ini harus ditangani dengan tepat.

Ada dua pendekatan utama: Drop (menghapus data yang hilang) dan Fill/Imputation (mengisi data yang hilang). Artikel ini membahas kapan masing-masing teknik cocok dipakai, disertai tutorial Python yang bisa langsung kamu praktikkan beserta screenshot hasilnya.


1. Kenapa Missing Values Harus Ditangani?

Sebagian besar algoritma machine learning (seperti scikit-learn) tidak bisa memproses nilai NaN secara langsung. Selain itu, missing values yang tidak ditangani dengan baik bisa:

  • Membuat statistik deskriptif (rata-rata, korelasi, dsb) menjadi bias
  • Menyebabkan error saat training model
  • Mengurangi akurasi prediksi jika ditangani secara sembarangan

2. Jenis-Jenis Missing Values

Sebelum memilih teknik, penting mengenali tipe missing data karena ini memengaruhi pendekatan yang tepat:

TipePenjelasanContoh
MCAR (Missing Completely at Random)Hilangnya data murni acak, tidak berhubungan dengan variabel lainSensor mati sesaat karena gangguan listrik
MAR (Missing at Random)Hilangnya data berhubungan dengan variabel lain yang diketahuiOrang dengan penghasilan tinggi cenderung tidak mengisi kolom gaji
MNAR (Missing Not at Random)Hilangnya data berhubungan dengan nilai itu sendiriOrang dengan nilai ujian rendah sengaja tidak melapor

Mengetahui jenis ini membantu menentukan apakah drop aman dilakukan atau berisiko menghilangkan pola penting.


3. Teknik Drop (Menghapus)

Kapan digunakan

  • Proporsi missing values sangat kecil (biasanya < 5% dari total data)
  • Data hilang bersifat MCAR (benar-benar acak)
  • Jumlah data cukup besar sehingga kehilangan beberapa baris tidak signifikan

Kelebihan

  • Sederhana dan cepat
  • Tidak menambahkan bias dari asumsi nilai pengganti

Kekurangan

  • Bisa menghilangkan informasi berharga jika data yang di-drop cukup banyak
  • Berisiko bias jika data hilang tidak acak (MAR/MNAR)
  • Mengurangi ukuran sampel, yang berdampak pada kekuatan statistik

4. Teknik Fill / Imputation (Mengisi)

Kapan digunakan

  • Proporsi missing values cukup besar sehingga drop akan menghilangkan terlalu banyak data
  • Data penting untuk dipertahankan (misalnya dataset kecil)
  • Ada pola yang bisa dimanfaatkan untuk estimasi nilai (misalnya time series)

Metode umum

MetodeCocok untukContoh
Mean/MedianData numerik, distribusi simetris/skewedUsia, gaji
ModeData kategorikalJenis kelamin, kota
Forward/Backward FillData time seriesData saham harian
InterpolasiData numerik berurutan/time seriesSuhu per jam
KNN Imputer / Model-basedDataset kompleks dengan banyak fitur berkorelasiDataset medis

Kelebihan

  • Mempertahankan ukuran data
  • Bisa memanfaatkan pola dari data lain untuk estimasi yang masuk akal

Kekurangan

  • Bisa memasukkan bias jika metode pengisian tidak sesuai
  • Menambah kompleksitas, terutama untuk metode berbasis model
  • Nilai imputasi bukan nilai asli, sehingga variansi data bisa berkurang (under-representasi ketidakpastian)

5. Tabel Perbandingan Singkat

AspekDropFill
KompleksitasRendahSedang–Tinggi
Risiko biasTinggi jika data tidak MCARTergantung metode
Ukuran dataBerkurangTetap
Cocok untuk missing besarTidakYa
Cocok untuk missing kecilYaBisa, tapi kurang perlu

6. Berikut file data yang bisa di praktekan dan tahapan awal

Disini kita akan memulai praktek langsung sihlakan download file ini :

data_praktik_missing_valuesDownload

Jika sudah kalian perlu mengubahnya menjadi format csv karena file ini masih dengan format xls, kenapa harus csv? disini csv lebih ringan dan lebih cepat dibaca dari pada xls dan csv adalah standar umum untuk dunia data science

Pertama sebelum mengikuti step – stepnya kamu perlu export filenya dulu dengan perintah ini :

from google.colab import files
uploaded = files.upload()

Masukan file tadi dan nanti hasilnya seperti ini :

Disini saya pakai google collab untuk membuat tutorialnya karena sangat bersahabat dengan pengguna kamu tidak perlu menginstall apa apa lagi karena sudah ada langsung jika kamu masuk ke webnya, ini linknya :

https://colab.research.google.com

Ubah format dari xls ke csv dan cek hasilnya pakai code ini :

df = pd.read_excel("data_praktik_missing_values.xls")
df.to_csv("data.csv", index=False)

print(df.head())
print(df.isnull().sum())

Nanti hasilnya akan seperti ini :

Sekarang kita bisa masuk ke step by stepnya !

Step 1 – Cek Persentase Missing Values dan jumlah missing values per kolom

print("Jumlah missing values per kolom:")
print(df.isnull().sum())

print("\nPersentase missing values per kolom:")
print((df.isnull().sum() / len(df)) * 100)

Nanti hasilnya seperti ini :

Step 2 — Teknik Drop

# Drop baris yang punya minimal 1 missing value
df_drop_row = df.dropna()
print("Jumlah baris sebelum drop:", len(df))
print("Jumlah baris sesudah drop:", len(df_drop_row))

# Drop kolom yang ada missing value-nya
df_drop_col = df.dropna(axis=1)
print("\nKolom yang tersisa setelah drop kolom:")
print(df_drop_col.columns.tolist())

Jika Sudah ini hasilnya !

Ini langkah penting sebelum memutuskan drop atau fill — lihat dulu seberapa parah data yang hilang.

Mau Kuasai Teknik Handle Missing Values: Drop vs Fill Sampai Bisa Praktik Langsung?

Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.

Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →

Step 3a — Teknik Fill (Numerik)

df_fill = df.copy()

df_fill['Usia'] = df_fill['Usia'].fillna(df_fill['Usia'].mean())
df_fill['Gaji'] = df_fill['Gaji'].fillna(df_fill['Gaji'].median())

Step 3b — Teknik Fill (Kategorikal)

Mengisi Kategorikal dengan mode :

df_fill['Kota'] = df_fill['Kota'].fillna(df_fill['Kota'].mode()[0])

ini hasilnya :

Forward fill & backward fill (cocok untuk time series):

df_ffill = df.ffill()   # isi dengan nilai sebelumnya
df_bfill = df.bfill()   # isi dengan nilai setelahnya

Interpolasi (khusus data numerik berurutan):

df_interp = df.copy()
df_interp['Usia'] = df_interp['Usia'].interpolate()
print(df_interp)

Ini untuk hasil dari kedua code diatas :

Imputasi lebih canggih dengan KNN (scikit-learn):

from sklearn.impute import KNNImputer

df_knn = df[['Usia', 'Gaji']].copy()
imputer = KNNImputer(n_neighbors=2)
df_knn_result = pd.DataFrame(
    imputer.fit_transform(df_knn),
    columns=['Usia', 'Gaji']
)
print(df_knn_result)

Ini untuk hasilnya :

Step 4 — Verifikasi Hasil

print("Cek apakah masih ada missing values:")
print(df_fill.isnull().sum())

Ini untuk hasilnya :

Selamat kamu telah menyelesaikan tutorial ini dan kamu bisa naik ke level yang lebih tinggi !


7. Cara Memilih: Drop atau Fill?

Gunakan alur pertimbangan berikut sebagai panduan cepat:

  1. Berapa persen data yang hilang?
    • Di bawah ~5% → drop biasanya aman
    • Di atas itu → pertimbangkan fill agar tidak kehilangan terlalu banyak data
  2. Apakah data hilang bersifat acak (MCAR)?
    • Ya → drop relatif aman
    • Tidak (MAR/MNAR) → fill lebih disarankan agar tidak menimbulkan bias sistematis
  3. Seberapa penting kolom tersebut?
    • Kolom target/label pada supervised learning biasanya lebih baik di-drop barisnya daripada diisi
    • Kolom fitur pendukung sering lebih aman untuk diisi
  4. Apakah datanya time series?
    • Jika ya, forward/backward fill atau interpolasi sering jadi pilihan terbaik

8. Kesimpulan

Tidak ada teknik yang selalu benar untuk semua kasus — keputusan drop vs fill bergantung pada seberapa banyak data yang hilang, pola kehilangannya, dan seberapa krusial data tersebut untuk analisis atau model yang dibangun. Praktik terbaik: selalu cek dan pahami dulu karakteristik missing values sebelum memutuskan tekniknya, lalu evaluasi dampaknya terhadap hasil akhir (misalnya performa model) setelah penanganan dilakukan.

Coba praktikkan kode di atas dengan datasetmu sendiri, dan bandingkan hasil model/analisis sebelum dan sesudah penanganan missing values untuk melihat dampaknya secara langsung.

Penulis

Junior Alfredo Benerd Setiawan

Portofolio

https://portfolio.edusoftcenter.com/contributors/de59cec4-f113-4667-bea4-7772e56fbc8e

Mau Kuasai Teknik Handle Missing Values: Drop vs Fill Sampai Bisa Praktik Langsung?

Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.

Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →

Tags: BelajarDataScienceDataAnalysisDataImputationDropNAFillNAHandlingMissingDataMissingValuespythonPythonPandasTutorialData
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Monitoring Server Menggunakan Grafana dan Prometheus
  • Problem Framing: Cara Menentukan Business Question dari Data
  • Heatmap Korelasi dengan Seaborn
  • Tutorial Membersihkan dan Menstandarkan Data String di Pandas
  • Deteksi Outlier dengan IQR Method

Arsip

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

#EdusoftCenter apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map | Portfolio Magang

All Right Reserved

WhatsApp us