Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
    • Data & AI
      • Data Analyst
      • Data Scientist
      • AI Engineer
      • Data Engineer
      • Business Intelligence (BI) Specialist
    • Infrastruktur & Keamanan
      • Network Engineer
      • System Engineer
      • DevOps Engineer
      • Security Engineer
      • Cloud Engineer
    • Programming & Web Development
      • Web & App Developer
    • Spesialisasi
      • Blockchain Engineer
      • IOT Engineer
      • Digital Marketing Specialist
  • Elearning
  • Blog
  • Portfolio Magang
Daftar
Main Logo
  • Home
  • About
  • Kursus
    • Paket Kursus
    • Roadmap Profesi
    • Data & AI
      • Data Analyst
      • Data Scientist
      • AI Engineer
      • Data Engineer
      • Business Intelligence (BI) Specialist
    • Infrastruktur & Keamanan
      • Network Engineer
      • System Engineer
      • DevOps Engineer
      • Security Engineer
      • Cloud Engineer
    • Programming & Web Development
      • Web & App Developer
    • Spesialisasi
      • Blockchain Engineer
      • IOT Engineer
      • Digital Marketing Specialist
  • Elearning
  • Blog
  • Portfolio Magang

Mengenal Struktur Folder Proyek Data Analyst

  • July 4, 2026
  • oleh Edusoft Center

Bagi pemula yang baru terjun ke dunia data analytics, salah satu kebiasaan yang sering diremehkan justru bukan skill teknis seperti SQL atau visualisasi data — melainkan cara mengorganisir proyek. Portofolio yang rapi bukan hanya enak dilihat, tapi juga menunjukkan bagaimana cara berpikir seorang data analyst: sistematis, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri ulang.

Di artikel ini kita akan membahas mengapa struktur folder itu penting, lalu melihat contoh nyata dari sebuah repository GitHub milik seorang peserta PKL (Praktik Kerja Lapangan) Data Analytics, yaitu junior_data_analystt.

Kenapa Struktur Folder Itu Penting?

Saat pertama kali membuat portofolio, banyak pemula menaruh semua file — dataset, query SQL, laporan, gambar dashboard — dalam satu folder yang sama. Awalnya terasa praktis, tapi begitu proyek bertambah, folder ini cepat berubah jadi tumpukan file yang membingungkan.

Struktur folder yang baik memberikan beberapa manfaat:

  • Navigasi lebih cepat — recruiter atau mentor bisa langsung menemukan bagian yang relevan tanpa membuka satu per satu file.
  • Mencerminkan alur kerja analisis — dari pengumpulan data, pembersihan, query, sampai laporan akhir.
  • Skalabel — mudah ditambah proyek baru tanpa merusak proyek lama.
  • Terlihat profesional — struktur yang konsisten adalah sinyal kecil tapi penting saat portofolio dinilai.

Studi Kasus: Struktur Folder di Repository junior_data_analystt

Repository ini dibuat oleh Junior Alffredo Benerd Setiawan sebagai dokumentasi perjalanan belajar dan hasil PKL Data Analytics di PT Edusoft Center Teknologi. Struktur folder utamanya cukup sederhana, terdiri dari empat folder inti dan satu file dokumentasi:

junior_data_analystt/
│
├── Artikels/ → kumpulan artikel pembelajaran
├── Project/ → proyek-proyek analisis data
├── Reports/ → laporan hasil analisis
├── SQL/ → kumpulan query dan latihan SQL
└── readme.md → dokumentasi utama repository


ini didalam folder week disitu ada folder hari nah disitu untuk memisahkan tugas sesuai hari yang diberikan agar terlihat rapi dan enak dilihat karena jika ada banyak file didalam 1 folder itu sangat merusak pemandangan. dan jangan lupa commit messege sesuai tugas yang kamu push temanya!

Mari kita bedah fungsi masing-masing folder:

📁 Artikels

Folder ini berisi dokumentasi tertulis dari materi-materi yang dipelajari — misalnya perbedaan Data Analyst, Data Engineer, dan Data Scientist, atau konsep dasar seperti Big Data dan Data Warehouse. Kebiasaan menulis ulang materi seperti ini sangat membantu, karena proses menjelaskan sesuatu dengan kata sendiri adalah salah satu cara belajar yang paling efektif.

📁 Project

Tempat proyek-proyek analisis data disimpan, mulai dari studi kasus kecil sampai proyek akhir program. Idealnya, setiap proyek punya sub-folder sendiri agar dataset, query, dan hasil analisis proyek A tidak tercampur dengan proyek B.

📁 Reports

Berisi hasil akhir dari proses analisis — laporan, ringkasan insight, atau dokumen yang siap dipresentasikan ke stakeholder. Folder ini biasanya jadi bagian yang paling sering dilihat orang lain, karena di sinilah hasil kerja “diterjemahkan” jadi kesimpulan yang mudah dipahami.

📁 SQL

Kumpulan latihan dan query SQL, mengikuti progres belajar dari dasar sampai menengah — SELECT, WHERE, JOIN, subquery, hingga studi kasus. Menyimpan query secara terpisah seperti ini memudahkan orang lain (atau diri sendiri di masa depan) untuk melihat perkembangan kemampuan teknis.

Mau Kuasai Mengenal Struktur Folder Proyek Data Analyst Sampai Bisa Praktik Langsung?

Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.

Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →

📄 readme.md

File ini berfungsi sebagai “pintu masuk” repository. Isinya mencakup perkenalan, tujuan belajar, tech stack yang digunakan, hingga progres mingguan. README yang informatif membuat orang lain tidak perlu membuka semua folder satu per satu untuk memahami isi repository.

Rencana Struktur yang Lebih Terperinci

Menariknya, di dalam README repository ini juga tercantum rencana struktur folder yang lebih detail untuk pengembangan selanjutnya, yaitu memisahkan datasets dan dashboards sebagai folder tersendiri, serta memecah folder SQL menjadi beberapa sub-folder berdasarkan topik seperti Basis Data, Query Dasar, JOIN, dan Aggregate.

Pendekatan ini menunjukkan pola pikir yang baik: struktur folder tidak harus sempurna sejak awal, tapi bisa terus berkembang mengikuti kompleksitas proyek.

Struktur Folder Ideal untuk Proyek Data Analyst

Berdasarkan contoh di atas dan praktik umum di industri, berikut struktur yang bisa dijadikan acuan saat membangun portofolio:

nama-proyek/
│
├── datasets/          → data mentah dan data yang sudah dibersihkan
│   ├── raw/
│   └── cleaned/
│
├── sql/                → query SQL, dikelompokkan per topik
│
├── notebooks/          → eksplorasi data (Jupyter/Colab), jika pakai Python
│
├── dashboards/         → file/screenshot dashboard (Looker Studio, Tableau, dll)
│
├── reports/             → laporan akhir dan ringkasan insight
│
├── articles/            → catatan atau ringkasan materi belajar
│
├── README.md            → dokumentasi utama
└── .gitignore            → file yang tidak perlu ikut di-tracking

Tips Membangun Struktur Folder Sendiri

  1. Mulai sederhana — tidak perlu langsung membuat struktur rumit. Tambahkan folder baru saat memang dibutuhkan.
  2. Konsisten dalam penamaan — pilih satu gaya (huruf kecil semua, atau kapital di awal kata) dan gunakan secara konsisten di seluruh repository.
  3. Pisahkan data mentah dan data olahan — ini membantu proses audit ketika hasil analisis perlu ditelusuri ulang.
  4. Tulis README yang jelas — anggap README sebagai “peta” bagi siapa pun yang membuka repository untuk pertama kali.
  5. Dokumentasikan proses belajar — seperti folder artikel pada contoh di atas, ini menunjukkan progres dan pola pikir, bukan cuma hasil akhir.

Penutup

Struktur folder yang rapi adalah fondasi dari portofolio data analyst yang profesional. Contoh dari repository junior_data_analystt menunjukkan bahwa struktur yang baik tidak harus rumit — cukup jelas, konsisten, dan mencerminkan alur kerja analisis dari awal sampai akhir.

Bagi yang sedang membangun portofolio, mulailah dengan struktur sederhana, lalu kembangkan sesuai kebutuhan seiring bertambahnya proyek dan pengalaman.

Penulis

Junior Alfredo Benerd Setiawan

Portofolio

https://portfolio.edusoftcenter.com/contributors/de59cec4-f113-4667-bea4-7772e56fbc8e

Mau Kuasai Mengenal Struktur Folder Proyek Data Analyst Sampai Bisa Praktik Langsung?

Materi ini juga kami ajarkan langsung di kelas Edusoft Center, dibimbing mentor, sampai kamu bisa praktik nyata — bukan cuma baca teori.

Tanya Kursus via WhatsApp Lihat contoh project nyata dari siswa kami →

Tags: belajar data analystdata analystdata analyst pemulaData AnalyticsGitHub untuk Data AnalystMembuat Struktur Folder proyek data analystPortofolio Data Analystsql untuk data analystStruktur Folder ProyekTips Data Analyst
Previous Post
Next Post

Post comment

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Monitoring Server Menggunakan Grafana dan Prometheus
  • Problem Framing: Cara Menentukan Business Question dari Data
  • Heatmap Korelasi dengan Seaborn
  • Tutorial Membersihkan dan Menstandarkan Data String di Pandas
  • Deteksi Outlier dengan IQR Method

Arsip

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • August 2018
  • July 2018
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • January 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • June 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • November 2015
  • October 2015
  • September 2015
  • August 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • May 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • November 2014
  • October 2014
  • September 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • June 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • November 2013
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • April 2013
  • March 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • May 2012
  • April 2012
  • December 2011
  • November 2011

Tags

#EdusoftCenter apache web server dns server kursus android kursus database kursus dns dan web server kursus dns server kursus ethical hacking kursus hacking kursus jaringan kursus jaringan linux Kursus Komputer kursus komputer di solo kursus komputer di solo / surakarta kursus komputer di surakarta kursus linux Kursus Linux Forensics kursus linux networking kursus linux security kursus linux server kursus mikrotik kursus networking kursus network security kursus php Kursus PHP dan MySQL kursus php mysql kursus proxy kursus security kursus ubuntu kursus ubuntu server kursus web kursus web security kursus web server kursus wordpress kursus wordpress theme linux MySQL pelatihan komputer di solo PHP security training komputer training komputer di solo tutorial php ubuntu wordpress

© Edusoft Center - Kursus Komputer di Solo | 2010 - 2025 | Privacy Policy | Site Map | Portfolio Magang | Butuh tim kami langsung yang mengerjakan? Lihat layanan implementasi →

All Right Reserved

WhatsApp us