Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
    • Data & AI
      • Data Analyst
      • Data Scientist
      • AI Engineer
      • Data Engineer
      • Business Intelligence (BI) Specialist
    • Infrastruktur & Keamanan
      • Network Engineer
      • System Engineer
      • DevOps Engineer
      • Security Engineer
      • Cloud Engineer
    • Programming & Web Development
      • Web & App Developer
      • Web Developer
      • WordPress Developer
      • Mobile Developer
    • Spesialisasi
      • Blockchain Engineer
      • IOT Engineer
      • Digital Marketing Specialist
  • Elearning
  • Blog
  • Portfolio
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
    • Data & AI
      • Data Analyst
      • Data Scientist
      • AI Engineer
      • Data Engineer
      • Business Intelligence (BI) Specialist
    • Infrastruktur & Keamanan
      • Network Engineer
      • System Engineer
      • DevOps Engineer
      • Security Engineer
      • Cloud Engineer
    • Programming & Web Development
      • Web & App Developer
      • Web Developer
      • WordPress Developer
      • Mobile Developer
    • Spesialisasi
      • Blockchain Engineer
      • IOT Engineer
      • Digital Marketing Specialist
  • Elearning
  • Blog
  • Portfolio

3 Level Exploratory Data Analysis: Univariate ke Multivariate

  • August 24, 2026
  • oleh Eduardus Defino Ananda Hutama

Dalam dunia analisis data, memahami data sebelum mengambil keputusan adalah fundamental. Di sinilah Exploratory Data Analysis (EDA) berperan — proses menyelidiki, merangkum, dan memvisualisasikan data untuk menemukan pola, mendeteksi anomali, dan membentuk hipotesis. Namun tanpa struktur yang jelas, EDA mudah berubah menjadi aktivitas tanpa arah. Artikel ini akan membedah kerangka berpikir sistematis dalam EDA yang tersusun atas tiga level: univariate, bivariate, dan multivariate analysis.

📌 TL;DR — 3 Level EDA
  1. Univariate: Menganalisis satu variabel; fokus pada distribusi, central tendency, dan outlier.
  2. Bivariate: Menelusuri hubungan dua variabel; arah dan kekuatan hubungannya.
  3. Multivariate: Menganalisis interaksi tiga variabel atau lebih; menemukan pola kompleks yang tak terlihat secara parsial.

🎯 Apa Itu Exploratory Data Analysis (EDA)?

Exploratory Data Analysis adalah proses investigasi awal terhadap dataset dengan tujuan memahami karakteristiknya sebelum analisis formal atau pemodelan dimulai. Konsep ini dipopulerkan oleh John Tukey pada tahun 1977 melalui bukunya Exploratory Data Analysis, jauh sebelum era big data.

Ibarat membangun rumah, EDA adalah pemeriksaan tanah sebelum pondasi diletakkan. Tanpa tahap ini, kita berisiko membangun model machine learning di atas data yang penuh bias, missing values, atau asumsi keliru.

Masalahnya, banyak pemula melakukan EDA secara acak: membuka dataset, membuat plot apa saja yang terlihat menarik, lalu berharap menemukan insight. Kerangka univariate–bivariate–multivariate menawarkan urutan yang logis dan sistematis — ibarat membaca sebuah kota: pelajari dulu tiap gedung (univariate), lalu bagaimana gedung-gedung terhubung oleh jalan (bivariate), hingga memahami dinamika seluruh kota sebagai sistem (multivariate).

🔍 Level 1: Univariate Analysis

Univariate analysis menganalisis satu variabel pada satu waktu, tanpa mempedulikan penyebab atau hubungan antar variabel. Tujuannya sederhana tapi krusial: memahami karakteristik setiap kolom dalam dataset sebelum melangkah lebih jauh.

📊
Distribusi
Bagaimana nilai tersebar: normal, skewed, uniform, atau bimodal?
📍
Central Tendency
Di mana pusat data berada: mean, median, atau modus?
⚠️
Anomali
Adakah outlier, missing values, atau duplikat yang perlu ditangani?

Teknik Umum Univariate Analysis

  • Variabel numerik: histogram, boxplot, density plot, dan ringkasan statistik (mean, median, standar deviasi, kuartil).
  • Variabel kategorikal: bar chart dan frequency table untuk melihat proporsi tiap kategori.

Dari tahap ini kita bisa langsung menjawab pertanyaan dasar seperti: apakah usia pelanggan tersebar normal atau condong ke kanan? Apakah ada transaksi dengan nominal ekstrem? Seberapa seimbang proporsi tiap kategori?

🔗 Level 2: Bivariate Analysis

Setelah mengenal karakter tiap variabel, langkah berikutnya adalah melihat bagaimana dua variabel saling berhubungan. Bivariate analysis menjawab pertanyaan seperti: “apakah usia memengaruhi peluang membeli produk?” atau “apakah penghasilan berbeda antar tingkat pendidikan?”

Kombinasi Tipe Variabel dan Tekniknya

🔢
Numerik × Numerik
Scatter plot, korelasi Pearson/Spearman, line plot.
🔢×🏷️
Kategorikal × Numerik
Boxplot per kategori, violin plot, groupby aggregation.
🏷️
Kategorikal × Kategorikal
Crosstab, stacked bar chart, Chi-square test.

🌐 Level 3: Multivariate Analysis

Multivariate analysis menganalisis tiga variabel atau lebih secara simultan. Level ini paling sering mengungkap pola yang tidak terlihat pada analisis parsial. Contoh klasik: hubungan usia dan harga tiket mungkin terlihat lemah secara keseluruhan, tetapi ternyata kuat jika kita kontrol berdasarkan kelas penumpang.

Teknik Populer Multivariate Analysis

  • Pairplot: scatter plot matrix yang menampilkan semua pasangan variabel numerik sekaligus.
  • Correlation heatmap: visualisasi matriks korelasi seluruh fitur dalam satu pandangan.
  • Hue/facet encoding: menambahkan dimensi kategori ke dalam plot untuk melihat interaksi.
  • Dimensionality reduction (PCA): memproyeksikan data berdimensi tinggi ke 2D/3D agar pola terstruktur terlihat.
  • Clustering eksploratif (K-Means): menemukan kelompok alami yang tersembunyi dalam data.

🧭 Perbedaan Utama Univariate vs Bivariate vs Multivariate

FiturUnivariateBivariateMultivariate
Jumlah VariabelSatu variabel.Dua variabel.Tiga variabel atau lebih.
Tujuan UtamaMemahami karakteristik dan distribusi tiap variabel.Menelusuri arah dan kekuatan hubungan antar dua variabel.Menemukan pola dan interaksi kompleks di antara banyak variabel.
Pertanyaan yang Dijawab“Bagaimana bentuk distribusi usia?”“Apakah usia berkaitan dengan status pembelian?”“Bagaimana interaksi usia, penghasilan, dan wilayah secara bersamaan?”
Contoh TeknikHistogram, boxplot, frequency table.Scatter plot, korelasi, crosstab, Chi-square test.Pairplot, correlation heatmap, PCA, clustering.
Kapan DipakaiTahap awal: quality check dan pemahaman dasar data.Menilai fitur mana yang relevan terhadap target.Mengungkap insight mendalam sebelum feature engineering.

⚙️ Alur Workflow Praktik dalam Proyek Nyata

Dalam pekerjaan nyata, ketiga level ini bukan pilihan melainkan urutan. Berikut alur kerja yang bisa langsung Anda terapkan:

  1. Data quality check: periksa ukuran data, tipe data, duplicate rows, dan missing values.
  2. Univariate pass: telusuri semua kolom satu per satu, catat anomali pada distribusinya.
  3. Bivariate pass: uji hubungan setiap fitur terhadap target variable.
  4. Multivariate pass: gunakan pairplot, heatmap, dan facet plot untuk menemukan interaksi.
  5. Dokumentasi insight: tuliskan temuan dan hipotesis — ini yang akan menentukan feature engineering dan pilihan model.
✨ Tips Praktis
Library automasi seperti ydata-profiling dapat menghasilkan laporan EDA lengkap hanya dengan satu baris kode. Namun ingat: tools mempercepat proses, tetapi pemahaman konsep yang membuat interpretasinya benar.

🎯 Kesimpulan

Exploratory Data Analysis bukan sekadar membuat grafik — ia adalah proses berpikir sistematis untuk benar-benar memahami data sebelum mengambil keputusan apa pun. Dengan kerangka univariate → bivariate → multivariate, Anda memiliki peta yang jelas: kenali dulu setiap variabel, telusuri hubungannya dua-dua, lalu lihat interaksi kompleks di antara semuanya.

Hasil EDA yang baik akan menentukan kualitas feature engineering, pilihan model, bahkan validitas kesimpulan bisnis Anda. Mulai dari proyek berikutnya, biasakan bertanya: “sudah sampai level mana analisis saya?”

Mau Kuasai 3 Level Exploratory Data Analysis: Univariate ke Multivariate Sampai Bisa Praktik Langsung?

Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.

Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →

🚀 Rangkuman Praktis
  • Univariate: Kenali satu variabel — distribusi, central tendency, dan anomalinya.
  • Bivariate: Telusuri hubungan dua variabel — arah dan kekuatannya.
  • Multivariate: Amati interaksi banyak variabel — temukan pola yang tak terlihat secara parsial.
  • Lakukan secara berurutan dan dokumentasikan insight di setiap level.

❓ FAQ: Univariate, Bivariate, Multivariate

Apa bedanya univariate dan bivariate analysis?

Univariate analysis menganalisis satu variabel untuk memahami distribusi dan karakteristiknya, sedangkan bivariate analysis menelusuri hubungan antara dua variabel — misalnya apakah keduanya berkorelasi atau saling memengaruhi.

Apakah multivariate analysis selalu lebih baik dari univariate?

Tidak selalu. Multivariate analysis memang lebih kaya informasi, tetapi juga lebih kompleks dan rentan salah interpretasi jika karakteristik dasar tiap variabel belum dipahami. Ketiganya saling melengkapi, bukan saling menggantikan — urutannya tetap dimulai dari univariate.

Apakah EDA harus menggunakan Python atau R?

Tidak harus. Konsep univariate, bivariate, dan multivariate adalah kerangka berpikir yang bisa diterapkan dengan tools apa pun: Excel, Google Sheets, BI tools seperti Tableau atau Power BI, hingga library Python (pandas, seaborn) dan R (tidyverse). Yang penting adalah disiplin mengikuti alurnya.

Berapa lama waktu ideal untuk tahap EDA?

Praktik umum di industri mengalokasikan sekitar 60–80% waktu proyek data untuk persiapan dan eksplorasi data, termasuk EDA. Durasi pastinya bergantung pada ukuran dan kondisi data, tetapi jangan heran jika tahap ini terasa lebih lama daripada pemodelannya sendiri.

Apa bedanya EDA dengan data preprocessing?

EDA bertujuan memahami dan mengeksplorasi data (menemukan pola, anomali, dan hipotesis), sedangkan preprocessing bertujuan membersihkan dan mentransformasi data agar siap dipakai (menangani missing values, scaling, encoding). Keduanya sering dilakukan bergantian dalam praktiknya: hasil EDA menentukan langkah preprocessing yang dibutuhkan.

Dibuat oleh:

Eduardus Defino Ananda Hutama

Mau Kuasai 3 Level Exploratory Data Analysis: Univariate ke Multivariate Sampai Bisa Praktik Langsung?

Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.

Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →

Tags: Bivariatedata analystData ScienceEDAMultivariateStatistikUnivariate
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Cara Membuat Dashboard Di google Looker Studio Dari Nol
  • 3 Level Exploratory Data Analysis: Univariate ke Multivariate
  • CASE WHEN Bertingkat di SQL: Segmentasi Customer Berdasarkan Total Transaksi (VIP, Reguler, Baru)
  • Mengenal Outlier: Data yang Berbeda dari Pola Umumnya
  • Cara Membersihkan Data Log Jaringan Menggunakan Python

Arsip

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP python security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2026 | Privacy Policy | Site Map | Portfolio Magang | Butuh tim kami langsung yang mengerjakan? Lihat layanan implementasi →

All Right Reserved

WhatsApp us