Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
  • Elearning
  • Blog

Scatter Plot: Cara Melihat Hubungan Dua Variabel

  • August 4, 2026
  • oleh Edusoft Center

Sebelum menghitung apa pun, plot dulu datamu. Scatter plot (diagram pencar) mengubah dua kolom angka menjadi satu gambar yang langsung menunjukkan apakah dua variabel saling berkaitan — dan seberapa erat hubungan itu.

Apa Itu Scatter Plot?

Scatter plot menempatkan setiap pasangan data (x, y) sebagai satu titik pada bidang koordinat. Sumbu X biasanya diisi variabel yang diduga memengaruhi, sedangkan sumbu Y diisi variabel hasilnya.

Yang dicari bukan angka lebih dulu, tapi bentuk sebaran titik: apakah naik bersama, turun berlawanan, atau tidak membentuk pola sama sekali. Bentuk inilah yang disebut korelasi.

Membaca Pola Korelasi

Ada empat bentuk sebaran yang paling sering muncul dalam praktik:

1. Korelasi Positif Kuat (r mendekati +1) Titik-titik naik rapi dari kiri bawah ke kanan atas. Saat X naik, Y hampir selalu ikut naik. Contoh: jam belajar dengan nilai ujian.

2. Korelasi Positif Lemah (r sekitar +0.3) Kecenderungan naik masih terlihat, tapi sebarannya lebih acak dan berserakan. X naik, Y cenderung naik, tapi tidak konsisten.

3. Tidak Ada Korelasi (r mendekati 0) Titik-titik tersebar acak tanpa arah yang jelas. Perubahan pada X tidak memberi petunjuk apa pun tentang Y.

4. Korelasi Negatif Kuat (r mendekati -1) Titik-titik turun rapi dari kiri atas ke kanan bawah. Saat X naik, Y hampir selalu turun. Contoh klasik: suhu udara dengan penjualan mantel.

Rumus di Balik Angka: Koefisien Korelasi Pearson

Nilai koefisien korelasi (r) meringkas bentuk sebaran menjadi satu angka antara -1 dan 1:

r = Σ(xi − x̄)(yi − ȳ) / √[Σ(xi − x̄)² · Σ(yi − ȳ)²]

di mana x̄ dan ȳ adalah rata-rata dari masing-masing variabel.

Intinya sederhana: bandingkan setiap titik terhadap rata-ratanya, lalu lihat apakah keduanya konsisten bergerak searah (r mendekati +1), berlawanan arah (r mendekati -1), atau tidak konsisten sama sekali (r mendekati 0). Sebagai patokan kasar:

| Nilai |r| | Kekuatan hubungan | |—|—| | 0.7 – 1.0 | Kuat | | 0.4 – 0.7 | Sedang | | 0.15 – 0.4 | Lemah | | < 0.15 | Hampir tidak ada |

Tutorial Membuat Koefisien Korelasi Pearson Dua Variabel

Sekarang, kita akan Mencontohkan cara membuat Koefisien Korelasi Pearson Dua Variabel dengan menggunakan Excel.

Pertama, kita butuh data yang memiliki 2 variabel x dan y jika kamu tidak ada data untuk di praktekan kamu bisa mencari Data di Kaggle, nah jadi 2 variabel yang dimaksud itu adalah kolom Jam Tidur sebagai (x) dan Produktivitas sebagai (y) seperti contoh dibawah ini :

Kedua, jika sudah ada datanya kita akan memulai membuat Scallet plotnya ikutin Langkah – langkah ini

Cari tulisan Sisipkan dibagian Tab atas nanti ada bagan(charts) jika sudah masuk ke sebar kamu bisa memilih tipenya seperti ini :

Jika sudah tampilan pertama mu masih putih (Blank) seperti dibawah ini,kamu harus memilih Data yang ingin dimasukan dulu

Berikut cara menambahkan data ke chartsnya:

Pergi kebagian Tab Desain Bagan disitu ada tulisan Pilih Data, sihlakan di click

Jika sudah nanti akan muncul pop up sepert ini :

disitu ada tulisan “Tambahkan” click itu nanti muncul pop up seperti ini :

nah ini nama seri bebas kalian isi apa saja namun untuk Nilai seri X dan Y kamu bisa menambahkan kolom dari datamu yang tadi, kamu bisa click tombol dengan gambar unggah lalu click kiri tahan di kolom datamu tadi seperti ini :

Nanti jika sudah mengisi semuanya maka hasil akhirnya akan seperti ini :

Click tombol “OK” dan data scallet plot mu sudah siap!

dibagian kanan juga ada beberapa tools itu untuk mengedit chartsmu

Studi Kasus: Hubungan Jam Tidur dengan Produktivitas

Sebagai contoh sederhana, dilakukan analisis korelasi terhadap 10 responden untuk mengetahui hubungan antara jam tidur per malam dengan tingkat produktivitas. Produktivitas diukur menggunakan skor dengan rentang 0–100.

Berdasarkan data tersebut diperoleh hasil sebagai berikut:

VariabelKorelasi terhadap Produktivitas (r)Kekuatan
Jam Tidur0,99Positif sangat kuat

Interpretasi

Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (r) = 0,99, yang berarti terdapat hubungan positif sangat kuat antara jam tidur dan produktivitas.

Artinya, semakin lama seseorang tidur (dalam rentang data penelitian), maka tingkat produktivitasnya cenderung semakin tinggi. Hal ini juga terlihat pada scatter plot yang membentuk pola naik dari kiri bawah menuju kanan atas.

Namun, perlu diperhatikan bahwa korelasi tidak selalu menunjukkan hubungan sebab-akibat (kausalitas). Faktor lain seperti pola makan, kesehatan, tingkat stres, dan lingkungan kerja juga dapat memengaruhi produktivitas seseorang.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis korelasi, dapat disimpulkan bahwa:

  • Nilai korelasi (r) = 0,99
  • Arah hubungan positif
  • Tingkat hubungan sangat kuat
  • Jam tidur memiliki hubungan yang sangat erat dengan produktivitas pada data yang dianalisis.

Kategori Interpretasi Korelasi

Kategori Interpretasi Korelasi

Nilai rInterpretasi
0,00 – 0,19Sangat lemah
0,20 – 0,39Lemah
0,40 – 0,59Sedang
0,60 – 0,79Kuat
0,80 – 1,00Sangat kuat ✅

Interpretasi Hasil Analisis

Kategori Interpretasi Korelasi

Nilai rInterpretasi
0,00 – 0,19Sangat lemah
0,20 – 0,39Lemah
0,40 – 0,59Sedang
0,60 – 0,79Kuat
0,80 – 1,00Sangat kuat ✅

Berdasarkan hasil analisis korelasi, diperoleh nilai r = 0,99. Nilai tersebut berada pada rentang 0,80–1,00, sehingga termasuk dalam kategori korelasi positif sangat kuat.

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara jam tidur dan produktivitas. Semakin lama jam tidur seseorang (sesuai dengan rentang data yang dianalisis), maka produktivitasnya cenderung semakin meningkat.

Scatter plot juga memperlihatkan pola titik-titik yang membentuk tren naik dari kiri bawah ke kanan atas, sehingga memperkuat adanya hubungan positif yang sangat kuat antara kedua variabel.

Namun demikian, perlu diingat bahwa korelasi tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat (kausalitas). Produktivitas juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kualitas tidur, pola makan, kondisi kesehatan, tingkat stres, motivasi, dan lingkungan kerja atau belajar.

Langkah Membuat Scatter Plot dari Data Mentah

1. Tentukan dua variabel numerik Pastikan keduanya berupa angka dan berasal dari pasangan pengamatan yang sama — misalnya luas tanah dan harga dari rumah yang sama.

2. Letakkan setiap pasangan sebagai satu titik Variabel bebas (yang diduga memengaruhi) diletakkan di sumbu X, variabel hasil di sumbu Y. Satu baris data menjadi satu titik.

3. Amati bentuk sebarannya Naik bersama, turun berlawanan, melengkung, atau acak tanpa pola — bentuk ini menentukan jenis analisis lanjutan yang tepat.

4. Hitung koefisien korelasi bila perlu Gunakan rumus Pearson di atas, atau fungsi CORREL() di Excel/Google Sheets, untuk mengonfirmasi kekuatan hubungan yang terlihat secara visual.


Scatter plot menunjukkan korelasi, bukan sebab-akibat — dua variabel bisa bergerak bersama karena faktor ketiga yang tidak terlihat di grafik.

Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Cara Menulis Insight dari EDA: Dari Angka ke Kalimat Bisnis
  • Standarisasi Data: Mengapa Konsistensi Menjadi Kunci Kualitas Informasi di Era Digital
  • Scatter Plot: Cara Melihat Hubungan Dua Variabel
  • Mengapa Data Perlu Dibersihkan? Memahami Pentingnya Data Cleaning Sebelum Analisis
  • Analisis Tren Waktu dengan Line Chart di Python

Arsip

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

#EdusoftCenter apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map

All Right Reserved

WhatsApp us