Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
    • Data & AI
      • Data Analyst
      • Data Scientist
      • AI Engineer
      • Data Engineer
      • Business Intelligence (BI) Specialist
    • Infrastruktur & Keamanan
      • Network Engineer
      • System Engineer
      • DevOps Engineer
      • Security Engineer
      • Cloud Engineer
    • Programming & Web Development
      • Web & App Developer
      • Web Developer
      • WordPress Developer
      • Mobile Developer
    • Spesialisasi
      • Blockchain Engineer
      • IOT Engineer
      • Digital Marketing Specialist
  • Elearning
  • Blog
  • Portfolio
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
    • Data & AI
      • Data Analyst
      • Data Scientist
      • AI Engineer
      • Data Engineer
      • Business Intelligence (BI) Specialist
    • Infrastruktur & Keamanan
      • Network Engineer
      • System Engineer
      • DevOps Engineer
      • Security Engineer
      • Cloud Engineer
    • Programming & Web Development
      • Web & App Developer
      • Web Developer
      • WordPress Developer
      • Mobile Developer
    • Spesialisasi
      • Blockchain Engineer
      • IOT Engineer
      • Digital Marketing Specialist
  • Elearning
  • Blog
  • Portfolio

Cara Membuat GitHub Pages untuk Portofolio Data Analyst

  • September 7, 2026
  • oleh Junior Alfredo Benerd Setiawan

Repository GitHub yang berisi notebook dan kode memang penting, tapi bagi orang awam (termasuk recruiter non-teknis), membuka file .ipynb satu per satu terasa merepotkan. Di sinilah GitHub Pages berperan: mengubah repository-mu menjadi sebuah website portofolio yang bisa diakses lewat link, tampil rapi, dan mudah dibagikan lewat CV atau LinkedIn semuanya gratis, tanpa perlu beli hosting.

Artikel ini membahas cara membuat GitHub Pages dari nol, lengkap dengan analisis akar masalah menggunakan metode 5 Why.

Kenapa Ini Penting? Analisis 5 Why

Masalah awal: Portofolio Data Analyst di GitHub kurang dilirik oleh recruiter.

  1. Why #1 — Kenapa portofolio di GitHub kurang dilirik? Karena recruiter harus membuka banyak repository satu per satu untuk melihat hasil kerja, dan itu memakan waktu.
  2. Why #2 — Kenapa membuka repository satu per satu jadi masalah? Karena tidak ada satu halaman ringkas yang menampilkan semua proyek sekaligus dalam bentuk yang mudah dipahami.
  3. Why #3 — Kenapa tidak ada halaman ringkas seperti itu? Karena kebanyakan orang berhenti di tahap “upload ke GitHub” dan tidak tahu bahwa GitHub juga bisa menghasilkan website statis gratis (GitHub Pages).
  4. Why #4 — Kenapa fitur GitHub Pages sering tidak dimanfaatkan? Karena dianggap butuh skill web development (HTML/CSS) yang rumit, padahal bisa dimulai dengan template siap pakai.
  5. Why #5 — Kenapa “kemudahan akses” itu penting untuk portofolio? Karena keputusan recruiter sering diambil dalam hitungan detik saat melihat sebuah profil — semakin cepat dan mudah mereka memahami kualitas kerjamu, semakin besar peluang portofoliomu dilirik lebih lanjut.

Kesimpulan dari 5 Why: Akar masalahnya bukan soal “kurang banyak proyek”, tapi soal presentasi — bagaimana proyek yang sudah ada ditampilkan dengan cara yang paling mudah diakses. GitHub Pages adalah solusi langsung untuk masalah presentasi ini.

Yang Perlu Disiapkan sebelum Memulai Tutorial ini :

  • Akun GitHub
  • Repository yang ingin dijadikan portofolio
  • Teks/konten yang ingin ditampilkan (ringkasan proyek, link ke notebook, dll)
  • (Opsional) Sedikit pengetahuan HTML/Markdown dasar

Langkah 1: Tentukan Jenis GitHub Pages yang Akan Dibuat

Ada dua jenis utama:

  1. User/Organization Page : Satu halaman portofolio utama untuk seluruh akunmu. Nama repository harus persis: username.github.io Contoh: kalau username kamu abryan-yoga, maka repo-nya harus bernama abryan-yoga.github.io.
  2. Project Page : Halaman khusus untuk satu proyek tertentu, dibuat dari branch/folder di repository proyek itu sendiri.

Untuk portofolio Data Analyst yang menampilkan banyak proyek sekaligus, User Page biasanya jadi pilihan terbaik sebagai halaman utama.

Langkah 2: Buat Repository Khusus Portofolio

  1. Login ke GitHub, klik New Repository
  2. Isi Repository name persis: username.github.io (ganti username dengan username GitHub kamu)
  3. Pilih Public
  4. Centang Add a Readme file
  5. Klik Create Repository

disitu saya sudah membuat repo dengan nama yang serupa jadi membuat adanya Warning

Langkah 3: Aktifkan GitHub Pages

  1. Masuk ke repository yang baru dibuat
  2. Klik tab Settings
  3. Di sidebar kiri, klik Pages
  4. Pada bagian Build and Deployment, pilih Source Deploy From a Brach
  5. Pilih Brach : Main, folder / (Root), lalu klik Save
  6. Tunggu beberapa menit, lalu refresh halaman nanti akan muncul link seperti: https://username.github.io

Langkah 4: Buat Halaman dengan index.html atau Template Jekyll

GitHub Pages otomatis mencari file index.html (atau index.md) di root repository sebagai halaman utama. Ada dua pendekatan:

Opsi A Pakai Markdown Sederhana (paling mudah, tanpa HTML/CSS)

Cukup edit file README.md yang sudah ada, karena GitHub Pages secara default bisa merender README sebagai halaman utama jika kamu mengaktifkan tema Jekyll bawaan:

  1. Di Settings > Pages, pilih tema di bagian Theme chooser (misalnya “Minimal” atau “Cayman”).
  2. Edit README.md dengan struktur portofolio, contoh:
# Halo, saya [Nama Kamu] 👋

Data Analyst dengan fokus pada analisis bisnis dan visualisasi data.

## 📊 Proyek Portofolio

### [Analisis Churn Pelanggan](https://github.com/username/analisis-churn-pelanggan)
Memprediksi risiko churn pelanggan menggunakan Logistic Regression.
**Insight utama:** pelanggan baru dengan komplain tinggi berisiko churn 2x lebih besar.

### [Dashboard Penjualan Retail](https://github.com/username/dashboard-penjualan)
Membangun dashboard interaktif untuk memonitor penjualan bulanan.

## 🛠️ Skills
Python, SQL, Pandas, Tableau, Power BI

## 📫 Kontak
- LinkedIn: [link]
- Email: [email]

Opsi B — Pakai HTML Kustom (lebih fleksibel)

Kalau ingin tampilan lebih personal, buat file index.html di root repository:

<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<head>
  <meta charset="UTF-8">
  <title>Portofolio Data Analyst - Nama Kamu</title>
</head>
<body>
  <h1>Halo, saya Nama Kamu 👋</h1>
  <p>Data Analyst dengan fokus pada analisis bisnis dan visualisasi data.</p>

  <h2>Proyek Portofolio</h2>
  <ul>
    <li><a href="https://github.com/username/analisis-churn-pelanggan">Analisis Churn Pelanggan</a></li>
    <li><a href="https://github.com/username/dashboard-penjualan">Dashboard Penjualan Retail</a></li>
  </ul>

  <h2>Kontak</h2>
  <p>Email: [email protected]</p>
</body>
</html>

Commit dan push file ini ke repository (lewat GitHub web editor, atau lewat Git di terminal seperti pada tutorial deploy notebook sebelumnya) jika ingin melihat hasil htmlnya kamu bisa masuk ke GitHub Pages yang di tutorial ke 3 diatas dan ini hasilnya bisa kamu lihat dibawah ini :

Langkah 5: Hubungkan ke Proyek-Proyek Lain

Supaya portofolio ini jadi “pusat kendali” dari semua hasil kerjamu, tambahkan link ke:

  • Repository notebook analisis (seperti yang dibahas di tutorial “Deploy Notebook ke GitHub”).
  • Live demo dashboard (kalau ada, misalnya dari Tableau Public atau Streamlit).
  • Artikel/tulisan yang sudah kamu publikasikan.

Langkah 6: Verifikasi dan Bagikan

  1. Buka https://username.github.io di browser baru (mode incognito) untuk memastikan tampilannya sudah benar dari sudut pandang pengunjung lain.
  2. Cek semua link proyek berfungsi dan tidak error 404.
  3. Tambahkan link ini ke bio LinkedIn, CV, dan email signature.

Tips Tambahan

  • Gunakan custom domain (opsional) kalau punya domain sendiri, lewat menu Settings > Pages > Custom domain.
  • Update secara berkala — setiap kali selesai proyek baru, tambahkan ke daftar portofolio agar selalu up to date.
  • Perhatikan responsivitas kalau pakai HTML kustom, supaya tampilan tetap rapi saat dibuka dari HP.
  • Sertakan bagian “Insight Utama” di setiap proyek, bukan cuma link — ini menunjukkan kemampuan analisis, bukan cuma kemampuan coding.

Kesimpulan

GitHub Pages mengubah repository yang tadinya hanya berisi kumpulan file teknis menjadi sebuah halaman portofolio yang profesional dan mudah diakses siapa saja. Seperti yang terlihat dari analisis 5 Why di atas, akar masalah portofolio yang kurang dilirik bukan soal kuantitas proyek, melainkan soal presentasi — dan GitHub Pages adalah jawaban paling praktis serta gratis untuk masalah tersebut.

Langkah selanjutnya: buat repository username.github.io, aktifkan GitHub Pages, susun halaman utama berisi ringkasan proyek-proyekmu (termasuk notebook analisis churn yang sudah dibuat sebelumnya), lalu ambil screenshot di setiap tahap penting sesuai marker 📸 di atas.

Penulis

Junior Alfredo Benerd Setiawan

Tags: CodingPortfoliogithubGitHubPagesJekyllPersonalBrandingPortofolio Data AnalystThemeCaymanTutorialGitHubWebPortfolio
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Cara Membuat GitHub Pages untuk Portofolio Data Analyst
  • Your Data, Your Rules: Mengapa Self-Hosted Cloud Storage Penting di 2026?
  • Cara Deploy Notebook ke GitHub dengan Dokumentasi Lengkap
  • Menentukan Perangkat Jaringan Bermasalah Menggunakan SQL
  • Navbar Berantakan di HP? Ini Rahasia Bikin Navbar Responsive Auto Rapi Pakai Flexbox

Arsip

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP python security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2026 | Privacy Policy | Site Map | Portfolio Magang | Butuh tim kami langsung yang mengerjakan? Lihat layanan implementasi →

All Right Reserved

WhatsApp us